Sudah 38 Musisi yang Batal Manggung di Pestapora 2025, Sponsor Tambang Jadi Sorotan

AKURAT.CO Gelaran festival musik Pestapora 2025 yang seharusnya jadi ajang selebrasi justru diwarnai kontroversi. Sejumlah musisi memutuskan membatalkan penampilan mereka setelah mengetahui salah satu sponsor acara merupakan perusahaan tambang. Keputusan ini memunculkan perdebatan di kalangan publik, terlebih karena pada edisi 2023 lalu, Pestapora sempat bekerja sama dengan Greenpeace yang dianggap selaras dengan semangat keberlanjutan.
Gelombang Pembatalan Penampilan Sejak Dini Hari
Pengumuman pembatalan mulai bermunculan sejak Sabtu dini hari, 6 September 2025. Seiring waktu, semakin banyak musisi yang menyatakan tidak jadi tampil. Hingga siang hari, daftar tersebut masih terus bertambah.
Salah satu nama yang cukup mengejutkan adalah Banda Neira. Grup musik ini sejatinya dijadwalkan mengisi panggung Riang Gembira pada pukul 15.20 WIB di hari kedua. Namun, melalui pernyataan resmi, mereka memilih mundur dan menyampaikan permintaan maaf kepada penggemar.
“Musik bagi kami itu seperti janji pada diri sendiri, agar apa yang kami lakukan sejalan dengan nurani, dan selalu memikirkan yang tersisih dan terpinggirkan,” tulis Banda Neira.
Keputusan serupa diambil The Panturas. Mereka seharusnya tampil di panggung yang sama pada pukul 18.55 WIB, tetapi akhirnya membatalkan diri. Menariknya, mereka menyatakan akan mendonasikan seluruh hasil penjualan merchandise di Pestapora 2025 untuk masyarakat Papua melalui Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI).
Bilal Indrajaya bersama The Corleones juga menambah panjang daftar musisi yang mundur. Padahal, mereka dijadwalkan tampil pada Minggu, 7 September 2025. Bilal menyebut keputusan ini muncul karena faktor di luar kendali pihaknya, meski ia menyadari hal tersebut mengecewakan penonton yang telah menanti.
“Semoga ke depan, musik selalu jadi ruang aman bagi semua untuk bersuara dan berekspresi,” ungkap Bilal.
Deretan Nama Besar yang Ikut Mundur
Bukan hanya musisi independen, sejumlah nama besar juga mengambil langkah sama. Hindia, .Feast, Silampukau, hingga Petra Sihombing menyatakan batal tampil. Bahkan, beberapa band dan solois lain seperti Morad, Whitechorus, Reruntuh, Poris, dan Harum Manis turut menegaskan keputusan serupa.
Secara keseluruhan, daftar musisi yang memutuskan mundur semakin panjang. Berikut beberapa di antaranya: Barefood, Durga, Keep It Real, Rrag, Negatifa, Ornament, Kenya, Pelteras, Centra, Navicula, The Jeblogs, Swellow, Sukatani, Kelelewar Malam, Rekah, Leipzig, Xin Lie, Cloudburst, Tarrkam, Filler, Skandal, The Cottons, Sprayer, dan masih banyak lagi.
Daftar ini kian menegaskan bahwa protes kolektif musisi terhadap keterlibatan sponsor tambang bukanlah hal kecil, melainkan gelombang yang serius.
Musisi yang Tetap Tampil dengan Sikap Kritis
Meski banyak yang mundur, tidak sedikit musisi tetap memilih naik panggung dengan cara mereka sendiri. Salah satunya adalah Nadin Amizah. Ia mengaku hatinya diliputi kegelisahan, tetapi tetap tampil dengan pertimbangan bahwa hampir 80 persen panggung musik di Indonesia sulit lepas dari sponsor yang mungkin bertolak belakang dengan nilai-nilai pribadi.
“Maka dari itu, saya menyampaikan bahwa sponsor dari acara yang saya secara pribadi tetap hadiri tidak berbicara tentang moral dan perjuangan yang saya junjung tinggi,” ujar Nadin.
Rebellion Rose juga mengambil langkah unik dengan berorasi bersama penonton, bukan dari atas panggung, sekaligus menolak menerima bayaran. Yacko memutuskan menyumbangkan seluruh honornya ke WALHI, sementara Texpack tidak mengambil bayaran sama sekali. Hal serupa dilakukan Sal Priadi yang mendonasikan fee penampilannya.
