Akurat Logo

6 Fakta Menarik Seni Merayu Tuhan, Film Habib Jafar yang Dekat dengan Anak Muda

Nurma Nafisa Faradilla | 10 Agustus 2026, 20:00 WIB
6 Fakta Menarik Seni Merayu Tuhan, Film Habib Jafar yang Dekat dengan Anak Muda
Film Seni Merayu Tuhan. - Youtube CINEMA 21

AKURAT.CO Film Seni Merayu Tuhan menjadi salah satu film Indonesia yang dinantikan pada Agustus 2026. Diadaptasi dari buku laris karya Habib Husein Ja'far Al Hadar atau Habib Jafar, film ini membawa cerita tentang perjalanan anak muda dalam mencari makna hidup dan membangun kembali hubungannya dengan Tuhan.

Seni Merayu Tuhan dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 13 Agustus 2026. Menariknya, Habib Jafar tidak hanya menjadi sosok di balik buku yang diadaptasi, tetapi juga terlibat dalam pengembangan ide dan pengawasan skenario bersama tim Wahana Kreator.

Baca Juga: Lowongan PCPM BI 2026 Dibuka, Ini Daftar Jurusan yang Bisa Daftar

Berikut sejumlah fakta menarik film Seni Merayu Tuhan yang membuatnya berbeda dari film religi pada umumnya.

Fakta Menarik Film Seni Merayu Tuhan

1. Bukan Film Religi yang Menggurui

Seni Merayu Tuhan tidak dirancang sebagai film religi yang hanya menyampaikan pesan secara satu arah. Film ini justru mengambil pendekatan coming-of-age dengan menggabungkan perjalanan spiritual, pendewasaan, persahabatan, cinta, dan persoalan keluarga.

Cerita tersebut diarahkan agar dekat dengan kehidupan anak muda yang mungkin sedang menghadapi berbagai persoalan dalam hidupnya. Dengan pendekatan tersebut, pesan mengenai hubungan manusia dengan Tuhan disampaikan melalui pengalaman dan perjalanan karakter.

Film ini juga ingin memberikan ruang bagi penonton untuk melakukan refleksi tanpa merasa dihakimi.

2. Habib Jafar Ikut Mengawal Proses Skenario

Keterlibatan Habib Jafar dalam Seni Merayu Tuhan tidak berhenti pada pemberian izin untuk mengadaptasi bukunya menjadi film.

Ia ikut mengembangkan ide dan mengawasi proses penulisan skenario bersama tim Wahana Kreator. Proses tersebut dilakukan untuk memastikan pesan utama yang terdapat dalam bukunya tetap dapat diterjemahkan ke dalam cerita film.

Baca Juga: Kebakaran Pabrik Sofa di Riyadh Tewaskan 16 Pekerja Bangladesh, Mayoritas dari Naogaon

Habib Jafar bahkan terlibat dalam proses pengembangan naskah hingga beberapa kali revisi. Keterlibatan intensif ini menjadi salah satu hal menarik karena penulis sumber cerita turut memastikan gagasan yang dibawa film tetap sesuai dengan visi awalnya.

3. Tokoh Utamanya Sengaja Tidak Dibuat Sempurna

Salah satu daya tarik utama Seni Merayu Tuhan terletak pada karakter Hikmah yang diperankan Ari Irham.

Hikmah tidak digambarkan sebagai anak muda yang sudah memahami agama dan menjalani kehidupan secara sempurna. Sebaliknya, karakter tersebut dibuat memiliki berbagai kekurangan, persoalan, dan kegelisahan.

Konsep ini sengaja dipilih agar karakter utama terasa lebih dekat dengan kehidupan anak muda masa kini. Habib Jafar melihat banyak anak muda yang sedang menghadapi tekanan hidup, persoalan keluarga, tuntutan sosial, hingga berbagai masalah pribadi.

Karena itu, perjalanan spiritual Hikmah tidak dimulai dari kondisi yang ideal. Justru dari kegelisahan dan rasa jauh tersebut, ia perlahan menemukan kembali hubungan dengan Tuhan.

4. Ada Makna di Balik Judul Seni Merayu Tuhan

Judul Seni Merayu Tuhan juga menjadi bagian penting dari gagasan yang ingin disampaikan film ini.

Kata "merayu" digunakan untuk menggambarkan hubungan manusia dengan Tuhan melalui ketulusan, kedekatan, dan kejujuran. Hubungan spiritual dalam film ini tidak hanya digambarkan sebagai sesuatu yang bersifat transaksional.

Konsep tersebut membuat aktivitas sederhana dalam kehidupan sehari-hari dapat menjadi bagian dari perjalanan spiritual. Kesunyian, percakapan pribadi, hingga momen ketika seseorang sedang menghadapi masalah dapat menjadi ruang untuk kembali berbicara dengan Tuhan.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.