Mengapa Ibadah Haji Diwajibkan Hanya untuk Orang yang Sudah Mampu?
Sultan Tanjung | 11 Mei 2024, 23:40 WIB

AKURAT.CO Ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang diwajibkan bagi umat Muslim yang telah memenuhi syarat tertentu.
Salah satu syarat utama adalah kemampuan finansial. Mengapa ibadah haji hanya diwajibkan bagi orang yang sudah mampu?
Berikut ini adalah beberapa alasan dan dasarnya:
-
Perintah Allah SWT dalam Al-Qur’an:
- Allah SWT telah menetapkan dalam Al-Qur’an bahwa haji adalah kewajiban bagi orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.
- Firman-Nya dalam Surat Ali Imran ayat 97 menyatakan: “Mengerjakan ibadah haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.”
- Dengan demikian, kemampuan finansial menjadi syarat utama untuk menunaikan ibadah haji.
-
Bekal dan Kendaraan:
- Selain kemampuan finansial, seseorang yang berhaji harus memiliki bekal dan kendaraan.
- Bekal mencakup segala sesuatu yang dapat menghidupi selama perjalanan, termasuk makanan, minuman, dan pakaian.
- Kendaraan adalah sarana untuk mencapai Baitullah di Makkah, baik melalui jalur darat, laut, maupun udara.
- Kriteria ini berlaku terutama bagi orang yang tidak mungkin berjalan kaki ke Makkah karena jarak yang sangat jauh.
-
Kondisi Fisik yang Prima:
- Ibadah haji memerlukan kondisi fisik yang fit dan prima.
- Jemaah harus bergerak dan berpindah dari satu tempat ke tempat lain, seperti saat melaksanakan tawaf, sa’i, melontar jumrah, dan wukuf di Padang Arafah.
- Oleh karena itu, kesehatan dan kebugaran tubuh menjadi faktor penting dalam menunaikan ibadah haji.
-
Keseimbangan dan Keadilan:
- Islam mengutamakan keseimbangan dan keadilan.
- Ibadah haji tidak diwajibkan bagi mereka yang belum mampu secara finansial untuk menghindari beban keuangan yang dapat mengganggu stabilitas ekonomi pribadi dan keluarga.
- Dengan mengikuti ketentuan ini, umat Muslim dapat menjalankan ibadah haji dengan keseimbangan dan keadilan.
Dengan memahami alasan di atas, kita dapat menghargai pentingnya kemampuan finansial dalam menunaikan ibadah haji dan menjaga keseimbangan dalam pelaksanaannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







