Akurat
Pemprov Sumsel

Penampilan Perdana Wijaya 80 di JGTC 2025 Disambut Meriah, Ardhito Pramono Guyon soal Mantan

Sri Agustina | 11 November 2025, 20:04 WIB
Penampilan Perdana Wijaya 80 di JGTC 2025 Disambut Meriah, Ardhito Pramono Guyon soal Mantan

AKURAT.CO, Grup musik Wijaya 80 sukses mencuri perhatian penonton lewat penampilan perdana mereka di panggung Jazz Goes To Campus (JGTC) 2025 yang digelar di Kampus Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Depok, Minggu (9/11/2025).

Grup yang digawangi Ardhito Pramono, Hezky Joe, dan Eriksen Jayanto itu tampil penuh semangat di gelaran JGTC ke-48.

Para penggemar mereka yang akrab disebut Wijayanti dan Wijayanto turut memadati area Oppo Stage, menikmati suasana nostalgia lewat nuansa musik khas era 80-an.

Baca Juga: Lewat Panggung JGTC, Raisa Belajar Melepas dengan Hati yang Tenang

Membuka penampilan dengan lagu “Anak Muda,” Wijaya 80 langsung menghidupkan suasana. Lagu yang bercerita tentang kehidupan remaja dan pergaulan modern itu membuat penonton larut dalam energi yang mereka pancarkan.

Di sela-sela penampilan, Ardhito sempat mencairkan suasana dengan candaan khasnya. Ia mengaku pernah memiliki mantan kekasih yang berkuliah di UI, tempat acara tersebut berlangsung.

“Di umur belia kayak teman-teman ini, umur 20–30-an tuh sering banget kegocek sama pemain lama. Saya pernah juga, ternyata gini rasanya sekampus sama mantan,” ujar Ardhito yang disambut riuh tawa penonton.

“Nanti viral lagi. Capek viral mulu, diem aja viral,” tambahnya, membuat suasana semakin hangat.

Tak hanya menghibur lewat musik, Wijaya 80 juga sukses menjalin interaksi akrab dengan penonton yang sebagian besar berasal dari Generasi Z.

Baca Juga: Bikin Bangga, Ardhito Pramono Bawakan Perdana Love Distance di Akurat Fest 2023

Meski mengusung konsep musik dan gaya khas tahun 80-an, band ini mampu membuktikan bahwa karya mereka tetap relevan dan diterima lintas generasi.

Ardhito juga sempat memperkenalkan lagu “Seharusnya Aku” dengan gaya jenaka.

“Ini lagu buat wanita berambut pendek, terinspirasi dari seseorang. Ada sih, lagi di sini. Udah, sampai situ aja,” ujarnya.

Beberapa lagu andalan seperti “Pemain Lama,” “Cukup Dewasa,” “Masih Ada,” hingga “Lagu Terakhir Kali” turut mereka bawakan.

Lagu terakhir menjadi penutup manis sekaligus ungkapan syukur atas debut mereka di ajang jazz tertua di Indonesia tersebut.

“Ini lagu Terakhir Kali, tapi semoga bukan jadi terakhir kali kami tampil di JGTC! Ini penampilan perdana kami dan kami senang banget,” ujar Ardhito di penghujung penampilan.

“Terima kasih untuk JGTC, para Wijayan, dan semua yang sudah dukung Wijaya 80. Kalian luar biasa,” sambungnya.

Selain Wijaya 80, JGTC 2025 juga menghadirkan jajaran musisi papan atas seperti Raisa, Tulus, MALIQ & D’Essentials, Adikara, GAC, Bilal Indrajaya, Monita Tahalea, Lomba Sihir, dan Barasuara, yang turut memeriahkan festival musik tahunan tersebut.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Sri Agustina
R