RI Ekspor Ikan Layur ke China, UMKM Perikanan Masuki Babak Baru

AKURAT.CO Produk perikanan tangkap dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) resmi menembus pasar ekspor China.
Sebanyak 27 ton ikan layur dilepas Menteri UMKM Maman Abdurrahman menuju Kota Fuzhou, Fujian, China, melalui program Holding UMKM Klaster Kelautan dan Perikanan.
Ekspor ini memiliki nilai ekonomi sebesar USD75.000 dolar, sekaligus menandai babak baru keterlibatan UMKM dalam rantai perdagangan global berbasis sumber daya alam lokal.
“Klaster kelautan dan perikanan menjadi pilot project Program Holding UMKM. Ini memiliki nilai strategis karena potensi ekonomi hasil laut sangat besar dan diminati pasar global,” ujar Maman dalam acara Kick-Off Program Holding UMKM Klaster Kelautan dan Perikanan di Jakarta.
Baca Juga: Efisiensi Anggaran Jadi Pemicu Inovasi, Menteri Maman: UMKM Tetap Didukung Pemerintah
Program Holding UMKM, menurut dia, dibangun secara sistematis melalui pendekatan berbasis klaster yang berpotensi ekspor.
Holding ini memungkinkan UMKM tak hanya berkembang dalam skala lokal, tetapi juga terintegrasi dalam sistem bisnis global.
Maman menekankan bahwa program ini tak sekadar seremoni. “Target Holding UMKM tidak boleh berhenti pada peluncuran. Setiap klaster harus mampu tumbuh menjadi entitas bisnis yang mandiri dan kompetitif,” katanya.
Langkah ekspor ikan layur ini dinilai penting dalam memperkuat diplomasi ekonomi berbasis rakyat. Selain menjadi simbol keberhasilan program holding, ekspor ini membuka peluang pasar dan memperluas konektivitas antarnegara berbasis produk UMKM.
Baca Juga: Menteri Maman: Efisiensi Anggaran Tak Ganggu Belanja Produk UMKM
Penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian UMKM dan Bank Negara Indonesia (BNI) juga dilakukan untuk memperkuat akses pembiayaan. Fasilitas perbankan menjadi salah satu elemen penting dalam menjaga kelangsungan ekosistem kemitraan bisnis UMKM.
“Ini saatnya kita dorong UMKM sebagai aktor utama dalam perdagangan luar negeri. Mereka bukan hanya pelaku ekonomi domestik, tetapi juga pahlawan ekonomi bangsa,” ujar Maman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








