Akurat
Pemprov Sumsel

IDD PIK2 Bawa Ekosistem Desain Indonesia ke Panggung Dunia Lewat Salone del Mobile Milano 2026

Saeful Anwar | 9 April 2026, 16:34 WIB
IDD PIK2 Bawa Ekosistem Desain Indonesia ke Panggung Dunia Lewat Salone del Mobile Milano 2026
Konferensi Pers IDD Pavilion Salone del Mobile.Milano 2026 di IDD PIK2, Tangerang, Banten, Kamis (9/4/2026).

AKURAT.CO Indonesia terus menunjukkan perannya sebagai negara yang semakin mengedepankan desain sebagai bagian penting dari perkembangan industri kreatif sekaligus identitas budaya.

Semangat tersebut tercermin melalui partisipasi Indonesia Design District (IDD) PIK2 dalam pameran desain internasional bergengsi, Salone del Mobile Milano 2026, yang berlangsung pada 21–26 April 2026 di Milan, Italia.

Salone del Mobile dikenal sebagai salah satu pameran furnitur dan desain terbesar di dunia. Ajang tahunan ini menjadi titik temu para desainer, brand, arsitek, hingga pelaku industri kreatif global untuk menampilkan inovasi terbaru di bidang desain dan arsitektur interior.

CEO IDD PIK2, Ipeng Widjojo, mengatakan keikutsertaan IDD dalam ajang tersebut bertujuan memperluas pasar internasional sekaligus memperkuat citra desain Indonesia di panggung global.

“Objektif dari kerja sama ini adalah membawa para exhibitors ke sana dan mengharapkan hasil-hasil mereka betul-betul mendapatkan potential business yang kita harapkan,” ujar Ipeng dalam konferensi pers di IDD PIK2, Tangerang, Banten, Kamis (9/4/2026).

CEO IDD PIK2, Ipeng Widjojo.

Menurut Ipeng, Salone del Mobile Milano memiliki skala yang sangat besar dengan luas area mencapai sekitar 200 ribu meter persegi.

“Pameran sebesar ini luar biasa besar. Kalau ingin melihat seluruh stall-nya mungkin perlu waktu sampai seminggu,” katanya.

Ia menjelaskan, Milan hanya memiliki dua pameran utama berskala global setiap tahunnya, yakni furniture fair dan fashion fair. Hal ini semakin menegaskan posisi Italia sebagai salah satu pusat industri desain dunia.

Baca Juga: AI Retas FreeBSD dalam 4 Jam, Era Baru Ancaman Siber Dimulai

Melalui partisipasi ini, IDD berharap tidak hanya memperoleh transaksi bisnis berupa penjualan furnitur, tetapi juga memperkenalkan nilai tambah industri kreatif Indonesia kepada pasar global.

“Selain tangible business seperti jual-beli furniture, kami juga ingin menunjukkan bahwa Indonesia bukan hanya negara penghasil raw materials,” jelas Ipeng.

Ia menegaskan, kekuatan Indonesia terletak pada kreativitas desain, inovasi material, hingga kemampuan mengolah produk dengan nilai artistik tinggi.

“Kreativitas dari Indonesia sendiri yang akan di-highlight, mulai dari model, material yang ditampilkan, sampai bagaimana kita mengolah material tersebut,” ujarnya.

IDD Pavilion Usung Tema House of Indonesia

Dalam ajang tersebut, IDD PIK2 menghadirkan booth kolaboratif bernama IDD Pavilion dengan tema House of Indonesia.

Konsep ini menonjolkan narasi tentang ekosistem desain Indonesia yang terintegrasi, menghubungkan desainer, brand, manufaktur, hingga komunitas kreatif dalam satu wadah kolaboratif.

Partisipasi ini menjadikan IDD sebagai representasi sektor swasta Indonesia dalam memperkenalkan kekayaan kreativitas dan perspektif desain Tanah Air kepada audiens internasional.

“IDD Pavilion menjadi cara kami memperkenalkan Indonesia sebagai ekosistem desain yang terintegrasi dan kolaboratif. Melalui Salone del Mobile, kami berharap karya para desainer Indonesia dapat semakin dikenal dan terhubung dengan industri desain global,” kata Ipeng.

IDD Pavilion menampilkan berbagai karya desainer Indonesia yang dikurasi oleh desainer kenamaan Alvin Tjitrowirjo. Produk-produk yang dipilih merepresentasikan keragaman pendekatan desain kontemporer Indonesia.

Kurasi tersebut tidak hanya menonjolkan nilai estetika, tetapi juga membawa cerita tentang identitas budaya, eksplorasi material, serta proses kreatif khas Indonesia.

Baca Juga: Dividen OCBC 2025 Turun seiring Dengan Pertumbuhan Laba yang Melambat

“Partisipasi ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan desain khas Indonesia. Lewat IDD Pavilion, kami ingin memperlihatkan bahwa Indonesia memiliki ekosistem yang mampu berpikir secara konseptual, merancang dengan kuat, dan mewujudkannya dalam kualitas yang siap bersaing di panggung global,” ujar Alvin.

Sementara itu, desain interior booth IDD Pavilion dirancang oleh Santi Alaysius, pendiri Domisilium Studio. Lewat pendekatan eksplorasi ruang, material, dan narasi visual, Santi menghadirkan interpretasi ruang yang merepresentasikan semangat kolaborasi dalam ekosistem desain Indonesia.

Dukung Desainer Muda Indonesia

Selain menghadirkan IDD Pavilion, sejumlah desainer Indonesia juga turut berpartisipasi dalam SaloneSatellite, bagian dari Salone del Mobile yang didedikasikan bagi desainer muda dunia.

Beberapa nama yang ikut ambil bagian antara lain Studio Banda, Zulyo Kumara, dan Cynthia Margaret.

IDD juga memberikan dukungan melalui fasilitasi ekspedisi karya-karya para desainer tersebut ke Milan sebagai upaya memperluas eksposur desain Indonesia di pasar global.

Partisipasi IDD di Salone del Mobile Milano 2026 mendapat dukungan dari berbagai pihak, baik dalam maupun luar negeri.

Di antaranya Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf), Kementerian Perdagangan RI, Indonesia Design Development Centre (IDDC), Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Milan, hingga Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Roma.

Melalui kehadiran IDD Pavilion, Indonesia tidak hanya hadir sebagai peserta pameran, tetapi juga sebagai bagian dari panggung desain global.

Partisipasi ini diharapkan mampu membuka peluang kolaborasi baru, memperluas jaringan internasional, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan kreatif yang terus berkembang di dunia desain.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.