Buntut Polemik Promosi Film "Aku Harus Mati" Produser Resmi Minta Maaf dan Copot Puluhan Baliho

AKURAT.CO, Pihak rumah produksi film horor "Aku Harus Mati" akhirnya merespons gelombang kritik publik terkait strategi promosi mereka yang dinilai kontroversial.
Melalui perwakilannya, Iwet Ramadhan, tim produksi menyampaikan permohonan maaf terbuka dan memastikan bahwa seluruh materi promosi yang meresahkan telah diturunkan.
Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab atas kegaduhan yang terjadi di ruang publik selama beberapa hari terakhir.
Baca Juga: Sinopsis Ghost in the Cell: Abimana dan Aming Jadi Napi di Film Terbaru Joko Anwar
Penurunan Serentak di 36 Titik
Sebagai tindakan nyata, pihak PH telah menginstruksikan pencopotan baliho di 36 titik yang tersebar di berbagai kota besar di Indonesia.
Meski kampanye tersebut awalnya direncanakan berakhir pada 5 April, tim memutuskan untuk melakukan penyesuaian lebih awal.
"Kami dari PH itu mendengar dan sangat memahami sekali berbagai respons yang muncul dari masyarakat terkait film ini," ujar Iwet Ramadhan melalui sambungan video pada Senin (6/4/2026).
Iwet menambahkan bahwa pihaknya sangat menyesali dampak psikologis atau ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat.
"Saya mewakili produser ingin menyampaikan bahwa kami menyesalkan sekali ketidaknyamanan yang ditimbulkan, khususnya dari bagaimana film ini diperkenalkan di ruang publik," sambungnya.
Menjawab pertanyaan publik mengenai lambatnya respons pihak film, Iwet menjelaskan bahwa mereka perlu memastikan tindakan di lapangan selesai terlebih dahulu sebelum berbicara ke media.
Proses koordinasi perizinan penurunan atribut di puluhan titik diakuinya membutuhkan waktu yang tidak sebentar.
"Kami tidak ingin memberikan statement yang sifatnya itu hanya angan-angan atau rencana-rencana, tapi setelah semuanya memang kami lakukan baru kami memberikan statement," jelas Iwet.
Dia juga mengakui adanya tantangan logistik dalam proses tersebut.
"Koordinasinya cukup apa ya... karena ini banyak sekali pihak kan yang terlibat dalam promosi ini, jadi sehingga memang butuh waktu untuk bisa kita kemudian menurunkan semua materi promosi tersebut," bebernya.
Baca Juga: Film Autopsy: Dead Body Can Talk Angkat Forensik sebagai ‘Saksi Terakhir’ Kebenaran
Pelajaran Berharga bagi Industri Film
Kejadian ini menjadi catatan penting bagi tim produksi dalam merancang kampanye kreatif di masa depan agar tetap selaras dengan norma dan kenyamanan masyarakat.
Iwet menutup pernyataannya dengan mengapresiasi setiap kritik yang masuk sebagai bentuk perhatian publik terhadap karya mereka.
"Ini buat kami jadi pelajaran yang sangat berharga sekali. Kita juga mesti mengucapkan terima kasih banyak yang sebesar-besarnya untuk kritik, masukan, perhatian yang diberikan," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







