Akurat
Pemprov Sumsel

10 Kalimat yang Sebaiknya Tidak Diucapkan kepada Orang yang Sedang Berduka

Eko Krisyanto | 17 Desember 2025, 23:59 WIB
10 Kalimat yang Sebaiknya Tidak Diucapkan kepada Orang yang Sedang Berduka

AKURAT.CO Kehilangan orang yang dicintai adalah salah satu pengalaman paling menyakitkan dalam hidup. Di masa duka, kata-kata dari orang sekitar bisa menjadi penguat, tetapi juga bisa tanpa sadar memperdalam luka.

Banyak orang sebenarnya bermaksud baik saat menghibur, namun ucapan yang kurang tepat justru dapat melukai perasaan orang yang sedang berduka.

Karena itu, penting untuk memahami apa saja kalimat yang sebaiknya tidak diucapkan agar niat menghibur tidak berubah menjadi beban emosional. Berikut penjelasannya.

1. “Kamu harus kuat, ya.”

Sekilas terdengar menyemangati, namun bagi orang yang berduka kalimat ini bisa terasa seperti tuntutan untuk menahan air mata.

Padahal, berduka adalah proses alami dan setiap orang berhak mengekspresikan kesedihannya.

Lebih tepat: “Aku tahu ini berat. Aku di sini kalau kamu butuh teman bicara.”

2. “Sudah takdir, jadi kamu harus ikhlas.”

Walaupun secara makna benar, kalimat ini bisa terdengar dingin bila diucapkan terlalu cepat. Pada fase awal kehilangan, tidak semua orang siap menerima konsep keikhlasan.

Lebih tepat: “Semoga kamu diberi kekuatan untuk melewati masa sulit ini.”

3. “Dia sudah di tempat yang lebih baik.”

Niatnya menenangkan, namun bagi sebagian orang kalimat ini justru menegaskan rasa kehilangan karena yang mereka inginkan adalah kehadiran orang tersebut di sisi mereka.

Baca Juga: KPK Gelar OTT di Tangerang, Aparat Penegak Hukum Dikabarkan Terjaring

Lebih tepat: “Aku tahu kamu pasti sangat merindukannya.”

4. “Aku tahu kok perasaan kamu.”

Setiap kehilangan bersifat personal. Mengklaim sepenuhnya memahami perasaan orang lain bisa terdengar meremehkan kesedihan mereka.

Lebih tepat: “Aku mungkin tidak sepenuhnya mengerti apa yang kamu rasakan, tapi aku ingin kamu tahu kalau aku ada untukmu.”

5. “Setidaknya dia sudah tidak menderita lagi.”

Kalimat ini bisa memicu rasa bersalah bagi keluarga yang ditinggalkan, seolah-olah kematian adalah hal yang patut disyukuri, padahal rasa kehilangan masih sangat dalam.

Lebih tepat: “Aku turut berduka. Pasti berat kehilangan seseorang yang sangat kamu cintai.”

6. “Kamu masih punya keluarga lain, kok.”

Setiap hubungan memiliki makna yang unik. Kehilangan satu orang tidak bisa digantikan oleh siapa pun, seberapa pun banyak orang yang masih ada.

Lebih tepat: “Aku tahu dia punya tempat yang sangat besar di hidupmu.”

7. “Sudah berapa lama? Harusnya kamu bisa move on.”

Ini termasuk kalimat paling menyakitkan bagi orang yang berduka. Tidak ada batas waktu untuk bersedih, dan setiap orang memiliki proses pemulihan yang berbeda.

Lebih tepat: “Semoga hari-harimu perlahan terasa lebih ringan.”

8. “Jangan terlalu dipikirin, nanti kamu sakit.”

Kesedihan bukan sesuatu yang bisa dihindari dengan menekan perasaan. Justru dengan mengakui dan merasakan duka, proses penyembuhan bisa berjalan lebih sehat.

Lebih tepat: “Kalau kamu ingin cerita atau sekadar ditemani, aku siap.”

Baca Juga: Cara Mengurus Surat Kematian: Syarat, Prosedur, dan Fungsinya

9. “Pasti ada hikmahnya.”

Benar bahwa setiap peristiwa memiliki makna, namun menemukan hikmah membutuhkan waktu. Mengatakannya terlalu cepat bisa terasa seperti mengabaikan rasa sakit yang sedang dirasakan.

Lebih tepat: “Aku doakan semoga kamu diberi ketenangan dan kekuatan.”

10. “Jangan menangis terus, nanti almarhum tidak tenang.”

Menangis adalah bentuk ekspresi emosi yang wajar. Melarang orang berduka untuk menangis justru dapat membuat mereka memendam perasaan.

Lebih tepat: Biarkan mereka menangis, dan dampingi dengan kehadiran yang tenang dan penuh empati.

Memberi penghiburan kepada orang yang berduka tidak selalu harus dengan banyak kata. Terkadang, kehadiran yang tulus, telinga yang mau mendengar, dan diam yang penuh empati jauh lebih berarti daripada kalimat apa pun.

Alih-alih mencari kata-kata yang sempurna, cukup hadir dan tunjukkan bahwa mereka tidak sendiri. Sikap itulah yang paling membantu seseorang melewati masa duka dengan penuh kasih dan pengertian.

Laporan: Bunga Adinda/magang

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.