Sejarah Christian Dior, Brand Fashion Mewah yang Lekat dengan Nuansa Tahayul dan Mistis

AKURAT.CO – Siapa yang tak kenal dengan brand fashion mewah kenamaan asal Prancis, Christian Dior.
Koleksi terbaru dari Christian Dior selalu dinantikan dan diburu oleh para sosialita atau penggemar fashion papan atas.
Namun tahukah kalian bahwa, Brand yang dinamai dari nama pendirinya ini ternyata diketahui lekat dengan tahayul atau hal-hal berbau mistis pada awal pendiriannya.
Sang pendiri, Christian Dior sendiri lahir pada 21 Januari 1905 di Granville, Normandy, Prancis.
Dilansir dari Kanal Youtube Fendi Fashion Flash, saat Dior masih muda, seorang peramal bernama Madame Delahaye meramalkan bahwa suatu hari ia akan kehilangan seluruh harta bendanya.
Namun, peramal tersebut juga meramalkan bahwa Christian Dior akan menemukan kesuksesan melalui kaum perempuan.
Baca Juga: 5 Fakta Christian Dior, Pendiri Brand Fashion Mewah Dunia!
Sempat Ditentang Sang Ayah
Christian Dior sendiri merupakan anak kedua dari lima bersaudara, tumbuh dalam keluarga tradisional di Perancis.
Ayahnya Maurice Dior adalah seorang pengusaha yang memiliki perusahaan pemrosesan kimia di Prancis yang sukses, sedangkan ibunya Madeleine Martin adalah seorang ibu rumah tangga yang mendukung putranya, Christian Dior, dalam mengejar mimpinya sebagai seorang perancang mode terkenal.
Christian Dior memiliki minat pada seni dan bercita-cita menjadi seorang arsitek, tetapi orangtuanya menginginkannya untuk menjadi seorang diplomat.
Setelah menyelesaikan pendidikan ilmu politiknya, Christian Dior membuka sebuah galeri seni kecil.
Galeri ini memajang karya seniman besar seperti George Brough, Pablo Picasso, dan banyak lainnya.
Namun, galerinya harus ditutup karena sejumlah peristiwa pilu, termasuk kematian keluarganya dan permasalahan ekonomi yang melanda selama Great Depression pada era 1920an.
Untuk bertahan hidup, Christian Dior mulai berjualan sketsa mode, sebuah pekerjaan yang sangat jarang ditemui di masa kini.
Ia menghadapi berbagai kesulitan, tetapi pekerjaan ini membantu membuka jalan bagi kariernya. Ia akhirnya bekerja sebagai asisten perancang di sebuah rumah mode terkenal.
Baca Juga: Nike Air Jordan X Christian Dior Hasilkan Sepatu Rp90 Juta hingga Rp200 Juta
Jalan Kesuksesan
Di dunia mode, Christian Dior membuka galeri seni kecil dengan bantuan dari Marcel Boussac, seorang pengusaha tekstil Prancis yang mendanainya pada 8 Desember 1946.
Diceritakan kembali oleh pemilik Kanal Youtube Fendi Flash Fashion, hal-hal berbau klenik pun kembali muncul saat Christian Dior hendak membuka galeri perdana dan mencari lokasi yang sesuai untuk galerinya tersebut.
Galeri ini diakuisisi setelah ia membuang sesuatu seperti jimat yang jatuh di depan sebuah rumah sederhana yang beralamat di Thirty Avenue Montaigne, yang terjadi secara kebetulan.
Lalu Dior melihat sebuah lambing bintang di depan rumah tersebut yang kemudian hal ini disebut menjadi awal dari koleksi-koleksi Dior yang sering menampilkan motif bintang.
Dari serangkaian pertanda tersebut, Christian Dior pun meyakinkan investornya, Marcel Boussac untuk membeli rumah sederhana tersebut untuk kemudian diubah menjadi galeri bagi rumah mode Chrisitian Dior.
Dan yang membuat peristiwa ini seakan menjadi kenyataan, dilansir dari situs resmi Dior, lokasinya sangat strategis dan juga berdekatan dengan sebuah hotel mewah, di mana tempat tersebut berpotensi untuk membuat turis asing dan juga klien-klien kaya dapat dengan mudah mengakses butik dari Christian Dior.
