Akurat
Pemprov Sumsel

Anjing Sering Menggaruk Tubuhnya? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Redaksi Akurat | 3 Maret 2026, 23:40 WIB
Anjing Sering Menggaruk Tubuhnya? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Ilustrasi anjing menggaruk.

AKURAT.CO Anjing yang sering menggaruk tubuhnya sebenarnya tidak melakukannya tanpa alasan.

Meski sesekali menggaruk adalah hal yang wajar, frekuensi yang terlalu sering bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan.

Lalu, apa saja penyebab anjing sering menggaruk tubuhnya? Berikut penjelasan lengkap beserta cara mengatasinya.

Penyebab Anjing Sering Menggaruk Tubuhnya

Ada beberapa faktor yang dapat memicu rasa gatal pada anjing, mulai dari parasit hingga stres.

1. Parasit Kulit

Parasit seperti kutu, tungau, dan caplak merupakan penyebab paling umum anjing sering menggaruk.

  • Kutu dapat menimbulkan rasa gatal hebat sehingga anjing terus-menerus menggaruk hingga kulitnya lecet.

  • Tungau dapat menyebabkan kudis (scabies), yang ditandai dengan kulit bersisik, rambut rontok, dan rasa gatal parah.

  • Caplak juga bisa menempel pada kulit dan menyebabkan iritasi.

Cara mengatasinya:
Lakukan perawatan rutin menggunakan obat tetes anti-parasit, sampo khusus, atau kalung anti-kutu. Selain itu, jaga kebersihan kandang dan tempat tidur anjing agar tidak menjadi sarang parasit.

2. Alergi Makanan atau Lingkungan

Alergi juga menjadi penyebab umum anjing sering menggaruk tubuhnya.

Alergi makanan bisa dipicu oleh bahan tertentu seperti ayam, daging sapi, jagung, atau produk susu. Gejalanya tidak hanya gatal, tetapi juga bisa berupa:

Baca Juga: Momen Satu Meja di Istana: Prabowo, SBY, dan Jokowi Bahas Arah Besar Bangsa

  • Diare

  • Muntah

  • Peradangan telinga

Sementara itu, alergi lingkungan dapat disebabkan oleh debu, serbuk sari, jamur, atau parfum ruangan. Biasanya anjing akan lebih sering menggaruk area wajah, kaki, dan perut. Kulit juga bisa terlihat merah atau bengkak.

Cara mengatasinya:
Ganti makanan secara bertahap untuk mengetahui pemicu alergi, kurangi paparan alergen di lingkungan, dan konsultasikan ke dokter hewan jika gejala tidak membaik.

3. Infeksi Kulit

Garukan berlebihan bisa menyebabkan luka kecil pada kulit. Luka ini menjadi pintu masuk bagi bakteri atau jamur yang memicu infeksi.

Tanda-tanda infeksi kulit antara lain:

  • Kulit berbau tidak sedap

  • Muncul cairan atau nanah

  • Bercak merah atau luka basah

Infeksi jamur sering terjadi pada lipatan kulit atau telinga, terutama pada anjing berbulu lebat.

Cara mengatasinya:
Diperlukan penanganan medis seperti antibiotik atau salep antijamur yang diresepkan dokter hewan.

4. Kebiasaan Alami atau Stres

Tidak semua garukan disebabkan oleh masalah medis. Terkadang anjing menggaruk sebagai bagian dari kebiasaan alami untuk membersihkan tubuhnya.

Namun, jika dilakukan secara berlebihan, bisa jadi anjing mengalami stres atau kebosanan. Hal ini sering terjadi pada anjing yang:

  • Terlalu lama ditinggal sendirian

  • Kurang aktivitas fisik

  • Jarang diajak bermain

Cara mengatasinya:
Berikan stimulasi fisik dan mental yang cukup, seperti berjalan-jalan rutin, bermain lempar tangkap (fetch), atau menyediakan mainan interaktif.

Kesimpulan

Anjing yang sering menggaruk tubuhnya bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari parasit kulit, alergi, infeksi, hingga stres atau kebiasaan alami.

Karena itu, penting bagi pemilik untuk memperhatikan frekuensi dan gejala yang menyertai garukan tersebut.

Dengan mengetahui penyebabnya, penanganan yang tepat bisa dilakukan, baik melalui perawatan rutin di rumah maupun konsultasi dengan dokter hewan jika diperlukan.

Baca Juga: Mantan CEO Twitter Pangkas Ribuan Karyawan Block karena AI

Laporan: Lilis Anggraeni/magang

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.