Lirik Lagu Buruh Tani dari Marjinal, Ciri Khas Mahasiswa Saat Menyuarakan Aspirasi Melalui Unjuk Rasa

AKURAT.CO Lirik lagu Buruh Tani dari Marjinal kembali viral karena sering dinyanyikan oleh mahasiswa Indonesia saat sedang unjuk rasa di depan gedung pemerintahan.
Selain mahasiswa, ternyata saat kampanye Anies Baswedan di Surabaya juga menyanyikan lagu Buruh Tani bersama-sama dengan para pendukung calon presiden (capres) nomor urut 01.
Maka dari itu, banyak masyarakat yang penasaran dengan makna lagu Buruh Tani ini karena masih sering digunakan meski sudah puluhan tahun.
Lagu Buruh Tani pertama kali dibuat oleh Safii Kemamang pada tahun 1996, kemudian dipopulerkan kembali oleh Marjinal, dan menjadi semakin terkenal hingga saat ini.
Salah satu alasan lagu Buruh Tani sering dinyanyikan oleh mahasiswa dan buruh selama demonstrasi, karena sudah menceritakan kegelisahan dan aspirasi yang harus didengar pemerintah.
Lagu Buruh Tani sudah sangat melekat dengan mahasiswa karena sering mengiringi mahasiswa saat berangkat ke jalan untuk menyuarakan aspirasi mereka melalui demonstrasi ke pemerintah.
Mengutip berbagai sumber, Selasa (14/2/2024), berikut ini lirik lagu Buruh Tani dari Marjinal yang sering dinyanyikan mahasiswa.
Lirik Lagu Buruh Tani Mahasiswa
Buruh, tani, mahasiswa, rakyat miskin kota
Bersatu padu rebut demokrasi
Bersatu tekad dalam satu suara
Demi tugas suci yang mulia
Hari-hari esok adalah milik kita Terciptanya masyarakat sejahtera
Terbentuknya tatanan masyarakat Indonesia baru tanpa orba
Marilah kawan mari kita kabarkan
Di tangan kita tergenggam arah bangsa
Marilah kawan mari kita nyanyikan
Sebuah lagu tentang pembebasan
Di bawah kuasa tirani
Kususuri garis jalan ini
Berjuta kali turun aksi
Bagiku satu langkah pasti
Berjuta kali turun aksi
Bagiku satu langkah pasti
Itulah lirik lengkap lagu Buruh Tani yang wajib diketahui mahasiswa baru agar sudah hafal dan bisa ikut menyuarakan aspirasi juga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









