AKURAT.CO Selat Hormuz bukan sekadar jalur laut biasa ini adalah nadi perdagangan energi global.
Terletak di antara Iran di utara serta Oman dan Uni Emirat Arab di selatan, selat sempit ini menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab, dan menjadi satu-satunya akses laut keluar masuk bagi sebagian besar produsen minyak utama Timur Tengah.
Baca Juga: Penutupan Selat Hormuz Tekan Fiskal RI, Analis: Terlalu Dini
Meski lebarnya hanya sekitar 50 kilometer di bagian terluas dan menyempit hingga 33 kilometer, Selat Hormuz mampu dilalui oleh kapal tanker raksasa yang mengangkut jutaan barel minyak setiap hari.
Menurut Badan Informasi Energi Amerika Serikat (EIA), pada paruh pertama tahun 2023, sekitar 20 juta barel minyak melintasi selat ini setiap harinya senilai hampir USD 600 miliar per tahun.
Minyak itu berasal dari negara-negara seperti Arab Saudi, UEA, Irak, Kuwait, hingga Iran.
Namun, karena peran strategisnya yang sangat vital, Selat Hormuz juga menjadi titik rawan ketegangan geopolitik.
Dalam konteks konflik Iran-Israel yang terus memanas, para ahli memperingatkan bahwa penutupan selat ini bisa memicu krisis global.
Baca Juga: Siapa Pemilik Selat Hormuz, Jalur Energi Dunia yang Jadi Titik Panas Geopolitik
“Jika Selat Hormuz diblokade, dampaknya terhadap ekonomi dunia akan luar biasa besar,” kata mantan kepala intelijen Inggris, Sir Alex Younger.
Penutupan selat bisa menyebabkan lonjakan harga minyak dan kepanikan di pasar saham dunia.
Negara-negara Asia, yang sangat tergantung pada pasokan energi dari wilayah Teluk, akan menjadi pihak paling terdampak.
Pada tahun 2022, lebih dari 80% minyak yang melewati Selat Hormuz menuju ke Asia, termasuk Cina, India, Korea Selatan, dan Jepang yang hampir seluruh impor minyaknya melewati jalur ini.
Sebagai contoh, Arab Saudi mengirimkan sekitar 6 juta barel per hari melalui selat tersebut, sementara Iran mengekspor 1,7 juta barel per hari—menjadikan Selat Hormuz jalur penting tidak hanya untuk penghasil minyak, tetapi juga bagi stabilitas ekonomi global.
Gangguan sedikit saja pada aliran ini bisa memicu inflasi dunia dan meningkatkan biaya produksi secara luas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026






