Akurat Logo

Wakili Indonesia di Forum PBB, Mahasiswa ITB Bagikan Pelajaran Berharga dari Liga Universitas Coca-Cola

Herry Supriyatna | 28 Juli 2026, 11:48 WIB
Wakili Indonesia di Forum PBB, Mahasiswa ITB Bagikan Pelajaran Berharga dari Liga Universitas Coca-Cola
Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) sekaligus perwakilan Indonesia, Elyas Aryo Saputro, membagikan kisahnya dalam forum One World, One Game, One Goal: Football for Youth Mental Health and Well-being.

AKURAT.CO Kekalahan telak 0-12 justru menjadi titik balik bagi Elyas Aryo Saputro. Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) sekaligus perwakilan Indonesia itu membagikan kisahnya dalam forum One World, One Game, One Goal: Football for Youth Mental Health and Well-being yang diselenggarakan United Nations Youth Office di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), New York, Amerika Serikat, Jumat (17/7/2026) waktu setempat atau Sabtu (18/7/2026) WIB.

Di hadapan peserta forum, Elyas mengawali ceritanya dengan pengalaman saat membela tim kampus pada ajang Liga Universitas Coca-Cola 2026. Kekalahan 0-12 yang dialaminya sempat viral di Indonesia.

Namun, bagi Elyas, momen itu justru menjadi pelajaran berharga tentang arti dukungan dan ketangguhan mental.

"Sebelum datang ke sini, saya bermain di Liga Universitas Coca-Cola dan tim saya kalah 0-12. Kekalahan itu menjadi viral di negara saya. Bahkan sebelumnya, tim kampus kami juga kalah dalam delapan dari sembilan pertandingan," ujar Elyas.

Meski hasil di lapangan jauh dari harapan, Elyas mengaku tetap mampu bangkit berkat dukungan rekan-rekan setimnya.

Pengalaman tersebut menyadarkannya bahwa kesehatan mental memiliki peran penting dalam perjalanan seorang atlet maupun mahasiswa.

Menurut Elyas, setiap fase kehidupan membutuhkan bentuk dukungan yang berbeda.

Di lingkungan kampus, mahasiswa dapat saling menguatkan melalui komunikasi yang terbuka, saling menyemangati, dan belajar memimpin satu sama lain.

Sementara bagi anak-anak, khususnya usia belasan tahun, dukungan dari pelatih, orang tua, dan guru menjadi fondasi penting dalam membangun rasa percaya diri.

"Mereka membutuhkan lingkungan yang aman, tempat di mana melakukan kesalahan dianggap sebagai bagian dari proses belajar, bukan sesuatu yang harus ditakuti," katanya.

Semangat tersebut kemudian diwujudkan Elyas dengan mendirikan akademi sepak bola akar rumput di kampung halamannya.

Melalui akademi itu, anak-anak tidak hanya diajarkan teknik bermain sepak bola, tetapi juga nilai-nilai disiplin, kepercayaan diri, dan persahabatan.

Baca Juga: Feel Good Network Tunjuk Innercircle dan BRICKS sebagai Agensi Kreatif Utama

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.