Siapakah ISIS? Kelompok yang Terlibat dalam Pembatalan Konser Taylor Swift di Austria

AKURAT.CO Pembatalan mendadak konser Taylor Swift di Wina mengejutkan penggemar di seluruh dunia.
Ancaman yang menyebabkan pembatalan konser Taylor Swift itu terkait dengan seorang pemuda Austria berusia 19 tahun yang telah berjanji setia kepada Islamic State (ISIS).
Meski ISIS telah dikalahkan di Timur Tengah, kelompok militan ini masih berusaha membangun kembali kekuatannya dengan serangan sporadis, seperti rencana serangan di konser Taylor Swift tersebut.
Baca Juga: Swifties Berduka! Konser Taylor Swift di Austria Dibatalkan karena Ancaman ISIS
Lantas Siapakah ISIS?
Lebih lanjut, berikut sejarah berdirinya ISIS, taktik baru hingga kehadiran global kelompok militan tersebut.
Islamic State, juga dikenal sebagai ISIS, ISIL, atau Daesh, adalah kelompok militan Sunni yang pernah menguasai wilayah luas di Suriah dan Irak dari 2014 hingga 2017.
Di puncak kekuasaannya, mereka mendirikan kekhalifahan yang menerapkan hukum Islam versi ekstrem mereka dengan kekerasan brutal, termasuk pembunuhan massal dan penyiksaan terhadap lawan.
Sejarah Singkat ISIS
Pada masa kejayaannya, ISIS dipimpin oleh Abu Bakr al-Baghdadi, yang menyatakan dirinya sebagai "khalifah" bagi semua Muslim.
Baca Juga: PDIP Tak Khawatir Soal Isu Kotak Kosong di Pilkada Jakarta 2024
Namun, setelah kampanye militer intensif oleh koalisi internasional yang dipimpin AS, kekhalifahan IS runtuh di Irak dan Suriah.
Al-Baghdadi tewas dalam serangan pasukan khusus AS pada tahun 2019.
Taktik Baru ISIS di Timur Tengah
Setelah kekalahan di Timur Tengah, ISIS beralih ke taktik perang gerilya. Kelompok ini sekarang beroperasi melalui sel-sel otonom yang tersebar dan melakukan serangan hit-and-run.
Sementara itu, sebagian besar pejuang asingnya telah melarikan diri ke Afghanistan, Suriah, dan Pakistan, bergabung dengan cabang ISIS-Khorasan (ISIS-K).
Ekspansi Global
Ancaman yang memaksa pembatalan konser Taylor Swift ini menunjukkan bahwa meskipun ISIS kehilangan wilayahnya, mereka masih bisa mengorganisir serangan mematikan di luar negeri.
ISIS bahkan telah memperluas pengaruhnya ke beberapa bagian Afrika. Di Uganda, kelompok militan yang terhubung dengan IS, Allied Democratic Forces (ADF), telah melancarkan serangkaian serangan brutal.
Baca Juga: Lirik Lagu Cinta Terakhirku Oleh Arsy Widianto feat Syifa Hadju yang Bikin Baper
Beberapa kelompok di Afrika Barat dan Sahel juga telah menyatakan kesetiaan mereka kepada IS, mengendalikan wilayah luas di Mali, Niger, dan Burkina Faso.
Kekuatan Keseluruhan
Meski kekuatannya telah menurun, ISIS masih dianggap sebagai ancaman serius di beberapa wilayah dunia, terutama di Afrika dan Timur Tengah.
Laporan dari U.S. National Counterterrorism Center bahkan menyebutkan bahwa cabang-cabang ISIS di Afrika masih aktif dalam pemberontakan dan mungkin siap untuk ekspansi lebih lanjut.
Baca Juga: PDIP Legowo jika Kader Andalannya Tak Bisa Maju di Pilkada 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








