Akurat
Pemprov Sumsel

Rekomendasi 5 Film yang Cocok Ditonton Selama Masa Tenang Pemilu 2024, Dijamin Membuka Perspektif Baru

Rahmat Ghafur | 12 Februari 2024, 23:15 WIB
Rekomendasi 5 Film yang Cocok Ditonton Selama Masa Tenang Pemilu 2024, Dijamin Membuka Perspektif Baru

AKURAT.CO Menyambut masa tenang menjelang Pemilu 2024, sebagian masyarakat mulai mencari film yang dapat memberikan edukasi mengenai Pemilu dengan tujuan mendasar untuk membuka perspektif baru.

Film-film ini diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih mendalam, sehingga setiap individu dapat mengikuti Pemilu dengan integritas, kejujuran, dan keadilan.

Baca Juga: Profil Bivitri Susanti, Ahli Hukum Tata Negara yang Bintangi Film Dirty Vote

Mengutip dari berbagai sumber pada Senin (12/2/2024) berikut ini rekomendasi lima film yang dijamin tidak hanya menghibur namun juga memperkaya pandangan hidup Anda menjelang perhelatan demokrasi ini.

Dengan begitu, momen ketenangan dapat diisi dengan makna dan inspirasi dari dunia sinema yang begitu kaya dan beragam.

1. Autobiography

Autobiography merupakan film Indonesia yang disutradarai oleh Makbul Mubarak yang tayang pada 19 Januari 2023 lalu. Sebelumnya, film ini telah diputar pada Festival Film Venesia dan Jogja-NETPAC Asian Film Festival pada tahun 2022.

Film ini menceritakan tentang Rakib (Kevin Ardilova) yang bekerja sebagai penjaga rumah kosong punya seorang purnawirawan bernama Purna (Arswendy bening Swara).

Pada suatu hari, Purna kembali ke kampung halamannya dengan tujuan mencalonkan diri sebagai bupati. Rumah yang sebelumnya dijaga oleh Rakib kini tidak lagi sepi. Seiring berjalannya waktu, setiap hari Rakib menemani Purna dalam menjalankan berbagai kegiatan sebagai calon bupati, termasuk berkampanye dan memasang spanduk.

Dalam perjalanan tersebut, Rakib mulai melihat sosok seorang ayah yang selama ini diidamkannya dalam diri Purna. Namun, semua pandangan dan harapan Rakib mengalami perubahan tiba-tiba akibat suatu kejadian yang tak terduga.

Dengan begitu, film ini akan membuka perspektif baru mengenai hubungan manusia, pengampunan, dan pencarian jati diri yang mendalam.

2. Laut Bercerita (The Sea Speaks His Name)

Film pendek "Laut Bercerita" merupakan adaptasi dari novel berjudul sama, yakni "Laut Bercerita" karya Leila S. Chudori, dan memiliki durasi selama 40 menit.

Sutradara Pritagita Arinegara adalah orang di balik kreativitas dan penyutradaraan film ini.

Film ini menggambarkan cerita yang memiliki benang merah atau intisari dari novel "Laut Bercerita". Intisari yang diangkat dalam film ini adalah bentuk penyiksaan dan perlakuan tidak adil yang diterapkan oleh pemerintah Orde Baru terhadap aktivis pada latar belakang tahun 1998.

3. Istirahatlah Kata-kata

Istirahatlah Kata-Kata adalah sebuah film drama biografi Indonesia yang dirilis pada tahun 2016. Film ini ditulis, disutradarai, dan diproduksi oleh Yosep Anggi Noen.

Film ini mengangkat kisah tentang aktivis dan penyair yang hilang, yaitu Widji Thukul.

Dalam film ini digambarkan perjalanan dramatis Widji Thukul, seorang penyair yang terkenal karena karyanya yang kritis terhadap rezim Suharto di Indonesia. Pada saat terjadinya kerusuhan di Jakarta pada bulan Juli 1996, Thukul tetap gigih dalam mengungkapkan kritiknya meskipun menghadapi ancaman.

Kemudian, pemerintah menyalahkannya sebagai provokator, sehingga Thukul terpaksa melarikan diri ke Pontianak dan menghabiskan 8 bulan dalam pengasingan.

4. Di Balik 98

Film besutan sutradara Lukman Sardi ini perdana tayang pada 2015. helsea Islan dan Boy William dipercayakan sebagai pemeran utama dalam film ini yang mengambil inspirasi dari kisah nyata tragedi tahun 1998.

Dengan durasi penayangan selama 106 menit, film "Di Balik 98" mengisahkan perjuangan seseorang untuk mencari keluarganya kembali di tengah-tengah gejolak tragedi kerusuhan yang dipicu oleh krisis moneter pada tahun 1998.

5. Gie

Film Gie adalah sebuah film biografi yang mengangkat kisah kehidupan seorang pemuda berketurunan Tionghoa yang terkenal sebagai seorang aktivis dan penulis kritis pada dekade 1960-an.

Tokoh utama dalam cerita ini adalah Soe Hok Gie, yang akrab dipanggil Gie, seorang pribadi yang unik dengan pandangan hidup yang tidak lazim dibandingkan dengan kebanyakan orang.

Film Gie adalah sebuah karya biografi yang mengisahkan kehidupan seorang pemuda keturunan China yang terkenal sebagai seorang aktivis dan penulis kritis pada tahun 1960-an. Soe Hok Gie, yang akrab dipanggil Gie, merupakan tokoh yang unik dengan pandangan hidup yang berbeda dari kebanyakan orang.

Disutradarai oleh Riri Riza dan diproduksi oleh Miles Films serta SinemArt Pictures, film ini memandu penonton melalui perjalanan hidup Gie yang dipenuhi dengan perjuangan dan penuh inspirasi.

Baca Juga: Nobar dan Diskusi Film Dokumenter Dirty Vote Dibatalkan, Netizen: Masa Tenang Kok Panik...

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
D