Akurat
Pemprov Sumsel

Pameran Nusawastra Silang Budaya ke-10 Menghadirkan Keindahan Wastra Nusantara Bertema Bunga

Ahada Ramadhana | 22 Oktober 2025, 18:27 WIB
Pameran Nusawastra Silang Budaya ke-10 Menghadirkan Keindahan Wastra Nusantara Bertema Bunga

AKURAT.CO Kolektor wastra Nusantara, Quoriena Ginting, kembali menggelar pameran koleksi kainnya yang ke-10 dengan tema “Rangkaian Bunga dan Budaya pada Wastra Nusantara”.

Pameran bertajuk "Nusawastra Silang Budaya" ini diselenggarakan di Cikini 82, Jakarta, dan menampilkan kekayaan wastra dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam paparannya, Quoriena Ginting menceritakan perjalanannya menjadi kolektor wastra yang dimulai sejak sekitar 20 tahun lalu, berawal dari ketertarikannya pada sehelai kain company tua.

"Saya memulai koleksi saya sekitar 20 tahun yang lalu. Awalnya saya tidak terlalu tertarik soal kain, tapi suatu ketika ada tukang antik menawarkan kain company yang kondisinya robek-robek. Dari situ saya mulai belajar, kenapa kain seperti ini dikoleksi," ujar Quoriena, Rabu (22/10/2025).

Kecintaannya terhadap wastra mendorongnya untuk membuat buku "Nusawastra Silang Budaya" yang terbit dalam dua bahasa, Indonesia dan Inggris.

Proses pembuatan buku ini memakan waktu tiga tahun, di mana Quoriena aktif berkeliling Indonesia, bertemu dengan para seniman wastra di daerah-daerah seperti Padang, Pekalongan, dan Bangkalan.

Baca Juga: Curhatan Lawas Raisa Soal “Celana Robek” Viral Lagi di Tengah Isu Cerai dengan Hamish Daud

"Suami saya (Danil Ginting) bilang, 'Bagusnya kamu buat buku, supaya yang bisa menikmati kain kamu bukan hanya teman-teman kita. Kalau kita buat buku kan semua orang bisa lihat'," kenang Quoriena.

Buku yang terbit tahun 2016 ini memuat 245 kain pilihannya dan sengaja dibuat dengan narasi yang mudah dibaca, menjauhi gaya yang terlalu teoritis, agar lebih menarik bagi pembaca Indonesia.
Pameran ke-10 sebagai "Museum Berjalan".

Pameran kali ini merupakan penyelenggaraan yang kesepuluh kalinya bagi Quoriena Ginting sejak pameran pertamanya di tahun 2014.

Ia menyebut kegiatan berpameran ini sebagai cara untuk menciptakan "museum berjalan" agar masyarakat dapat melihat langsung dan mengapresiasi keindahan wastra Nusantara.

"Ini adalah salah satu cara saya supaya orang juga bisa melihat betapa luar biasanya Indonesia dan saya juga bisa sharing passion saya. Saya ingin supaya kesenangan saya, kecintaan saya, pengetahuan saya itu tidak berhenti di saya, tapi saya bisa sharing-kan ke banyak orang," jelasnya.

Terkait tema Nusawastra Silang Budaya, Quoriena menjelaskan bahwa hal itu terinspirasi dari keunikan Indonesia sebagai negara kepulauan di mana setiap pulau memiliki wastra unggulan (high-end) yang sayangnya banyak yang sudah mulai punah.

"Silang budaya" merujuk pada adanya persilangan budaya yang terlihat di setiap wastra, seperti pengaruh India (contohnya motif Patola pada tenun ikat Sumba dan Bali), Arab, dan Cina. "Kami akhirnya putuskan namanya Nusawastra Silang Budaya," ujarnya.

Tema pameran kali ini, "Rangkaian Bunga dan Budaya pada Wastra Nusantara", terinspirasi dari keindahan motif buketan atau rangkaian bunga yang banyak terdapat pada koleksi kainnya.

Baca Juga: Saksi CMNP Selalu Jawab Tidak Tahu, Hotman Paris Blak-blakan Buka Bukti Jual Beli

Quoriena juga menekankan bahwa koleksinya tidak hanya berfokus pada kain kuno, langka, atau yang sudah tidak diproduksi, tetapi juga pada wastra-wastra baru yang cantik.

"Saya tidak mau terfokus sama masa lalu. Justru saya juga mau fokus saya melihat masa sekarang, kain-kain mana yang bagus supaya juga saya bisa jaga itu untuk masa depan," tutupnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.