Sejarah Syal Keffiyeh, Turut Jadi Simbol Perjuangan Palestina Selain Semangka

AKURAT.CO - Setelah buah semangka ramai menjadi simbol perjuangan Palestina, kini menyusul benda lainnya berupa syal berwarna hitam putih yang disebut dengan istilah keffiyeh menjadi ramai digunakkan sebagai simbol lain dari perjuangan rakyat Palestina. Bagaimana sejarahnya?
Dalam berbagai unjuk rasa yang dilakukan masyarakat dari berbagai penjuru dunia, syal keffiyeh atau yang juga dikenal dengan sebutan ‘kufiya’, ‘hatta’, serta ‘shemagh’, ini turut dikenakan sebagai atribut kepala yang menyimbolkan solidaritas bangsa Palestina.
Berdasarkan namanya, syal keffiyeh berarti ‘Berkaitan Dengan Kufah’. Nama ini merujuk pada sejarah awal munculnya keffiyeh yang pertama kali dibuat di Kufah, Irak, sejak tahun 3100 SM, sebagai penutup kepala orang Arab saat berada dalam masa pertempuran dengan Persia.
Baca Juga: Erick Thohir: Indonesia Memperbolehkan Pengibaran Bendera Palestina Saat Pertandingan
Di Palestina sendiri, keffiyeh mulai digunakkan di masa modern oleh masyarakat pedesaan yang berprofesi sebagai petani untuk melindungi wajah dan kepala mereka dari sinar matahari musim panas serta suhu rendah musim dingin.
Hingga terjadinya revolusi Arab pada 1936-1939, sejumlah pemberontakan terhadap pemerintahan kolonial Inggris dilakukan oleh negara-negara Arab, termasuk Palestina.
Masyarakat disana pun menggunakkan keffiyeh untuk menutupi wajah mereka agar tidak dikenali dan tidak tertangkap oleh otoritas Inggris. Hal inilah yang menjadi awal mula bagaimana penggunaan keffiyeh memiliki arti perjuangan dan solidaritas bagi rakyat Palestina.
Baca Juga: Hukum Minum Pil Penunda Haid Saat Kondisi Darurat Seperti Pembantaian Di Palestina Oleh Israel
Keffiyeh sendiri terbuat dari kain katun ringan dan identik dengan warnanya yang monkrom, hanya hitam dan putih. Namun begitu, Keffiyeh mempunyai corak khas dimana polanya terbagi kedalam tiga jenis;
- Pola Jaring Kotak-Kotak: pola ini mewakili tradisi penangkapan ikan oleh masyarakat pesisir Palestina, serta menjadi simbol dari hubungan antara pelaut Palestina dengan Laut Mediterania
- Pola Garis Tebal: pola ini melambangkan jalur perdagangan di wilayah timur tengah yang melewati Palestina
- Pola Daun Zaitun: mengartikan ketahanan, kekuatan, ketekunan, serta hubungan abadi dengan tanah air. Selain itu zaitun juga menjadi buah penting bagi negara tersebut.
Tak sampai disitu, keffiyeh sebagai simbol solidaritas Palestina juga diresmikan oleh Presiden Palestina, Yasser Arafat, pada tahun 1960-an, serta menjadi tren sebagai hijab dikalangan perempuan setelah dipelopori seorang pejuang kemerdekaan perempuan bernama Leila Khaled.
Kini penggunaan keffiyeh tak hanya dilakukan oleh masyarakat Palestina untuk menyatakan solidaritas mereka, melainkan turut dikenakan masyarakat dunia untuk menunjukkan dukungan atas kemerdekaan Palestina.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







