Persija dan I League Gelar Donor Darah di GBK, Antusiasme The Jakmania Tinggi

AKURAT.CO, Persija Jakarta kembali menunjukkan bahwa sepakbola tak hanya berbicara soal hasil di lapangan, tetapi juga kepedulian terhadap sesama.
Di tengah bergulirnya Super League 2025-2026, klub ibu kota itu menghadirkan aksi nyata yang menyentuh sisi kemanusiaan.
Bertepatan dengan laga kontra Persebaya Surabaya, Persija menggelar kegiatan bertajuk “Donor Darah Bersama Persija” di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (11/4/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya klub dalam memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat.
Kehadiran dua pemain Persija, Hanif Sjahbandi dan Baihaqi Rifai, yang turut mendonorkan darahnya semakin memperkuat pesan kemanusiaan dalam kegiatan tersebut.
Aksi mereka menjadi contoh bahwa pemain tidak hanya berperan di lapangan, tetapi juga di tengah masyarakat.
Direktur Persija, Mohamad Prapanca, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen klub dalam memberikan dampak positif di luar sepakbola.
“Kegiatan ini merupakan aksi nyata Persija dan Persija Foundation sebagai bentuk kontribusi kami kepada masyarakat luas. Dengan slogan ‘Satu Darah, Darah Indonesia’, kami ingin turut andil dalam aksi kemanusiaan melalui donor darah,” ujar Prapanca dalam keterangannya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada PMI atas dukungan terselenggaranya kegiatan ini dan juga para sponsor yaitu PAM Jaya, Bank Jakarta, Se'indonesia, dan Bakrie Untuk Negeri. Semoga kegiatan ini juga bagian bentuk Corporate Social Responsibility dari semua elemen yang ikut peran dalam pelaksanaannya,” lanjutnya.
Makna kemanusiaan dalam kegiatan ini turut disoroti oleh Sekretaris PMI Jakarta Utara, Ramdansyah.
Ia menilai bahwa donor darah mampu menghapus sekat-sekat sosial yang kerap muncul di tengah masyarakat.
“Ketika darah mengalir dari satu tubuh ke tubuh lain, identitas sosial, seperti kelas, penggemar, suporter, bahkan rivalitas, menjadi tidak relevan. Di situlah makna terdalam solidaritas menemukan bentuknya,” kata Ramdansyah.
Ia pun berharap kampanye “Satu Darah, Darah Indonesia” tidak berhenti sebagai slogan semata, melainkan menjadi pengingat akan pentingnya nilai kemanusiaan.
“Kami berharap kampanye ini tidak berhenti sebagai slogan saja, tetapi benar-benar menjadi pengingat bahwa di tengah berbagai perbedaan, kita tetap terhubung oleh nilai kemanusiaan yang paling mendasar,” ujarnya.
Apresiasi juga datang dari Direktur Kompetisi ILeague, Asep Saputra. Ia menilai kegiatan ini sebagai contoh nyata bahwa sepakbola memiliki peran sosial yang besar.
“Ini program yang cukup bagus dan mulia. Menunjukkan kepada masyarakat bahwa sepakbola bukan melulu soal pertandingan, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Ini bukti nyata yang bisa memberikan harapan bagi sesama,” tuturnya.
Tak hanya berfokus pada aksi kemanusiaan, kegiatan ini juga dikemas secara menarik bagi para peserta.
Mereka yang berpartisipasi berkesempatan membawa pulang berbagai merchandise, kartu elektronik, hingga paket kuliner dan goodie bag dari para mitra yang mendukung kegiatan tersebut.
Melalui kegiatan ini, Persija kembali menegaskan perannya sebagai klub yang tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga aktif dalam menghadirkan dampak positif bagi masyarakat luas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini







