Akurat
Pemprov Sumsel

Festival SenengMinton Magelang Tutup Musim, 2.266 Siswa Ramaikan Pembinaan Bulutangkis Usia Dini

Leo Farhan | 11 Desember 2025, 21:01 WIB
Festival SenengMinton Magelang Tutup Musim, 2.266 Siswa Ramaikan Pembinaan Bulutangkis Usia Dini
 
AKURAT.CO, Festival SenengMinton 2025 resmi menutup rangkaian kegiatan di GOR Djarum Magelang, Kamis (11/12). Kota Magelang menjadi lokasi pamungkas setelah Kudus, Solo, Purwokerto, dan Semarang, dengan total 2.266 peserta tingkat sekolah dasar mengikuti program sepanjang tahun ini.
 
Ajang pengenalan bulutangkis untuk siswa kelas 1–3 SD tersebut digagas Pengprov PBSI Jawa Tengah bersama Bakti Olahraga Djarum Foundation. Lewat pendekatan edukatif dan permainan yang menyenangkan, SenengMinton dirancang untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak pada bulutangkis sejak dini.
 
Sebanyak 480 siswa dari 16 SD/MI di Magelang ambil bagian dalam seri penutup. Suasana kompetisi fun games sepanjang hari membuat GOR Djarum dipenuhi semangat peserta, guru, dan orang tua.
 
 
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, menegaskan pentingnya pengenalan olahraga sejak usia dini sebagai fondasi regenerasi atlet.
 
"Regenerasi tidak bisa instan. Perlu proses panjang yang dimulai dari tahap pengenalan. SenengMinton memberi ruang bagi siswa untuk mencoba bulutangkis secara menyenangkan sebelum masuk latihan serius," kata Yoppy.
 
Ketua Pengprov PBSI Jawa Tengah, Basri Yusuf, menilai antusiasme siswa selama gelaran di lima kota menjadi sinyal kuat bahwa pembinaan grassroots lewat sekolah dasar sangat efektif.
 
"Animo peserta luar biasa. Ini peluang besar menjaring bakat sejak dini. Festival ini membuka jalur baru di luar klub formal dan menjadi langkah penting menjaga kesinambungan regenerasi," kata Basri.
 
 
Ia menyebut peminat yang tinggi membuat PBSI semakin yakin bahwa jalur pembinaan di tingkat sekolah harus diperluas.
 
Pada edisi Magelang, penilaian pemenang ditentukan berdasarkan catatan waktu tercepat. Untuk kelas 3, terdapat lima rintangan — Service to Target, Shuttle Run, Pyramid Shuttlecock, Throwing the Shuttlecock, dan Zig Zag Run.
 
Kelas 1 dan 2 menjalani empat rintangan tanpa Service to Target. Setiap permainan dirancang untuk melatih motorik, koordinasi, serta memperkenalkan dasar teknik bulutangkis secara fun.
 
Setiap sekolah mengirimkan 6 siswa kelas 1, 10 siswa kelas 2, dan 14 siswa kelas 3 dengan komposisi putra-putri yang sudah ditetapkan.
 
Dengan tingginya sambutan publik, PBSI Jawa Tengah memastikan program ini akan terus digalakkan dan mendorong sekolah menyediakan ekstrakurikuler bulutangkis agar minat yang tumbuh dapat berlanjut ke tahap pembinaan selanjutnya.
 
 
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H