PIK Menuju Destinasi Wisata Berkelanjutan: Kolaborasi Lingkungan dan Masyarakat Lokal Jadi Kunci

AKURAT.CO Kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) yang tengah berkembang pesat sebagai destinasi wisata baru di Jakarta harus memperhatikan tiga hal krusial: keberlanjutan lingkungan, keterlibatan masyarakat lokal, dan pembangunan infrastruktur yang terintegrasi.
Hal tersebut ditegaskan oleh Pakar Strategis Pariwisata Nasional, Taufan Rahmadi, saat dimintai pendapatnya mengenai arah pengembangan kawasan wisata PIK.
Menurut Taufan, tantangan utama dalam pengembangan kawasan PIK mencerminkan isu strategis yang hampir dialami oleh semua destinasi baru di Indonesia.
“Destinasi itu penting, tapi harus diiringi dengan kesadaran pengelolaan lingkungan. Pembangunan jangan sampai merusak ekosistem alam yang sudah ada, apalagi PIK berdekatan langsung dengan kawasan pesisir. Ekosistem pantai itu sangat rentan dan harus jadi perhatian utama,” ujarnya, Senin (21/4/2025).
Taufan menambahkan, keberlanjutan pariwisata tidak hanya soal alam, tetapi juga keterlibatan manusia—khususnya masyarakat lokal.
Baca Juga: KPK Periksa Rasamala Aritonang Terkait TPPU Syahrul Yasin Limpo
Ia menilai, keberhasilan jangka panjang suatu destinasi justru sangat tergantung pada sejauh mana masyarakat lokal bisa menjadi bagian langsung dari aktivitas pariwisata di kawasan tersebut.
"Masyarakat lokal adalah sebuah keharusan. Salah satu kekuatan pariwisata itu justru bagaimana masyarakat bisa berinteraksi langsung dengan destinasi. Tanpa itu, akan sulit bicara keberlanjutan. Di PIK, porsi pelibatan masyarakat lokal harus lebih besar,” tegasnya.
Untuk menjadikan PIK sebagai ikon wisata baru Jakarta yang berkelanjutan dan inklusif, Taufan menyarankan beberapa langkah strategis yang harus segera diambil oleh pemerintah daerah maupun pengelola kawasan.
1. Penguatan Infrastruktur dan Transportasi Terintegrasi
“Aksesibilitas adalah kunci. Transportasi publik yang nyaman dan terintegrasi harus dikembangkan agar wisatawan mudah menjangkau kawasan ini,” jelasnya.
2. Pembangunan dengan Prinsip Sosial dan Lingkungan
Taufan menekankan agar pembangunan kawasan tidak hanya mengejar keuntungan korporasi, tetapi juga memperhatikan dampak terhadap lingkungan dan aspek sosial masyarakat sekitar.
3. Pelibatan Masyarakat Lokal Secara Aktif
Ia mengingatkan agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan, tetapi ikut ambil bagian secara langsung dalam aktivitas ekonomi dan sosial di kawasan destinasi.
4. Strategi Promosi Terintegrasi
“PIK juga perlu mengembangkan strategi promosi yang terintegrasi, termasuk bundling dengan destinasi penyangga lain baik di tingkat nasional maupun internasional,” tambahnya.
Baca Juga: Lagi Viral di Medsos, Simak Cara Mudah Bikin Foto Bareng Artis Pakai ChatGPT
Di tengah geliat pembangunan dan peningkatan daya tarik kawasan PIK, Taufan optimistis kawasan ini bisa menjadi ikon wisata baru Jakarta.
Namun, ia menegaskan, semua itu hanya bisa tercapai jika pengembangan dilakukan dengan pendekatan holistik dan inklusif.
“Saya yakin, dengan pendekatan yang benar-benar memperhatikan lingkungan, ekosistem pariwisata, dan eksistensi masyarakat lokal, PIK bisa menjadi ikon wisata berkelanjutan kebanggaan Jakarta dan Indonesia,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










