Akurat
Pemprov Sumsel

Sebanyak 1.315 Siswi Ambil Bagian di MilkLife Soccer Challenge-Yogyakarta 2025, Pupuk Ekosistem Sepakbola Putri Akar Rumput

Leo Farhan | 23 Juni 2025, 17:49 WIB
Sebanyak 1.315 Siswi Ambil Bagian di MilkLife Soccer Challenge-Yogyakarta 2025, Pupuk  Ekosistem Sepakbola Putri Akar Rumput

AKURAT.CO, Sebanyak 1.315 siswi dari 70 Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Yogyakarta ambil bagian dalam MilkLife Soccer Challenge-Yogyakarta 2025 yang bergulir di Stadion Tridadi dan Lapangan Sidomoyo, Sleman, 18-22 Juni.

Jumlah ini meningkat jauh dibandingkan dengan penyenggaraan seri pertama pada bulan Juli tahun lalu yang hanya diikuti 452 siswi dari 24 SD dan MI. Jumlah itu berangsur meningkat pada seri kedua di bulan Oktober yang mencatatkan 1.203 siswi.

Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann, mengatakan para putri Yogyakarta telah menunjukkan peningkatkan kualitas dalam penguasaan permainan sepakbola untuk menciptakan pemain handal.

Baca Juga: Sepakbola Putri Makin Diminati, Milklife Soccer Challenge-Jakarta 2025 Diikuti Ratusan Tim

"Ini bisa menjadi media munculnya talenta-talenta pesepakbola putri usia dini untuk supply pemain di KU 14. Ini peluang besar dan perlu dukungan besar untuk mengambil kans tersebut, perlu regenerasi juga sehingga ke depan timnas Indonesia jauh lebih bagus," ucap Timo.

Sementara itu, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, menyebut gelaran ini adalah komitmen mereka untuk terus memupuk pertumbuhan ekosistem sepakbola putri dari akar rumput.

Untuk meningkatkan kualitas talenta pesepakbola putri muda, sejumlah inovasi dan penyesuaian diterapkan. Salah satunya adalah waktu penyelenggaraan turnamen yang selaras dengan kalender akademik.

"Setelah kami melakukan evaluasi, penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge akan lebih tepat jika mengikuti kalender akademik, " jelas Yoppy.

Baca Juga: Sebanyak 963 Peserta dari 54 SD/MI Ramaikan Milklife Soccer Challenge-Tangerang 2025

"Karena perkembangan para atlet belia bisa semakin terstruktur sesuai jenjang usianya. Untuk itu, mulai akhir Juli nanti, kami akan menggelar MilkLife Soccer Challenge 2025-2026, yang akan menyasar sepuluh kota di Indonesia."

Sementara itu, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, yang turut hadir di putaran final bersyukur banyak bibit pesepakbola putri potensial yang bermunculan.

Menurutnya, ketersediaan turnamen dapat menjadi tempat para atlet belia ini untuk terus mengasah kemampuan mereka dalam bermain bola hingga nantinya dapat mengharumkan nama bangsa di panggung dunia.

"Ini bagian dari pembinaan atlet sepakbola putri yang masih jarang di indonesia. Dengan adanya kompetisi ini pasti menumbuhkan rasa minat dan kecintaan kepada sepakbola agar mereka bisa berlatih dan tentu meningkatkan skill kapasitasnya," kata Danang

Untuk menjaga mata rantai regenerasi pesepakbola putri muda, diselenggarakan pula Festival SenengSoccer yang digelar bersamaan dengan MilkLife Soccer Challenge – Yogyakarta 2025.

Festival SenengSoccer menyasar kelompok usia 6-8 tahun (KU 8) dengan kategori individual. Mereka diajak melewati tiga rintangan yang mencakup latihan lari, ketangkasan, melompat, melempar dan menggiring bola.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H