Akurat
Pemprov Sumsel

Jangan Salah Arti, Ini Cara Memahami Bahasa Tubuh Anjing dari Ekor hingga Tatapan Mata

Eko Krisyanto | 11 Januari 2026, 23:44 WIB
Jangan Salah Arti, Ini Cara Memahami Bahasa Tubuh Anjing dari Ekor hingga Tatapan Mata

AKURAT.CO Anjing dikenal sebagai hewan yang setia dan cerdas. Namun, agar hubungan antara manusia dan anjing terjalin dengan baik dan harmonis, pemilik perlu memahami bahasa tubuh anjing.

Karena tidak dapat berkomunikasi menggunakan kata-kata seperti manusia, anjing mengekspresikan perasaan, emosi, dan niatnya melalui gerakan tubuh, ekspresi wajah, serta suara.

Dengan memahami sinyal-sinyal ini, pemilik dapat mengetahui apakah anjing sedang merasa senang, takut, cemas, marah, atau justru ingin bermain.

Berikut beberapa cara mengenali dan memahami bahasa tubuh anjing dengan lebih baik:

1. Gerakan Ekor

Ekor merupakan indikator penting dalam membaca suasana hati anjing.

  • Ekor bergoyang cepat dengan posisi santai menandakan anjing merasa senang dan nyaman.

  • Ekor tegak dan kaku menunjukkan kewaspadaan atau dominasi.

  • Ekor menunduk atau terselip di antara kaki menandakan rasa takut atau cemas.

  • Ekor bergoyang pelan ke bawah bisa berarti anjing masih ragu atau waspada terhadap situasi sekitar.

Perlu diingat, tidak semua goyangan ekor berarti bahagia. Konteks bahasa tubuh secara keseluruhan tetap harus diperhatikan.

Baca Juga: Apa Itu Kateterisasi Jantung? Ini Tujuan, Prosedur, dan Risikonya

2. Posisi Telinga

Perubahan posisi telinga mencerminkan emosi yang sedang dirasakan anjing.

  • Telinga tegak menghadap ke depan menunjukkan perhatian penuh atau rasa ingin tahu.

  • Telinga tertarik ke belakang atau menempel di kepala menandakan ketakutan, penyerahan diri, atau rasa bersalah.

  • Telinga sedikit miring biasanya menunjukkan kebingungan atau usaha memahami perintah.

3. Tatapan Mata

Mata anjing juga dapat mengungkapkan perasaannya.

  • Tatapan lembut dan santai menandakan rasa tenang dan kepercayaan.

  • Mata membesar dengan pupil melebar bisa menunjukkan ketegangan, ketakutan, atau kegelisahan.

  • Tatapan tajam tanpa berkedip dapat menjadi tanda agresi, terutama jika disertai postur tubuh yang tegang.

  • Berkedip pelan atau menyipitkan mata sering menjadi tanda kenyamanan dan kasih sayang.

4. Posisi Tubuh

Postur tubuh membantu menunjukkan apakah anjing merasa aman atau terancam.

  • Tubuh rileks dan otot tidak tegang menandakan anjing merasa aman.

  • Tubuh condong ke depan dengan bulu berdiri menunjukkan kewaspadaan atau sikap protektif.

  • Tubuh merendah atau berlutut rendah menandakan ketakutan atau penyerahan diri.

  • Berguling dan memperlihatkan perut biasanya menunjukkan kepercayaan, namun dalam kondisi tertentu bisa juga berarti permohonan agar tidak disakiti.

5. Suara dan Geraman

Selain bahasa tubuh, suara juga menjadi alat komunikasi penting bagi anjing.

Baca Juga: Manfaat Akupuntur bagi Penderita Stroke, Terapi Pendukung yang Bantu Percepat Pemulihan

  • Gonggongan cepat dan berulang menandakan kegembiraan atau keinginan menarik perhatian.

  • Gonggongan rendah dan berat merupakan tanda peringatan atau ketidaknyamanan.

  • Merengek atau melolong pelan bisa berarti cemas, kesepian, atau menginginkan sesuatu.

  • Geraman adalah tanda jelas bahwa anjing merasa terancam atau tidak nyaman.

6. Gerakan Mulut

  • Mulut terbuka dengan lidah menjulur dan napas teratur menandakan anjing santai.

  • Mulut tertutup rapat dengan rahang kaku menunjukkan stres atau kewaspadaan.

  • Menunjukkan gigi disertai geraman merupakan tanda ancaman serius.

  • Menjilat bibir berulang kali dapat menjadi tanda kegugupan atau usaha menenangkan diri.

7. Bahasa Tubuh Saat Bermain

Saat ingin bermain, anjing sering menunjukkan gerakan play bow, yaitu posisi tubuh depan menunduk dengan kaki depan merentang dan ekor bergoyang cepat.

Gerakan ini menjadi isyarat bahwa aktivitas berikutnya bersifat bersahabat. Anjing juga bisa berlari melingkar, melompat kecil, atau menggonggong dengan nada ceria.

Dengan memahami bahasa tubuh anjing, pemilik dapat merespons dengan lebih tepat, mencegah kesalahpahaman, serta menciptakan hubungan yang aman dan penuh kepercayaan antara manusia dan hewan peliharaannya.

Laporan: Bunga Adinda/magang

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.