LIXIL Dorong Kolaborasi Arsitektur Berkelanjutan Lewat Inovasi dan Edukasi di ARCH:ID 2026

AKURAT.CO Dinamika pembangunan di Indonesia terus bergerak ke arah yang lebih progresif.
Kualitas ruang hidup kini tidak lagi semata diukur dari aspek estetika, melainkan juga dari kemampuan desain dan teknologi dalam menghadirkan hunian yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan.
Dalam konteks tersebut, pelaku industri memiliki peran strategis dalam membentuk standar kualitas hidup masyarakat ke depan.
Menjawab tantangan ini, LIXIL, perusahaan global penyedia solusi air dan hunian berkelanjutan, terus memperkuat perannya sebagai penggerak perubahan di sektor arsitektur dan pembangunan.
Perusahaan mendorong sinergi antara desain dan teknologi sebagai fondasi dalam menciptakan ruang hidup yang lebih berkualitas.
“Prinsip gotong royong merupakan fondasi masyarakat kita. Kemajuan pembangunan juga sangat bergantung pada kekuatan ide dan kebersamaan. Melalui kolaborasi lintas sektor, LIXIL berkomitmen menjadi mitra strategis dalam menghadirkan ruang bagi para profesional untuk berkembang bersama,” ujar Marketing Director LIXIL Water Technology Indonesia, Arfindi Batubara, Selasa (21/4/2026).
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, LIXIL aktif menghadirkan berbagai inisiatif yang membuka akses terhadap ide, inovasi, dan kolaborasi.
Baca Juga: PIK Jadi Etalase Wisata Jakarta untuk Pasar Tiongkok Lewat Famtrip Xiamen Airlines
Perusahaan secara konsisten terlibat dalam platform industri seperti ARCH:ID, serta menginisiasi program seperti LIXIL Architectural Design Competition (LADC) dan LIXIL Day of Architecture and Design (LDAD).
Upaya ini bertujuan menciptakan ekosistem yang memungkinkan para profesional arsitektur dan desain untuk saling bertukar gagasan sekaligus mendorong lahirnya standar baru dalam industri.
Pada ajang ARCH:ID 2026, LIXIL menghadirkan paviliun bertajuk “OASE: Architecture in the Water Cycle”.
Berbeda dari pameran konvensional, instalasi ini mengedepankan prinsip keberlanjutan dengan memanfaatkan elemen air dan tanaman yang dapat digunakan kembali untuk proyek lain.
Selain sebagai ruang pamer, paviliun ini juga dirancang sebagai sarana edukasi yang mengajak pengunjung memahami keterkaitan antara air, sanitasi, lingkungan, dan perkembangan kawasan urban.
Founder Mamostudio, Adi Purnomo, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan hasil kolaborasi lintas disiplin, termasuk dengan peneliti lingkungan dan sosial.
“Paviliun ini memperkaya pengalaman pengunjung dalam memahami relasi antara air, sanitasi, dan lingkungan. Ini menjadi bukti bahwa sinergi lintas disiplin dapat menciptakan solusi yang relevan, baik secara konseptual maupun praktis,” ujarnya.
Untuk memperkuat fungsi edukatif, paviliun LIXIL juga menghadirkan sejumlah agenda, di antaranya sesi “Step into the Oasis” pada 23 April 2026 serta diskusi Alun-alun Talks pada 24 April 2026 dengan tema “From Data to Design: Rethinking Architecture Through Environmental Intelligence”.
Melalui rangkaian program ini, LIXIL mendorong terciptanya dialog terbuka sekaligus memperluas kolaborasi di antara pelaku industri.
Komitmen tersebut juga sejalan dengan visi jangka panjang perusahaan melalui LIXIL Environmental Vision 2050, yang menargetkan operasional netral karbon, efisiensi penggunaan air, serta peningkatan akses sanitasi secara global.
“Kolaborasi kini menjadi standar baru dalam industri. Dengan menyatukan keahlian dan inovasi, kita dapat menciptakan ruang hidup yang tidak hanya fungsional dan estetis, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan dan generasi mendatang,” tutup Arfindi.
Baca Juga: Cara Daftar Beasiswa Dian Sastro 2026, Syarat dan Jurusan Lengkap
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini






