Akurat
Pemprov Sumsel

Pengumuman Hasil Sidang Isbat Lebaran 2026: Ini Jadwal Lengkap Penentuan Idul Fitri dan Penjelasannya!

Putri Chandra | 19 Maret 2026, 23:43 WIB
Pengumuman Hasil Sidang Isbat Lebaran 2026: Ini Jadwal Lengkap Penentuan Idul Fitri dan Penjelasannya!
Ilustrasi, hasil sidang isbat Lebaran 2026. (Freepik)

AKURAT.CO AKURAT.CO Pengumuman hasil sidang isbat Lebaran 2026 resmi diumumkan oleh Kementerian Agama (Kemenag), sebagai penentuan Hari Raya Idul Fitri 2026.

Berdasarkan perhitungan astronomi, fase ijtimak telah terjadi pada Kamis pagi, sementara posisi hilal saat pemantauan sore diperkirakan sudah berada di atas ufuk di seluruh wilayah Indonesia.

Meski demikian, keputusan resmi mengenai kapan Lebaran dirayakan tetap ditentukan dari hasil sidang isbat yang sudah diumumkan pada malam ini.

Masyarakat dapat mengikuti proses penetapan tersebut secara langsung melalui siaran live streaming di kanal resmi Kementerian Agama, seperti YouTube Bimas Islam TV dan Kemenag RI.

Baca Juga: FIFA Soroti Kemegahan Stadion GBK Jelang FIFA Series 2026

Pemerintah juga mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan saling menghormati apabila terdapat perbedaan dalam penentuan Hari Raya Idul Fitri.


Hasil Sidang Isbat Lebaran 2026

Dalam rangka penentuan awal Syawal 1447 Hijriah, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta turut melaksanakan rukyatul hilal pada Kamis, 19 Maret 2026 yang bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 H.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses sidang isbat untuk menentukan Hari Raya Idul Fitri, dengan menggabungkan metode perhitungan (hisab) dan pengamatan langsung (rukyat).

Pemantauan hilal dilakukan secara serentak di enam lokasi strategis di wilayah DKI Jakarta, yaitu:

Baca Juga: Prabowo: Ada Operasi Provokasi untuk Benturkan Pemerintah dan Rakyat

  1. Rumah Falak Jakarta Selatan

  2. Gedung Kanwil Kemenag DKI Jakarta

  3. Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari

  4. Masjid Jami Al-Musariin

  5. Jakarta Islamic Centre

  6. Pulau Karya di Kepulauan Seribu.

Proses pengamatan ini melibatkan tim ahli dari Kementerian Agama, pakar ilmu falak, serta para pengamat hilal yang menggunakan peralatan modern seperti teleskop dan alat observasi canggih.

Hasil dari pemantauan tersebut kemudian menjadi bahan pertimbangan dalam sidang isbat untuk menetapkan secara resmi kapan Hari Raya Idul Fitri dirayakan di Indonesia.

Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, menjelaskan bahwa posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia berada pada kisaran 0 derajat 54 menit 27 detik hingga 3 derajat 7 menit 52 detik.

Sementara itu, sudut elongasi atau jarak antara bulan dan matahari tercatat berada di antara 4 derajat 32 menit 42 detik hingga 6 derajat 6 menit 11 detik.

“Data hilal hari ini tidak memnuhi kriteria visibilitas MABIMBS (Menteri-menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura),” katanya.

Berdasarkan kriteria MABIMS, hilal baru bisa dinyatakan terlihat jika memiliki ketinggian minimal 3 derajat dan sudut elongasi minimal 6,4 derajat.

Namun, dari hasil pemantauan di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua, hilal dilaporkan belum terlihat.

Maka dari itu, pemerintah secara resmi menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

"Disepakati bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026," ujar Nasaruddin dalam konferensi pers sidang isbat, Kamis (19/3/2026).

Keputusan ini diambil melalui sidang isbat yang digelar oleh Kemenag, dengan mempertimbangkan hasil pemantauan hilal di berbagai wilayah Indonesia.

Penetapan ini diharapkan dapat menjadi acuan bersama bagi umat Islam dalam merayakan Lebaran dengan penuh kebersamaan dan kekhidmatan.


FAQ

1. Kapan Lebaran 2026 ditetapkan pemerintah?

Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.

2. Siapa yang menetapkan hasil sidang isbat?

Penetapan dilakukan oleh Kementerian Agama melalui sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama.

3. Apa dasar penentuan Lebaran 2026?

Penentuan didasarkan pada hasil hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal) di berbagai wilayah Indonesia.

4. Apakah hilal terlihat saat pemantauan?

Tidak, hasil pengamatan menunjukkan hilal belum memenuhi kriteria visibilitas MABIMS sehingga belum terlihat.

5. Mengapa sidang isbat penting?

Sidang isbat menjadi acuan resmi pemerintah agar umat Islam di Indonesia dapat merayakan Lebaran secara serentak.

Pemerintah resmi menetapkan Lebaran 2026 jatuh pada 21 Maret 2026 melalui sidang isbat. Keputusan ini diambil berdasarkan hasil perhitungan dan pengamatan hilal yang belum memenuhi kriteria.

Dengan penetapan ini, masyarakat diharapkan dapat merayakan Idul Fitri secara bersama-sama dengan lebih pasti dan tenang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.