Profil Irene Sukandar, Atlet Catur Indonesia Raih Peringkat 9 Dunia Berjuang dengan Biaya Sendiri, Adakah Dukungan Negara?

AKURAT.CO Atlet catur Indonesia, Irene Sukandar, viral di media sosial usai mengungkapkan bahwa ia membiayai sendiri dalam berbagai turnamen internasional.
Hal tersebut Irene Sukandar sampaikan saat menjadi tamu dalam siaran langsung di kanal YouTube Reza Arap.
Dalam perbincangan itu, Irene Sukandar menjelaskan bahwa hampir seluruh biaya yang dikeluarkan untuk mengikuti turnamen catur tingkat internasional berasal dari dana pribadinya.
Termasuk saat mengikuti turnamen catur di New York pada perayaan Natal dan Tahun Baru lalu, yang berhasil mengharumkan negara Indonesia karena meraih peringkat 9 dunia.
Baca Juga: Profil James Riady, Bos Lippo Group: Harta, Karier, dan Pendidikan
Tentu saja hal tersebut membuat netizen bertanya-tanya, apakah Irene Sukandar tidak mendapatkan dukungan negara?
Dikutip berbagai sumber, Sabtu (15/2/2025), Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Dito Ariotedjo, menyampaikan penjelasannya melalui kolom komentar di akun TikTok @revivaltv.
Dito Ariotedjo menegaskan bahwa Kemenpora terus berupaya mendukung kebutuhan para atlet yang berlaga di kompetisi internasional.
“Kami selalu mendukung dan pasti jika ada kebutuhan dukungan atlet-atlet yang berkancah di internasional kita support,” tulis Dito.
Dito Ariotedjo juga berharap baik federasi yang menaungi Irene atau Irene sendiri, dapat menyampaikan informasi mengenai agenda pertandingan mereka, sehingga Kemenpora dapat memberikan dukungan yang dibutuhkan.
“Federasi olahraga terkait maupun para atlet bisa memberi info agenda. Terima kasih,” jelasnya.
Profil Irene Sukandar
Irene Kharisma Sukandar, yang akrab dipanggil Irene, lahir di Jakarta pada 7 April 1992, yang sudah tertarik dengan catur sejak kecil.
Ketertarikannya bermula saat ia melihat ayahnya mengajari kakaknya, Kaisar Jenus Hakiki, bermain catur.
Melihat kegemaran Irene, sang ayah kemudian mendaftarkannya ke Sekolah Catur Utut Adianto di Bekasi pada tahun 1999.
Di sekolah tersebut, Irene berlatih secara intensif setiap Senin hingga Jumat, dengan durasi latihan sekitar tiga hingga empat jam per hari.
Pada usia 11 tahun, Irene mencetak pencapaian luar biasa dengan memenangkan dua medali perak untuk Indonesia di SEA Games 2003 yang berlangsung di Vietnam.
Baca Juga: Simak Cara Mengunci Profil Facebook dan WhatsApp Agar Tidak Mudah Dicuri Orang Lain
Keberhasilannya itu menjadi awal dari perjalanan gemilangnya di dunia catur internasional.
Saat masih duduk di bangku SMP, ia berhasil meraih gelar Master dari Federasi Catur Dunia (FIDE).
Kariernya semakin sukses ketika pada usia 16 tahun, ia mendapatkan gelar Grand Master Internasional Wanita (WGM) pada Desember 2008, menjadikannya salah satu pecatur terbaik dunia.
Tak hanya itu, Irene juga berhasil meraih gelar International Master (IM), sebuah pencapaian bergengsi yang jarang dicapai oleh pecatur wanita.
Selain berkompetisi, Irene juga berperan aktif dalam memajukan olahraga catur di Indonesia, seperti mengadakan pelatihan, seminar, dan sesi pembinaan untuk anak-anak dan remaja.
Baca Juga: Profil Murdaya Poo, Pengusaha di Balik Pondok Indah Mall: Kekayaan, Agama, dan Perjalanan Karier
Dengan pengalaman dan pengetahuannya, Irene berharap dapat mencetak generasi pecatur muda berbakat yang mampu membawa nama Indonesia bersinar.
Irene Sukandar semakin dikenal di dunia catur internasional setelah sukses meraih posisi sembilan besar dalam Kejuaraan Catur Cepat FIDE di New York City.
Meski pencapaiannya luar biasa, Irene harus membiayai sendiri keikutsertaannya dalam berbagai turnamen tanpa dukungan sponsor atau bantuan dari pemerintah.
Dalam kompetisi tersebut, ia sukses mengumpulkan 7,5 poin dari 11 babak, yang turut meningkatkan ratingnya sebesar 21 poin.
Dengan performa mengesankan mencapai 2.494, Irene semakin mengukuhkan posisinya di kancah catur internasional.
Itulah perjalanan karier Irene Sukandar yang jarang terlihat di Indonesia, karena lebih sering membiayai sendiri untuk ikut turnamen catur internasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








