Ketika Para Legenda Rock Indonesia Bersatu dalam Manifesto Kebangsaan

AKURAT.CO Publik musik Indonesia menyaksikan peluncuran proyek yang mempertemukan akademisi, pemikir, dan musisi rock dalam satu panggung.
Acara tersebut berlangsung di kawasan Kota Baru Parahyangan, Bandung.
MAHARYA memperkenalkan album debut mereka bertajuk CITRAYUDA, sebuah karya yang mengangkat tema budaya, kebangsaan, dan identitas Indonesia melalui medium musik.
Di tengah perkembangan industri musik yang terus berubah, MAHARYA hadir sebagai kolektif yang beranggotakan akademisi dari berbagai disiplin ilmu, termasuk teknologi informasi, penelitian budaya, sastra, dan filsafat. Kelompok ini mengusung visi untuk mengangkat kembali nilai-nilai kebangsaan yang terinspirasi dari warisan pemikiran dan manuskrip Indonesia.
Melalui musik, MAHARYA menerjemahkan berbagai gagasan tersebut ke dalam komposisi yang memadukan unsur rock dengan tema-tema sejarah, budaya, dan nasionalisme.
Baca Juga: Lirik Lagu Rockstar Oleh Lisa BLACKPINK, Single Terbaru yang Trending di YouTube
THE AVENGERS OF INDONESIAN ROCK
Album “CITRAYUDA” menarik perhatian karena melibatkan sejumlah musisi yang telah dikenal di industri musik Indonesia.
Di lini depan terdapat Satrio Angga, pendiri sekaligus penggagas MAHARYA yang berperan dalam pengembangan proyek ini.
Formasi band juga diperkuat oleh Iram U’Camp, gitaris yang dikenal melalui kiprahnya bersama U’Camp dan kontribusinya di dunia musik rock Indonesia.
Pada posisi bass, Trisnoize/Trisnojoyo turut bergabung sebagai musisi yang telah lama aktif dalam skena musik alternatif Indonesia.
Sementara itu, Obot, drummer dari grup musik Zivilia, berkontribusi pada aspek ritmis album melalui permainan drumnya.
Kolaborasi para musisi dari latar belakang dan generasi yang berbeda tersebut menjadi salah satu elemen utama dalam pembentukan karakter musikal.
MERAJUT KEBERSAMAAN LEWAT MUSIK, TEKNOLOGI, DAN KEBANGSAAN
Di balik proyek ini terdapat Satrio Angga, yang berperan dalam menghubungkan berbagai unsur kreatif di MAHARYA.
Berbeda dari banyak pendiri grup musik rock, Satrio Angga memiliki latar belakang di bidang bisnis F&B dan teknologi.
Dengan pengalaman sebagai pengusaha dan konsultan teknologi di berbagai institusi nasional, dia mengembangkan MAHARYA sebagai wadah kolaborasi antara musik, budaya, dan pemikiran kebangsaan.
Sejak dirintis pada tahun 2018, MAHARYA berkembang menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan seniman, akademisi, dan musisi dalam upaya menghadirkan karya yang mengangkat tema patriotisme dan identitas nasional.
Di bawah koordinasinya, berbagai individu dengan latar belakang yang beragam terlibat dalam pengembangan konsep dan produksi karya MAHARYA.
MALAM KETIKA PATRIOTISME BERGAUNG MELALUI DISTORSI
Peluncuran “CITRAYUDA” tidak hanya menampilkan pertunjukan musik, tetapi juga memperkenalkan konsep dan pesan yang menjadi dasar album tersebut.
Penampilan para musisi menghadirkan aransemen rock yang dipadukan dengan lirik bertema sejarah, perjuangan, dan kebangsaan.
Lagu-lagu seperti “Sang Proklamator,” “Kartini,” “Sultan Konoha,” dan “Bima Ibu Pertiwi” mencerminkan pendekatan MAHARYA dalam mengangkat tema nasionalisme melalui format musik kontemporer.
Melalui karya-karya tersebut, MAHARYA berupaya menghadirkan interpretasi baru terhadap nilai-nilai kebangsaan bagi pendengar masa kini.
SUARA BARU INDONESIA RAYA
Sebagai album perdana, CITRAYUDA menjadi penanda arah artistik MAHARYA dalam menggabungkan musik rock dengan tema budaya dan kebangsaan.
Album ini memuat penghormatan terhadap tokoh-tokoh dan nilai-nilai yang dianggap berperan dalam perjalanan bangsa Indonesia, sekaligus menawarkan refleksi mengenai identitas nasional di era modern.
Peluncuran album di Kota Baru Parahyangan menandai langkah awal MAHARYA dalam memperkenalkan karya mereka kepada publik yang lebih luas.
Melalui CITRAYUDA, MAHARYA menyampaikan gagasan tentang persatuan, sejarah, dan kebanggaan nasional melalui medium musik rock.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








