Ramai di X Soal IISMA, Ternyata Beasiswa dari Pemerintah Kuliah Singkat di Luar Negeri

AKURAT.CO Jagat media sosial X ramai membahas soal IISMA, Apa itu IISMA dan seperti apa penjelasannya.
Dilansir dari Kemendikbud, Penghargaan Mobilitas Mahasiswa Internasional Indonesia (IISMA) adalah skema beasiswa dari Pemerintah Republik Indonesia untuk mendanai siswa Indonesia supaya mengikuti program mobilitas di universitas terkemuka dan industri terkemuka di luar negeri.
Program IISMA mencakup dua jalur yaitu untuk mahasiswa sarjana dan kejuruan. Dengan IISMA, mahasiswa bisa menghabiskan satu semester di lembaga mitra terkemuka.
Untuk jalur sarjana, program ini membekali mahasiswa dengan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja masa depan.
Beberapa keterampilan yang diajarkan, yaitu sense-making, social intelligence, novel dan adaptive thinking, cross-cultural competence, computational thinking, new-media literacy, transdisciplinarity, design mindset, manajemen beban kognitif, dan kolaborasi virtual.
Bagi siswa sekolah menengah kejuruan (SMK), program ini menawarkan pembelajaran bekerjasama dengan industri.
Para siswa akan melakukan tugas praktik untuk meningkatkan keterampilan mereka. Secara keseluruhan, IISMA akan memaparkan mahasiswa Indonesia pada keragaman akademik dan budaya internasional.
Baca Juga: Mau Belajar dan Magang di Luar Negeri? Cus Daftar IISMA Edisi Vokasi
Skema ini dikelola secara terpusat oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Tahun 2023 ini sebanyak 1.132 mahasiswa program sarjana dan 559 mahasiswa program vokasi yang terpilih sebagai penerima beasiswa Program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA).
Para peserta Program IISMA 2023 akan memulai studi mereka di perguruan tinggi mitra pada pertengahan tahun 2023.
Terdapat 128 mitra PTLN di 27 negara yang bergabung pada IISMA 2023. Di antara deretan mitra PTLN, terdapat nama perguruan tinggi top dunia yang termasuk dalam peringkat 20 besar pada QS World University Ranking, yaitu University of Cambridge, University College London, University of Chicago, University of Pennsylvania, The University of Edinburgh, Yale University, dan Nanyang Technological University.
Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Sri Gunani Partiwi. Dalam sambutannya, Sri menitipkan tugas kepada mahasiswa untuk bisa menjadi agen toleransi yang menebarkan nilai-nilai luhur persatuan Indonesia di luar negeri, terutama di tengah semakin menguatnya isu rasial di tingkat global.
“Sebagai bangsa yang menjunjung toleransi di bawah naungan Bhinneka Tunggal Ika, maka sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk bisa menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai toleransi Nusantara,” terang Sri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







