Akurat
Pemprov Sumsel

Nyatakan Tetap Tampil di Pestapora 2025, Inilah yang Dilakukan Para Musisi Ini

Naufal Lanten | 6 September 2025, 14:49 WIB
Nyatakan Tetap Tampil di Pestapora 2025, Inilah yang Dilakukan Para Musisi Ini

AKURAT.CO Festival musik Pestapora 2025 tengah jadi sorotan publik. Di saat puluhan musisi memilih mundur karena protes terhadap keterlibatan sponsor tambang, ada pula sejumlah musisi yang tetap naik panggung. Menariknya, mereka tidak sekadar tampil, melainkan membawa sikap kritis dan cara tersendiri untuk menyuarakan keresahan.

Dilema Musisi: Antara Prinsip dan Panggung Musik

Isu sponsor yang dianggap bermasalah membuat banyak musisi berada di persimpangan. Sebagian memilih mundur demi konsistensi sikap, sementara sebagian lain tetap tampil dengan pertimbangan realistis. Bagi sebagian musisi, panggung musik adalah ruang ekspresi yang tidak bisa begitu saja ditinggalkan, meski ada nilai yang terasa berbenturan.

Nadin Amizah: Tampil dengan Rasa Gelisah

Nama Nadin Amizah jadi salah satu yang paling banyak dibicarakan. Ia mengaku hatinya penuh kegelisahan, tetapi tetap memutuskan hadir di atas panggung. Menurut Nadin, jika seluruh acara musik yang ditopang sponsor dengan nilai bertentangan harus dihindari, maka sekitar 80 persen panggung musik di Indonesia akan tertutup bagi musisi.

“Maka dari itu, saya menyampaikan bahwa sponsor dari acara yang saya secara pribadi tetap hadiri tidak berbicara tentang moral dan perjuangan yang saya junjung tinggi,” ujar Nadin melalui fitur Story di Instagramnya, dikutip Sabtu, 6 September 2025.

Keputusan Nadin ini memperlihatkan dilema musisi muda dalam menghadapi realita industri hiburan: memilih tetap eksis sambil menjaga suara kritis.

Rebellion Rose: Orasi di Tengah Penonton

Berbeda dari biasanya, Rebellion Rose memanfaatkan Pestapora sebagai panggung untuk berorasi bersama penonton. Mereka tidak berbicara dari atas panggung, melainkan sejajar dengan audiens. Menariknya lagi, mereka memutuskan tidak mengambil fee sama sekali, menjadikan aksi ini sebagai bentuk solidaritas nyata.

Yacko, Texpack, dan Sal Priadi: Fee untuk Lingkungan

Beberapa musisi lain memilih tetap tampil, tetapi dengan langkah konkret yang mendukung isu lingkungan. Yacko misalnya, mengumumkan bahwa seluruh honornya dari Pestapora akan disumbangkan ke Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI).

Sementara itu, Texpack tampil tanpa menerima bayaran sepeser pun, dan Sal Priadi memutuskan mendonasikan fee penampilannya. Aksi ini memperlihatkan bahwa tetap tampil di panggung bukan berarti abai terhadap isu yang diperjuangkan.

Kolektif IKLIM dan Music Declares Emergency: Suara Darurat untuk Perubahan

Selain musisi individu, kolektif IKLIM yang berkolaborasi dengan Music Declares Emergency Indonesia juga memilih hadir. Mereka menggunakan rangkaian acara “Earhouse Saling Jaga” untuk menggelar diskusi bertajuk Suara Darurat untuk Perubahan.

Tujuannya jelas: menggaungkan isu solidaritas untuk Papua dan menolak ketidakadilan serta kerusakan lingkungan. Kehadiran mereka menegaskan bahwa musik bisa menjadi medium edukasi dan perlawanan.

Daftar Musisi yang Batal Tampil di Pestapora 2025:

  • Barefood
  • Durga
  • Keep It Real
  • Rrag
  • Negatifa
  • Ornament
  • Kenya
  • Pelteras
  • Petra Sihombing
  • Centra
  • Navicula
  • The Jeblogs
  • Swellow
  • Sukatani
  • Kelelewar Malam
  • Rekah
  • Leipzig
  • Xin Lie
  • Cloudburst
  • Tarrkam
  • Hindia
  • .Feast
  • Filler
  • Skandal
  • The Cottons
  • Sprayer
  • Whitechorus
  • Morad
  • Reruntuh
  • Silampukau
  • Poris
  • Harum Manis
  • Bilal Indrajaya bersama The Corleones
  • The Panturas
  • Banda Neira
  • Ali
  • Dongker
  • Jason Ranti
  • Crève, Ouverte!
  • Dipha Barus

Baca Juga: Direktur Pestapora Minta Maaf, Puluhan Musisi Batal Tampil karena Sponsor Freeport

Baca Juga: Sudah 38 Musisi yang Batal Manggung di Pestapora 2025, Sponsor Tambang Jadi Sorotan

FAQ

1. Kenapa banyak musisi batal tampil di Pestapora 2025?
Sebanyak lebih dari 30 musisi memutuskan mundur karena salah satu sponsor, PT Freeport Indonesia, dianggap bertentangan dengan nilai-nilai yang mereka junjung, terutama terkait isu lingkungan.

2. Siapa saja musisi besar yang batal tampil?
Beberapa nama penting yang batal tampil antara lain Banda Neira, The Panturas, Bilal Indrajaya bersama The Corleones, Hindia, .Feast, Petra Sihombing, dan Silampukau. Puluhan musisi lain dari berbagai genre juga mundur.

3. Bagaimana respons Direktur Pestapora, Kiki Aulia Ucup?
Kiki Aulia Ucup merilis video permintaan maaf pada Sabtu, 6 September 2025. Ia menyatakan kelalaian pihak penyelenggara terkait kerja sama dengan PT Freeport, menegaskan tidak ada aliran dana dari Freeport, dan memastikan perusahaan tersebut tidak akan hadir di hari kedua dan ketiga festival.

4. Apakah festival tetap berlangsung meski banyak musisi mundur?
Ya. Pestapora 2025 tetap terlaksana dengan line-up yang diperbarui. Pihak penyelenggara memastikan segala beban terkait implikasi pemutusan kerja sama dengan Freeport menjadi tanggung jawab Pestapora sepenuhnya.

5. Apakah semua musisi mundur?
Tidak. Beberapa musisi tetap tampil dengan cara menunjukkan sikap kritis. Contohnya, Nadin Amizah tetap manggung meski gelisah, Rebellion Rose berorasi di tengah penonton tanpa menerima fee, dan Yacko, Texpack, serta Sal Priadi mendonasikan seluruh honor mereka untuk mendukung isu lingkungan.

6. Bagaimana Pestapora menanggapi kritik publik terkait sponsor?
Selain pemutusan kerja sama dengan Freeport, pihak penyelenggara menyatakan akan menampung masukan dari berbagai pihak untuk evaluasi di masa mendatang, memastikan festival tetap berjalan tetapi lebih transparan dan responsif terhadap kritik.

7. Apakah ada pelajaran dari kasus ini untuk festival lain?
Kasus ini menunjukkan pentingnya seleksi sponsor yang selaras dengan nilai acara dan musisi, serta transparansi kepada publik. Festival musik bukan hanya hiburan, tetapi juga cermin moral, nilai, dan tanggung jawab sosial.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.