Review Film The Conjuring: Last Rites (2025) — Penutup Emosional atau Sekadar Mengulang Formula?

AKURAT.CO Nama The Conjuring sudah menjadi salah satu waralaba horor paling sukses di Hollywood. Sejak film pertamanya rilis tahun 2013, kisah pasangan paranormal Ed dan Lorraine Warren berkembang luas, melahirkan berbagai spin-off seperti Annabelle, The Nun, hingga The Curse of La Llorona. Selama lebih dari satu dekade, dunia sinematik ini tidak hanya menghadirkan ketakutan, tetapi juga membangun lore yang kaya dengan kasus-kasus nyata yang difiksi-kan.
Ketika Warner Bros. mengumumkan The Conjuring: Last Rites (2025), banyak fans bertanya-tanya: apakah ini benar-benar akhir dari kisah Warrens, atau sekadar judul yang menimbulkan hype? Dengan judul Last Rites—yang bisa berarti “ritual terakhir”—ekspektasi langsung tinggi: penutup penuh emosi, mencekam, dan tentu saja monumental.
Sekilas Film: Plot, Sutradara, dan Unsur Baru
Film ini disutradarai oleh Michael Chaves, yang sebelumnya menggarap The Conjuring: The Devil Made Me Do It (2021). Setting waktu diletakkan pada tahun 1986, beberapa tahun setelah kasus Arne Johnson. Ceritanya berpusat pada cermin angker yang tidak hanya mengganggu kehidupan orang lain, tapi juga menyeret keluarga Warren sendiri.
Yang membuat film ini berbeda adalah peran Judy, putri Ed dan Lorraine, yang kini terlibat lebih dalam. Penonton disuguhkan perpaduan horor klasik ala Conjuring—pintu berderit, mainan bergerak sendiri, bayangan samar di pojok ruangan—dengan lapisan drama keluarga emosional.
Durasi film sekitar 135 menit, dengan rating R, membuat tone cerita lebih gelap, penuh ketegangan, dan sesekali menampilkan adegan berdarah.
Sumber: Roger Ebert, Rotten Tomatoes
Reaksi Kritikus: Antara Pujian dan Kritik Tajam
Di kalangan kritikus, The Conjuring: Last Rites menuai reaksi campuran. Skor agregat di Rotten Tomatoes menunjukkan posisi moderat—tidak buruk, tapi juga bukan masterpiece.
-
Pujian:
Beberapa ulasan menilai chemistry Vera Farmiga dan Patrick Wilson tetap menjadi jantung film. Akting keduanya menghadirkan kedalaman emosional yang jarang terlihat di film horor komersial. Bahkan, Rotten Tomatoes Editorial menyebut film ini memiliki “surprisingly emotional core” yang membuatnya lebih dari sekadar parade jump scare. -
Kritik:
Di sisi lain, media seperti Vulture menyoroti perubahan tonal yang kadang terasa camp, sehingga ketegangan horor malah berubah menjadi melodrama. Houston Chronicle juga menilai film terlalu mengandalkan formula lama: build-up lambat, jump scare yang mudah ditebak, serta trik horor yang sudah sering dipakai dalam seri ini.
Sumber: Rotten Tomatoes Editorial, Vulture, Houston Chronicle
Apa yang Membuat Film Ini Tetap Bekerja?
Meski banyak kritik, ada sejumlah aspek yang membuat film ini masih layak ditonton, terutama bagi fans:
-
Chemistry kuat Ed–Lorraine: Patrick Wilson dan Vera Farmiga kembali membuktikan mengapa mereka jadi ikon waralaba ini.
-
Set piece horor efektif: Beberapa adegan dibuat dengan detail visual yang mampu memicu teriakan penonton di bioskop.
-
Kekuatan emosional: Adanya drama keluarga membuat film terasa lebih personal, seakan penonton ikut menjadi bagian dari kehidupan Warrens.
Sumber: Roger Ebert, Rotten Tomatoes Editorial
Titik Lemah yang Mengurangi Kekuatan Horor
Namun, tak sedikit hal yang justru membuat film ini terasa kurang segar:
-
Pacing lambat di paruh awal membuat sebagian penonton kehilangan fokus.
-
Formula repetitif membuat horor terasa bisa ditebak.
-
Drama keluarga dominan, yang bagi sebagian fans lebih mirip drama ketimbang horor murni.
Sumber: Vulture, Houston Chronicle
Reaksi Fans & Misteri Post-Credits Scene
Menariknya, reaksi fans juga terbelah. Ada yang puas karena merasa film ini adalah penutup yang emosional, namun tidak sedikit pula yang menganggapnya terlalu melodramatis.
Salah satu hal yang memicu diskusi adalah post-credits scene. Adegan ini kembali menampilkan cermin angker, seakan membuka peluang baru bagi spin-off atau bahkan babak lanjutan dari Conjuring Universe. Banyak fans berspekulasi bahwa judul Last Rites hanyalah penutup bagi kisah Ed–Lorraine, bukan berarti akhir dari keseluruhan waralaba.
Sumber: The Times of India, Indiatimes
Analisis: Mengapa Kritikus dan Fans Bisa Berbeda Pandangan?