Baca Juga: Membanggakan! Tenun Bali Karya Mitra Binaan Pertamina Dipinang Christian Dior
Sang Peramal Kepercayaan
Tak Hanya sampai di situ, konon Christian Dior menggantungkan berbagai keputusan bisnis kepada sang peramal yaitu Madam Delahaye yang sempat disebutkan di awal cerita tadi.
Bahkan dilansir dari womansweardaily, seorang mantan asistennya yang juga kelak menjadi seorang desainer terkenal bernama Pierre Cardin, mengatakan bahwa tanpa Madam Delahaye, Dior tidak akan melakukan apapun.
Dari pernyataan tersebut, Cardin tampak agak marah. Karena menghadapi seseorang yang percaya akan sesuatu yang mungkin tidak dipercayai oleh kebanyakan orang, dan Cardin tak bisa berbuat banyak karena Dior adalah penemu dan juga pendiri dari rumah mode tersebut.
Christian Dior juga sangat mempercayai bahwa angka 8 dan juga angka 13 merupakan angka keberuntungannya.
Hal tersebut juga berkaitan dengan pendirian rumah modenya di area ke-8 di kota Paris, dimana hal tersebut mungkin berhubungan dengan struktur jalanan kota di Paris.
Lalu juga ia mendirikan rumah modenya pada tanggal 8 hingga ada sebuah cerita bahwa ia menampilkan koleksi pertamanya dengan bantuan 13 peragawati.
Tak hanya pada benda dan juga angka, kepercayaan Christian Dior terhadap tahayul turut disematkan kedalam koleksinya.
Ia meluncurkan serangkaian koleksi yang dinamai dengan hal-hal yang berbau tahayul.
Beberapa diantaranya adalah Jeu de Cartes atau trik kartu, lalu ada four leaf clover, dimana jika kita menemukan tanda berupa tanaman dengan empat pucuk daun, dipercayai akan membawa keberuntungan.
Kemudian ada juga koleksi yang bertajuk card reader dan juga Talisman yang menyerupai sebuah jimat.
Baca Juga: Bergaya ala Audrey Hepburn, 5 Potret Jisoo di Haute Couture Dior Paris
Akhir Hidup Sang Desainer
Meski menggantungkan hampir sebagian besar keputusan penting kepada Madame Delahaye, ternyata Christian Dior menghiraukan sang Madam ketika ia sempat diperingatkan secara keras untuk tidak bepergian ke Montecatini, Italia.
Namun tragis, karena garis takdir kematian seolah tak dapat dielakkan lagi, pada tanggal 24 Oktober 1957 di usia 52 tahun, Christian Dior wafat dalam perjalanannya, meninggalkan warisan sebuah rumah mode yang masih berjaya hingga saat ini.
Kepercayaan Christian Dior akan tahayul terus diinterpretasikan, terutama oleh salah satu Direktur Artistiknya, Maria Grazia Chiuri.
Pada koleksi couture musim semi dan panas 2021. Chiuri mengangkat tema Le Chateau Du Tarot, atau istana tarot, lengkap dengan sebuah sajian visual yang apik berupa film pendek karya Matteo Garrone.
Baca Juga: Bikin Heboh Tamu dan Wartawan, 5 Potret Jimin dan J-Hope di Acara Dior
Koleksi ini menceritakan perjalanan seorang perempuan muda dalam mencari jati dirinya, dimana dalam perjalanannya ia banyak bertemu tokoh simbolis dari tokoh tarot dari istana misterius.
Pada tahun 2017 Chiuri juga turut meluncurkan serangkaian koleksi dengan motif pemetaan bintang yang didasarkan pada zodiak.
Tak hanya dari segi busana, arsitektur dari beberapa butik, khususnya di Ginza, juga dihiasi dengan desain ultra modern yang turut dihiasi dengan bintang di bagian puncaknya.
Demikianlah sisi lain dari rumah mode Christian Dior yang sebetulnya banyak ditampilkan dalam berbagai koleksi dari rumah mode ini, namun banyak yang terlewatkan oleh para pecintanya.
Dan kini setelah kamu mengetahui sisi lain dari rumah mode ikonik Perancis ini, apa pendapat kamu tentang elemen magis dan juga tahayul yang merupakan elemen tak dapat dipisahkan dari kisah Christian Dior.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









