AKURAT.CO Angklung adalah alat musik tradisional khas Indonesia yang berasal dari Jawa Barat, telah mendapatkan pengakuan dunia sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO. Pengakuan ini diberikan atas nilai budaya, sejarah, serta peran angklung dalam menyatukan masyarakat melalui seni musik kolektif.
Angklung terbuat dari bambu dan dimainkan secara bersama-sama, menjadikannya simbol harmonisasi sosial dan kebersamaan.
Dilansir dari situs UNESCO, angklung ditetapkan sebagai Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity. Pengakuan ini bukan hanya bentuk apresiasi terhadap seni musik Indonesia, tetapi juga pengingat pentingnya melestarikan budaya tradisional di tengah arus globalisasi.
Angklung telah digunakan sejak masa Kerajaan Sunda sebagai alat pemanggil dewi padi, Nyai Sri Pohaci, dalam ritual pertanian.
Dalam perkembangannya, angklung mengalami perubahan fungsi dari alat upacara menjadi instrumen musik pendidikan dan pertunjukan. Saat ini, angklung sering tampil dalam berbagai forum internasional sebagai duta budaya Indonesia, termasuk di pentas PBB dan UNESCO.
Selain keunikannya dalam bentuk dan cara memainkan, angklung juga dianggap sebagai alat pemersatu karena membutuhkan kerja sama antar pemain untuk menghasilkan melodi yang harmonis. Konsep inilah yang membuat angklung tidak hanya dihargai sebagai alat musik, tetapi juga sebagai media pendidikan karakter dan toleransi.
Hingga kini, berbagai komunitas angklung telah tersebar di luar negeri, mulai dari Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat, hingga Belanda.
Melalui program diplomasi budaya yang digalakkan oleh Kementerian Luar Negeri dan diaspora Indonesia, angklung terus berperan sebagai jembatan antarbangsa yang memperkenalkan nilai-nilai luhur budaya nusantara.
Baca Juga: Inovatif, Sentra Vaksinasi Alumni SMAN 4 Jakarta Gelar Pertunjukan Angklung, Peserta Terhibur
Angklung bukan sekadar alat musik, tetapi juga simbol kekayaan budaya Indonesia yang mampu menyuarakan perdamaian dan kebersamaan di panggung dunia.
Lebih dari itu, angklung merepresentasikan harmoni, gotong royong, dan jati diri bangsa. Melestarikannya bukan hanya soal menjaga tradisi, tetapi juga memperkuat identitas Indonesia di mata dunia.
Salsabilla Nur Wahdah (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Prabowo dan Jokowi Kompak di Peringatan HUT RI, Gerindra: Hal yang Wajar
- 10Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk









