Kapan Waktu Mulai Takbiran Idul Fitri? Ini Penjelasan Ulama

AKURAT.CO Takbiran Idul Fitri merupakan ungkapan syukur umat Islam atas selesainya ibadah puasa Ramadan dan datangnya bulan Syawal.
Ucapan takbir bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan memiliki dasar fiqih dan landasan syariat yang dijelaskan para ulama sejak generasi klasik hingga kontemporer.
Meski demikian, sebagian masyarakat masih bertanya-tanya kapan waktu yang tepat untuk memulai takbiran Idul Fitri menurut ajaran Islam.
Makna dan Tujuan Takbiran
Takbiran berarti mengagungkan Allah dengan mengucapkan:
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, La ilaha illallah, Allahu Akbar, Allahu Akbar wa lillahil hamd.
Artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tidak ada Tuhan selain Allah. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dan bagi Allah segala pujian.
Takbir menjadi ekspresi syukur atas nikmat Ramadan dan kemenangan spiritual setelah sebulan penuh menunaikan ibadah puasa.
Melalui takbiran, umat Islam mengingat kebesaran Allah sekaligus merayakan hari raya sesuai tuntunan syariat.
Waktu Mulai Takbiran Menurut Ulama
Para ulama memberikan pedoman yang cukup jelas mengenai waktu takbiran Idul Fitri berdasarkan dalil Al-Qur’an dan praktik para sahabat.
1. Dimulai Setelah Matahari Terbenam di Akhir Ramadan
Mayoritas ulama berpendapat bahwa takbiran Idul Fitri dimulai sejak matahari terbenam pada malam terakhir Ramadan.
Artinya, ketika hilal Syawal telah terlihat atau bulan Ramadan digenapkan menjadi 30 hari, maka saat itu Ramadan dinyatakan berakhir dan takbiran dapat dimulai.
Ulama seperti Ibnu Utsaimin menjelaskan bahwa takbiran berlangsung hingga pelaksanaan salat Idul Fitri keesokan paginya.
Waktu ini dianggap paling kuat karena menandai peralihan resmi dari Ramadan menuju hari raya.
2. Berlanjut Sepanjang Malam hingga Sebelum Salat Id
Takbiran dianjurkan terus dikumandangkan sepanjang malam Idul Fitri hingga sebelum salat Id dilaksanakan.
Momentum ini menjadi simbol kegembiraan dan rasa syukur atas selesainya Ramadan.
Tradisi takbiran juga mempererat ukhuwah Islamiyah karena dilakukan bersama keluarga, jamaah masjid, dan masyarakat secara luas.
3. Setelah Salat Idul Fitri
Sebagian ulama membolehkan takbiran tetap dilanjutkan setelah salat Idul Fitri sebagai bentuk penguatan rasa syukur.
Meski demikian, yang paling utama adalah takbiran hingga sebelum salat Id dimulai.
Dengan demikian, rentang waktu takbiran mencakup:
Setelah matahari terbenam di akhir Ramadan
Sepanjang malam Idul Fitri hingga sebelum salat Id
(Menurut sebagian pendapat) setelah salat Id
Dasar Syariat dalam Al-Qur’an
Landasan utama takbiran merujuk pada firman Allah dalam Al-Qur'an, tepatnya Surah Al-Baqarah ayat 185:
“Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu…”
Ayat ini menunjukkan bahwa setelah menyelesaikan puasa Ramadan, umat Islam diperintahkan untuk mengagungkan Allah. Takbiran menjadi wujud nyata dari perintah tersebut.
Praktik Para Ulama dan Sahabat
Ulama klasik seperti Imam Asy-Syafi‘i menyatakan bahwa takbiran merupakan amalan yang dianjurkan setelah Ramadan.
Riwayat juga menyebut para sahabat seperti Ibnu Umar dikenal mengumandangkan takbir dalam menyambut hari raya.
Hal ini menunjukkan bahwa takbiran memiliki pijakan dalam praktik generasi awal Islam (Salaf).
Cara Melakukan Takbiran
Tidak ada satu redaksi baku yang wajib, namun bacaan yang umum dilafalkan umat Islam adalah:
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, La ilaha illallah, Allahu Akbar, Allahu Akbar wa lillahil hamd.
Takbiran dapat dilakukan secara individu maupun berjamaah, di masjid, rumah, atau tempat lainnya. Yang terpenting adalah penghayatan makna sebagai bentuk pengagungan dan pujian kepada Allah.
Kesimpulan
Takbiran Idul Fitri dimulai setelah matahari terbenam pada malam terakhir Ramadan dan berlangsung hingga sebelum salat Idul Fitri.
Sebagian ulama juga membolehkan dilanjutkan setelah salat Id.
Penetapan ini didasarkan pada penafsiran ayat Al-Qur’an, praktik para sahabat, serta pandangan mayoritas ulama fiqih.
Dengan memahami waktunya secara tepat, umat Islam dapat menjalankan takbiran sesuai tuntunan syariat sebagai ungkapan syukur atas kemenangan spiritual setelah Ramadan.
Laporan: Amalia Febriyani/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










