Akurat Logo

PUMA Deviate Route Uji Kecepatan Pelari di Jalur Urban

Yusuf Tirtayasa | 8 Mei 2026, 16:04 WIB
PUMA Deviate Route Uji Kecepatan Pelari di Jalur Urban
PUMA Deviate Route Uji Kecepatan Pelari di Jalur Urban

AKURAT.CO Brand olahraga PUMA kembali menghadirkan pengalaman lari unik melalui ajang PUMA Deviate Route di Jakarta. Event lari 5 kilometer ini dirancang berbeda dari road race konvensional dengan menghadirkan konsep urban crawl yang menuntut pelari untuk beradaptasi dengan berbagai kondisi rute di tengah kota.

Ajang yang digelar pada 2 Mei 2026 tersebut menjadi bagian dari kampanye peluncuran PUMA Deviate Nitro 4. Melalui konsep ini, PUMA ingin menghadirkan pengalaman lari yang tidak hanya berfokus pada catatan pace, tetapi juga kemampuan kontrol, strategi, dan respons cepat dalam menghadapi medan yang dinamis.

Dalam Deviate Route, peserta harus melewati berbagai jenis lintasan seperti gang sempit, tanjakan tangga, hingga area sprint terbuka. Rute ini dirancang untuk menguji manuver dan stabilitas pelari di berbagai situasi yang tidak dapat diprediksi seperti road race pada umumnya.

Rute Urban Crawl Hadirkan Tantangan Berbeda

Menurut Rachmat B. Trilaksono, konsep Deviate Route dibuat untuk mendorong pelari keluar dari rutinitas latihan biasa dan menemukan pengalaman baru saat berlari.

“Melalui Deviate Route, kami ingin menunjukkan bahwa berlari cepat bukan hanya soal angka di pace, tapi juga tentang bagaimana pelari berani menghadapi rute yang tidak biasa dan terus mencari tantangan baru," sebut dia.

"Kami juga ingin menghadirkan pengalaman lari yang berbeda dari biasanya, sehingga setiap pengalaman berlari bersama PUMA dan komunitas selalu berkesan dan menyenangkan. Hal ini yang menjadi wujud spirit Deviate 4, bahwa progres lahir saat pelari keluar dari comfort route dan menemukan kesenangan tersendiri dalam hal yang tidak terduga,” ujarnya.

Rute lari 5K ini mengambil jalur di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, melintasi sejumlah ruas jalan seperti Jalan Lauser, Barito, Melawai Raya, Pattimura, hingga Sisingamangaraja sebelum kembali ke titik awal.

Peserta terdiri dari komunitas lari dan jurnalis yang dapat memilih dua format lomba, yaitu Individual Race dan Community Relay Race. Format individual difokuskan pada eksplorasi performa personal, sedangkan relay komunitas menambahkan unsur strategi dan kerja sama tim.

PUMA Deviate 4 Dirancang untuk Speed Training

Dalam event ini, peserta juga berkesempatan mencoba langsung performa sepatu lari PUMA Deviate 4 yang dirancang untuk speed training dan race day.

Sepatu ini menawarkan kombinasi bantalan responsif, efisiensi dorongan, serta stabilitas saat digunakan di berbagai kondisi lintasan. Desainnya juga dibuat ringan dan responsif untuk mendukung akselerasi di jalur urban yang membutuhkan perubahan ritme secara cepat.

Ibnu Jamil, yang ikut berpartisipasi dalam Deviate Route, mengaku pengalaman berlari kali ini terasa berbeda dibanding road race biasa.

Menurutnya, Deviate Route memberikan pengalaman yang berbeda dari road race biasa karena rutenya lebih dinamis dan menuntut m untuk terus menyesuaikan ritme.

"Justru tantangan seperti ini yang bikin saya lebih excited, karena setiap segmen terasa seperti mengajak kita untuk terus berkembang dan keluar dari kebiasaan saat latihan atau race. Jalur yang dilewati pun tidak umum, sehingga tak hanya pengalaman berlari saja yang kita dapatkan, tetapi juga sightseeing di tengah kota yang jarang kita lewati apalagi sambil berlari,” katanya.

Melalui Deviate Route, PUMA menegaskan fokusnya menghadirkan pengalaman lari yang lebih dekat dengan gaya hidup pelari urban modern, yang tidak hanya mengejar hasil akhir, tetapi juga mencari tantangan dan pengalaman baru dalam setiap sesi lari.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.