Akurat
Pemprov Sumsel

Kronologi Pembatalan Konser Taylor Swift di Austria, Ancaman Teroris ISIS hingga Tindakan Cepat Pemerintah

Sulthony Hasanuddin | 8 Agustus 2024, 23:41 WIB
Kronologi Pembatalan Konser Taylor Swift di Austria, Ancaman Teroris ISIS hingga Tindakan Cepat Pemerintah

 

 

AKURAT.CO Konser Taylor Swift yang dijadwalkan berlangsung di Wina minggu ini dibatalkan setelah pemerintah Austria mengonfirmasi adanya rencana serangan teroris di stadion.

Konser Taylor Swift dijadwalkan berlangsung di Stadion Ernst Happel itu diharapkan dihadiri sekitar 195 ribu penggemar, banyak di antaranya datang dari luar negeri untuk menyaksikan langsung penampilan superstar pop tersebut.

Pihak berwenang melaporkan pada Kamis (8/8/2024) bahwa seorang remaja Austria telah ditangkap terkait dugaan rencana serangan terhadap konser Taylor Swift itu.

Baca Juga: Swifties Berduka! Konser Taylor Swift di Austria Dibatalkan karena Ancaman ISIS

Kanselir Austria, Karl Nehammer, mengatakan bahwa sebuah tragedi sebelum konser Taylor Swift berhasil dihindari.

"Berkat kerja sama intensif antara kepolisian kami dan Direktorat Keamanan dan Intelijen Nasional (DSN) dengan dinas luar negeri, ancaman ini terdeteksi sejak dini, dilawan, dan tragedi berhasil dicegah," kata Nehammer dalam sebuah unggahan di platform media sosial X, dikutip Kamis (8/8/2024).

"Setelah menerima konfirmasi dari pejabat pemerintah tentang rencana serangan teroris di Stadion Ernst Happel, kami tidak punya pilihan selain membatalkan tiga konser yang dijadwalkan demi keselamatan semua orang," ujar Barracuda.music, penyelenggara acara, dalam sebuah unggahan di Instagram.

Mereka menambahkan bahwa semua tiket akan otomatis dikembalikan.

Baca Juga: Bercerai, Andre Taulany: Anak Sih Asyik-asyik aja

Tersangka, yang namanya tidak disebutkan, merencanakan serangan mematikan di antara sekitar 20 ribu penggemar Swift yang akan berkumpul di luar Stadion Ernst Happel.

"Dia ingin melancarkan serangan di area luar stadion, membunuh sebanyak mungkin orang menggunakan pisau atau bahkan menggunakan bahan peledak yang telah dibuatnya," jelas Kepala Intelijen Nasional Austria, Omar Haijawi-Pirchner, seraya menambahkan bahwa tidak ada ancaman eksplisit terhadap konser lainnya.

Dua remaja Austria lainnya yang berusia 17 dan 15 tahun, juga ditahan pada Rabu atas rencana serangan yang digagalkan tersebut.

Baca Juga: PDIP Tak Khawatir Soal Isu Kotak Kosong di Pilkada Jakarta 2024

Menurut pihak berwenang, tersangka utama telah melakukan radikalisasi sendiri, mengubah penampilannya, dan menyebarkan propaganda Islamis secara daring.

Sebelum pengumuman pembatalan, polisi sempat menyatakan bahwa konser akan tetap berlangsung dengan peningkatan pemeriksaan masuk dan pencarian pribadi, serta penempatan unit khusus termasuk tim anti-teror dan penjinak bom, dengan saran kepada publik untuk datang lebih awal.

Baca Juga: Lirik Lagu Cinta Terakhirku Oleh Arsy Widianto feat Syifa Hadju yang Bikin Baper

Tiga konser Taylor Swift dijadwalkan berlangsung di Wina dari hari ini hingga Sabtu.

Polisi sebelumnya memperkirakan sekitar 65 ribu orang akan menghadiri setiap konser, serta hingga 15 ribu orang tanpa tiket yang berada di luar stadion, yang menambah kekhawatiran keamanan.

Konser ini seharusnya menjadi bagian dari The Eras Tour yang memecahkan rekor oleh penyanyi-penulis lagu asal Amerika tersebut, yang dimulai pada 17 Maret 2023 di Glendale, Arizona, AS, dan dijadwalkan berakhir pada 8 Desember 2024 di Vancouver, Kanada.

Baca Juga: Megawati Soekarnoputri: Generasi Muda Harus Seimbangkan Modernitas dan Budaya Bangsa

Taylor Swift (34) belum memberikan komentar terkait pembatalan ini di akun Instagram resminya yang memiliki 283 juta pengikut.

Setelah Wina, Swift dijadwalkan untuk tampil di London dengan enam konser di Stadion Wembley, mulai 15 Agustus.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.