Akurat Logo

Datangkan Dokter dari Korea Selatan, Fisioterapis Indonesia Tingkatkan Level Penanganan Cedera Olahraga

Zainal Hasan | 15 Juli 2026, 23:10 WIB
Datangkan Dokter dari Korea Selatan, Fisioterapis Indonesia Tingkatkan Level Penanganan Cedera Olahraga
Dokter Hong Jung Gi bersama Asep Azis selaku founder Bebas Cedera dalam seminar Pain & Exercise di Surabaya, Rabu (15/7/2026). BEBAS CEDERA

AKURAT.CO, Peningkatan kualitas penanganan cedera olahraga di Indonesia terus digaungkan. Kini melalui workshop bertajuk Pain & Exercise di Surabaya.

Kegiatan yang berlangsung di Fitswell Wellness, Surabaya, Rabu (15/7/27), dengan berkolaborasi antar jaringan klinik fisioterapi Bebas Cedera. 

Workshop tersebut diikuti fisioterapis dan tenaga kesehatan dari berbagai daerah yang ingin memperdalam pengetahuan mengenai penanganan cedera dan terapi latihan berbasis bukti ilmiah.

Dalam pelatihan tersebut, para peserta mendapatkan materi mengenai penanganan nyeri, asesmen klinis, hingga teknik exercise therapy yang dapat diterapkan untuk membantu proses pemulihan atlet maupun masyarakat umum. Selain sesi teori, peserta juga mengikuti praktik langsung bersama dr Hong Jung Gi.

Selain itu aktris yang juga enterpreneur di bidang olahraga Pilates, Natasha Wilona mengatakan kolaborasi antara PSA dan Bebas Cedera menjadi langkah awal untuk memperluas akses fisioterapis Indonesia terhadap ilmu pengetahuan dari pakar internasional. 

Menurutnya, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan menjadi fondasi penting dalam mendukung perkembangan dunia olahraga nasional.

"Ini adalah kolaborasi pertama PSA dan Bebas Cedera. Saya senang sekali karena para fisioterapis di sini benar-benar haus akan ilmu dan ingin terus meningkatkan kualitas dirinya. Itu yang paling membuat saya terkesan," ujar Natasha Wilona dalam keterangannya.

Ia menilai kualitas seorang fisioterapis akan sangat menentukan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap layanan rehabilitasi. Karena itu, pendidikan berkelanjutan menjadi hal yang tidak bisa diabaikan agar para praktisi selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan terbaru.

"Terkadang kepercayaan masyarakat terhadap klinik atau tempat fisioterapi belum sepenuhnya terbentuk karena mereka ingin memastikan fisioterapisnya benar-benar terus belajar. Di Bebas Cedera, saya melihat semua fisioterapis memiliki kemauan untuk berkembang dan itu menjadi nilai yang sangat baik," katanya.

Natasha juga menceritakan proses hingga akhirnya berhasil mengundang dr. Hong Jung Gi ke Indonesia. Ia mengaku sempat ragu saat pertama kali menghubungi dokter yang memiliki reputasi internasional tersebut.

"Awalnya kami sempat minder karena beliau merupakan salah satu doktor dengan nama besar di Korea Selatan. Saat pertama kali mengirim pesan, kami bahkan tidak yakin akan mendapat balasan. Namun ternyata beliau memberikan respons yang sangat positif dan bersedia datang ke Indonesia tahun lalu," ungkapnya.

Menurut Natasha, kesempatan mengunjungi Seoul dan melihat langsung metode rehabilitasi yang diterapkan dr. Hong membuatnya semakin yakin membangun kerja sama jangka panjang. Ia menilai pengalaman internasional seperti ini penting untuk mempercepat perkembangan fisioterapi olahraga di Indonesia.

Sementara itu, Founder Bebas Cedera yang juga Sport Physiotherapist Tim Nasional Indonesia sejak 2014, Asep Azis, menyambut positif kolaborasi tersebut. Ia menegaskan peningkatan kompetensi fisioterapis akan berdampak langsung terhadap kualitas penanganan cedera, termasuk bagi atlet yang membutuhkan proses rehabilitasi secara optimal.

"Terima kasih kepada PSA yang sudah bekerja sama dengan Bebas Cedera. Harapannya ini bukan yang terakhir, tetapi menjadi awal untuk terus belajar bersama. Saya yakin melalui kegiatan seperti ini kualitas fisioterapis Indonesia akan terus meningkat sehingga semakin banyak masyarakat yang bisa hidup bebas dari cedera," kata Asep.

Workshop di Surabaya menjadi pembuka rangkaian edukasi PSA bersama dr. Hong Jung Gi di Indonesia. Setelah ini, program akan berlanjut ke Medan dengan fokus rehabilitasi dan kebugaran lansia, sebelum ditutup di Jakarta melalui pembahasan mengenai Women's Health dengan pendekatan rehabilitasi dan exercise berbasis evidence-based practice.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.