Bagaimana Pembagian Wilayah Menurut Garis Wallace dan Garis Weber? Pengaruh Terhadap Fauna di Indonesia
AKURAT.CO Indonesia, sebagai negara kepulauan, memiliki keanekaragaman flora dan fauna yang luar biasa.
Untuk memahami persebaran fauna di wilayah ini, ilmuwan Alfred Russel Wallace menemukan dua garis pemisah yang sangat penting: garis Wallace dan garis Weber.
Artikel ini akan membahas pembagian wilayah berdasarkan garis Wallace dan garis Weber serta implikasinya terhadap fauna di Indonesia.
1. Garis Wallace
- Definisi: Garis Wallace adalah garis batas yang memisahkan wilayah fauna tipe Asiatis dengan tipe peralihan.
- Perjalanan Garis: Garis Wallace membentang dari Selat Lombok, menuju Selat Makassar, dan berakhir di Filipina bagian Selatan.
- Fauna Tipe Asiatis: Meliputi Pulau Sumatra, Pulau Jawa, Pulau Kalimantan, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Fauna di wilayah ini sering disebut sebagai fauna Tanah Sunda.
2. Garis Weber
- Definisi: Garis Weber adalah garis batas yang memisahkan wilayah fauna tipe peralihan dengan tipe Australis.
- Perjalanan Garis: Garis Weber membentang dari Laut Arafura, menuju Laut Banda, dan berakhir di Laut Maluku.
- Fauna Tipe Peralihan: Meliputi Pulau Sulawesi, Kepulauan Nusa Tenggara, serta Kepulauan Maluku. Wilayah ini juga dikenal sebagai wilayah fauna Kepulauan Wallacea.
3. Implikasi Terhadap Fauna di Indonesia
- Keanekaragaman: Garis Wallace dan garis Weber membagi wilayah Indonesia menjadi tiga bagian: tipe Asiatis, tipe peralihan, dan tipe Australis.
- Endemik: Fauna di wilayah peralihan (Kepulauan Wallacea) adalah hewan endemik dan memiliki kesamaan dengan fauna Australis.
- Konservasi: Pembagian wilayah ini memiliki implikasi penting dalam konservasi, pengelolaan sumber daya alam, dan perlindungan keanekaragaman hayati.
Kesimpulan
Garis Wallace dan garis Weber membantu kita memahami persebaran fauna di Indonesia.
Dengan memahami pembagian wilayah ini, kita dapat melindungi keanekaragaman hayati dan memastikan keberlanjutan ekosistem di negara kita yang kaya akan flora dan fauna.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








