Kemenag Usul Biaya Haji 2024 Naik Jadi Rp105 Juta, Berani Coba Cara Backpacker?

AKURAT.CO - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas telah menyampaikan usulan rata-rata BPIH per jemaah pada tahun depan sebesar Rp105.095.032,34.
Dalam menyusun usulan BPIH, kata Menag, pemerintah menggunakan asumsi nilai tukar kurs dollar terhadap rupiah sebesar Rp16.000. Sedangkan asumsi nilai tukar SAR terhadap rupiah sebesar Rp4.266.
"Pemerintah mempertimbangkan prinsip efisiensi dan efektivitas dalam menentukan komponen BPIH, sehingga penyelenggaraan ibadah haji dapat terlaksana dengan baik, dengan biaya yang wajar," jelasnya dilansir dari Situs Resmi Kemenag.
Baca Juga: Amalan-amalan Agar Cepat Naik Haji Lengkap Arab Dan Arti, Mudah Diamalkan Setelah Sholat
Usulan tersebut tentu naik dari biaya haji 2023 yang rata-rata Rp 90 Jutaan dengan beban jamaah sebesar Rp49,8 Juta, dikutip dari situs Kemenko PMK.
“Hari ini kita telah menyepakati biaya haji reguler. Rata-rata jemaah akan membayar Rp49,8 juta rupiah dengan penggunaan dana nilai manfaat mencapai Rp8,090 triliun. Kesepakatan ini sebagai hasil pembahasan atas skema usulan pemerintah dengan jemaah membayar Rp69 juta dan penggunaan nilai manfaat Rp5,9 triliun,” terang Menag Yaqut Cholil Qoumas dalam Rapat Panja di Kantor DPR-RI Senayan, Jakarta.
Dengan naiknya biaya haji tersebut ditambah dengan panjangnya antrian haji, masyarakat sebetulnya bisa mencoba dengan cara backpacker.
Dijelaskan dalam buku Catatan Petugas Kloter Haji 2019 susunan H. Lukman Hakim, M.Si., fenomena haji backpacker bisa dipraktikkan dengan berbagai metode. Ada yang berjalan kaki dari negara asal, menempuh perjalanan laut, perjalanan darat, dan lain sebagainya.
Baca Juga: Sederet Pahlawan Muslim Di Indonesia, Ada Cut Nyak Dien Hingga Haji Agus Salim
Oleh karena itu, dibutuhkan tekad yang kuat apabila ingin menunaikan haji backpacker. Jemaah juga harus memiliki jiwa petualang dan tidak takut akan tantangan.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat melakukan perjalanan panjang tersebut, salah satunya yaitu jemaah harus menguasai bahasa asing minimal bahasa Inggris. Sebab, selama perjalanan tentu jemaah akan bertemu dengan banyak orang.
Untuk bisa berkomunikasi dengan baik, maka jemaah perlu menguasai bahasa yang bisa diterima secara internasional. Jemaah juga bisa mempelajari bahasa Arab untuk memudahkan aktivitasnya saat beribadah di Mekkah.
Tidak lupa, jemaah juga harus memahami tata cara dan rukun haji yang sah menurut agama . Jemaah bisa mempelajarinya sebelum memutuskan untuk melakukan haji backpacker.
Sebagaimana dikutip dari buku Haji Pertamaku susunan Tim Duta, rukun haji yang wajib ditunaikan di Tanah Suci antara lain ihram, wukuf di Padang Arafah, tawaf ifadhah, sa'i, tahallul, dan tertib.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