Selain itu, kolektif IKLIM bersama Music Declares Emergency Indonesia memilih tetap hadir di rangkaian acara “Earhouse Saling Jaga”. Mereka menjadikan panggung tersebut sebagai ruang diskusi bertajuk “Suara Darurat untuk Perubahan” dan momentum untuk menyuarakan solidaritas bagi Papua.
Respons Pestapora: Akhiri Kerja Sama dengan Freeport
Di tengah derasnya kritik, pihak penyelenggara akhirnya mengumumkan penghentian kerja sama dengan PT Freeport Indonesia. Informasi tersebut disampaikan melalui akun resmi Instagram @pestapora pada Sabtu dini hari, 6 September 2025.
Keputusan ini menjadi respons langsung atas kontroversi yang berkembang, meski belum cukup untuk menghentikan gelombang protes dari musisi.
Daftar Musisi yang Batal Tampil di Pestapora 2025
-
Barefood
-
Durga
-
Keep It Real
-
Rrag
-
Negatifa
-
Ornament
-
Kenya
-
Pelteras
-
Petra Sihombing
-
Centra
-
Navicula
-
The Jeblogs
-
Swellow
-
Sukatani
-
Kelelewar Malam
-
Rekah
-
Leipzig
-
Xin Lie
-
Cloudburst
-
Tarrkam
-
Hindia
-
.Feast
-
Filler
-
Skandal
-
The Cottons
-
Sprayer
-
Whitechorus
-
Morad
-
Reruntuh
-
Silampukau
-
Poris
-
Harum Manis
-
Bilal Indrajaya bersama The Corleones
-
The Panturas
-
Banda Neira
-
Ali
-
Dongker dan Jason Ranti
-
Crève, Ouverte!
Penutup
Kontroversi di Pestapora 2025 menjadi gambaran nyata betapa eratnya kaitan antara musik, nilai, dan isu sosial. Gelombang mundurnya musisi menunjukkan bahwa panggung hiburan tidak bisa dipisahkan dari sikap politik dan moral para pengisinya.
Situasi ini juga mengingatkan bahwa festival musik bukan sekadar hiburan, melainkan ruang pertemuan gagasan yang bisa memicu perubahan. Jika kamu ingin mengikuti perkembangan terbaru seputar polemik Pestapora 2025 dan dunia musik Indonesia, pantau terus update berikutnya di sini.
Baca Juga: Jadwal Festival Pestapora 2025: Mulai dari King Nassar hingga Slank!
Baca Juga: ESDM Tegaskan Izin Ekspor Freeport Tak Akan Diperpanjang Lagi
FAQ seputar Musisi yang Batal Tampil di Pestapora 2025
1. Kenapa banyak musisi batal tampil di Pestapora 2025?
Banyak musisi memilih mundur karena salah satu sponsor Pestapora 2025 adalah perusahaan tambang. Mereka menilai hal itu bertentangan dengan nilai yang selama ini mereka perjuangkan, khususnya isu lingkungan.
2. Siapa saja musisi besar yang batal tampil?
Beberapa nama besar yang batal tampil antara lain Hindia, .Feast, Petra Sihombing, Silampukau, The Panturas, Bilal Indrajaya, dan Banda Neira. Selain itu, puluhan musisi lain dari berbagai genre juga menyatakan mundur.
3. Berapa total musisi yang batal tampil di Pestapora 2025?
Hingga Sabtu, 6 September 2025, tercatat ada 38 musisi/penampil yang resmi mengumumkan pembatalan. Jumlah ini bisa saja bertambah jika ada keputusan baru dari musisi lainnya.
4. Apakah semua musisi batal tampil di Pestapora 2025?
Tidak. Beberapa musisi tetap memilih tampil, tetapi dengan cara mereka menunjukkan sikap kritis. Contohnya, Nadin Amizah tetap tampil sambil menyuarakan keresahannya, Yacko mendonasikan honornya ke WALHI, dan Rebellion Rose berorasi bersama penonton tanpa mengambil fee.
5. Bagaimana respons resmi dari pihak Pestapora?
Pihak penyelenggara akhirnya mengumumkan penghentian kerja sama dengan PT Freeport Indonesia sebagai sponsor. Pernyataan resmi tersebut disampaikan melalui akun Instagram @pestapora pada Sabtu dini hari, 6 September 2025.
6. Apakah ada musisi yang tetap hadir untuk menggelar aksi atau diskusi?
Ya. Kolektif IKLIM bersama Music Declares Emergency Indonesia memanfaatkan rangkaian Pestapora di “Earhouse Saling Jaga” untuk menggelar diskusi bertajuk Suara Darurat untuk Perubahan sekaligus menyuarakan solidaritas bagi Papua.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