Perbedaan ini sebenarnya wajar. Fans setia yang mencari emosi, nostalgia, dan chemistry karakter utama cenderung merasa puas. Sementara kritikus, yang lebih fokus pada inovasi sinematik dan orisinalitas horor, menganggap film ini tidak membawa sesuatu yang benar-benar baru.
Seperti yang ditulis oleh Rotten Tomatoes Editorial, film ini lebih unggul di level perasaan (feeling) daripada ketakutan (fright).
Sumber: Rotten Tomatoes Editorial, Vulture
Catatan Teknis untuk Penonton 18–35 Tahun
-
Durasi & ritme: 135 menit; pacing lambat di awal, tapi klimaks panjang memberi payoff emosional.
-
Rating R: penuh kekerasan dan adegan menegangkan, tidak cocok untuk penonton di bawah 17 tahun.
-
Lore horor: cermin angker jadi elemen sentral, yang kemungkinan masih akan dieksplor lebih jauh.
Sumber: Roger Ebert, SlashFilm, Screen Rant
Untuk Siapa Film Ini Cocok?
-
Wajib nonton di bioskop: kalau kamu penggemar berat Conjuring Universe dan ingin merasakan ketegangan di layar lebar, lengkap dengan nuansa emosional.
-
Lebih baik tunggu streaming: kalau kamu bukan superfans, atau mudah bosan dengan formula horor yang terasa familiar.
-
Wajib ikuti diskusi online: kalau kamu suka membedah lore, easter egg, dan spekulasi soal masa depan waralaba.
Sumber: Rotten Tomatoes, Indiatimes
Kesimpulan: Perpisahan Manis atau Ulangan Basi?
The Conjuring: Last Rites (2025) bisa dibilang sebagai film yang mencoba menutup saga Warrens dengan nada emosional. Bagi fans, film ini terasa seperti salam perpisahan yang hangat. Namun bagi pencari horor segar, film ini bisa dianggap kehabisan ide.
Jika kamu mengikuti perjalanan Conjuring Universe sejak awal, menonton di bioskop akan memberi pengalaman maksimal. Tapi kalau kamu mencari inovasi horor baru tanpa banyak drama keluarga, menunggu rilis streaming adalah pilihan yang lebih bijak.
Baca Juga: Mau Nonton Film The Conjuring: Last Rites Dimana? Cek Link Nonton Resminya di Sini, Bukan di LK21!
Baca Juga: Sinopsis The Conjuring Last Rites: Babak Akhir Kisah Ed dan Lorraine Warren yang Kontroversial
FAQ
1. Apakah The Conjuring: Last Rites benar-benar film terakhir di franchise ini?
Tidak ada konfirmasi resmi bahwa ini film terakhir dari Conjuring Universe. Judul Last Rites lebih mengisyaratkan penutup bagi kisah Ed dan Lorraine Warren, namun adegan post-credits justru membuka peluang spin-off baru.
2. Siapa pemeran utama dalam The Conjuring: Last Rites?
Film ini kembali menampilkan Vera Farmiga sebagai Lorraine Warren dan Patrick Wilson sebagai Ed Warren. Keduanya tetap menjadi pusat emosional cerita, dengan tambahan peran penting dari putri mereka, Judy.
3. Apa yang menjadi fokus cerita film The Conjuring: Last Rites?
Plot berfokus pada sebuah cermin angker yang menyeret keluarga Warren sendiri. Selain horor klasik khas franchise, film ini menonjolkan unsur drama keluarga dan trauma emosional.
4. Bagaimana tanggapan kritikus terhadap film ini?
Kritikus memberi respons campuran. Akting Vera Farmiga dan Patrick Wilson dipuji, sementara pacing lambat dan formula horor yang repetitif mendapat kritik. Skor agregat di Rotten Tomatoes pun berada di kategori “mixed to positive”.
5. Apakah ada post-credits scene di The Conjuring: Last Rites?
Ya, ada. Adegan post-credits menampilkan kembali haunted mirror, yang memicu spekulasi adanya kelanjutan cerita atau spin-off baru.
6. Berapa durasi dan rating film The Conjuring: Last Rites?
Durasi film sekitar 135 menit dengan rating R, sehingga mengandung adegan horor berdarah dan tidak cocok untuk penonton di bawah 17 tahun.
7. Apakah lebih baik menonton di bioskop atau menunggu streaming?
Kalau kamu fans berat Conjuring Universe, pengalaman bioskop akan terasa lebih seram dan emosional. Namun, kalau kamu bukan superfans, menunggu rilis streaming mungkin pilihan yang lebih tepat.
8. Apa saja kekuatan utama film ini?
Chemistry pemeran utama, set piece horor yang efektif, dan inti emosional yang kuat membuat film ini tetap menarik untuk ditonton, meski beberapa bagiannya terasa familiar.
9. Apa kelemahan terbesar film The Conjuring: Last Rites?
Pacing yang lambat, jump scare yang terkesan diulang, serta dominasi drama keluarga membuat sebagian penonton merasa film kurang menakutkan dibanding seri sebelumnya.
10. Untuk siapa film ini cocok ditonton?
Film ini cocok bagi usia 18–35 tahun yang menyukai horor sinematik dengan balutan drama emosional. Fans lama Conjuring Universe akan lebih bisa menikmati, sementara penonton yang mencari inovasi horor mungkin merasa kurang puas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









