MODENA Perluas Akses Air Bersih, Sudah Salurkan 1 Juta Liter di Ruang Publik

AKURAT.CO MODENA Group memperkuat upaya keberlanjutan dengan mendorong perubahan di sektor logistik, akses air bersih dan pengelolaan limbah. Inisiatif ini dijalankan sepanjang 2025 hingga 2026 sebagai bagian dari transformasi bisnis yang lebih ramah lingkungan.
"Tahun ini, upaya tersebut kami perkuat tidak hanya melalui transformasi internal, tetapi dengan membangun perubahan bersama ekosistem yang lebih luas," kata Nicole Jizhar selaku Executive Vice President and Chief Sustainability Advisor MODENA, dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (5/5/2026).
Salah satu fokus utama dilakukan melalui MOLOGIZ, unit logistik milik perusahaan. Sejak Desember 2025, sebagian armada mulai dialihkan dari kendaraan berbahan bakar diesel ke kendaraan listrik.
Saat ini, lebih dari 20 persen armada MOLOGIZ telah menggunakan kendaraan listrik. Peralihan ini diklaim mampu menekan emisi logistik hingga 50 persen atau setara 2,3 ton carbon dioxide equivalent sejak implementasi awal.
Hal tersebut mencerminkan upaya mengurangi dampak emisi dari sektor distribusi yang selama ini cukup besar. Di industri elektronik, logistik menjadi elemen penting sekaligus tantangan dalam menekan jejak karbon.
Selain logistik, perusahaan juga memperluas program MODENA Pure Hub untuk menyediakan akses air minum gratis. Hingga 2026, program ini telah hadir di 15 titik ruang publik di Jakarta dan sekitarnya.
Penambahan fasilitas dilakukan dengan menghadirkan teknologi Reverse Osmosis Water Purifier di sembilan titik baru. Salah satu lokasi terbaru berada di JPM Lebak Bulus yang menghubungkan Stasiun MRT dengan area komersial.
Program ini tidak hanya menyediakan air minum, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada botol plastik sekali pakai. Hingga April 2026, lebih dari 1 juta liter air telah disalurkan kepada masyarakat.
Di sisi lain, kolaborasi dengan platform Duitin dilakukan untuk mendorong pengelolaan limbah yang lebih bertanggung jawab. Sejak Januari 2026, lebih dari 1.017 kilogram limbah berhasil dikumpulkan untuk didaur ulang.
"Produk bukan lagi sekadar tujuan akhir, melainkan menjadi medium untuk menghadirkan solusi yang berdampak, mulai dari efisiensi energi, akses terhadap sumber daya penting seperti air bersih, hingga kontribusi dalam mengurangi jejak lingkungan," kata Nicole.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 6BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 7Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 8Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal




