Pemerintah Dorong Belanja Produk Lokal Lewat Inabuyer B2B2G Expo 2025

AKURAT.CO Pemerintah terus memperkuat komitmennya dalam mendukung produk dalam negeri melalui gelaran Inabuyer B2B2G Expo 2025. Acara ini menjadi strategi konkret pemerintah dalam mendorong belanja kementerian/lembaga hingga pemerintah daerah agar mengutamakan produk lokal dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, menyampaikan bahwa Inabuyer 2025 merupakan bentuk nyata pelaksanaan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 2021 yang mewajibkan pengadaan barang/jasa pemerintah sebanyak 40 persen berasal dari produk dalam negeri, khususnya UMKM.
“Ini adalah komitmen kami untuk memberikan ruang besar kepada pelaku UMKM menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Inabuyer menjadi simbol bahwa negara hadir, bukan sekadar wacana, tapi dengan agenda yang konkret dan terukur,” kata Maman saat membuka acara di Gedung Smesco, Jakarta Selatan, Rabu (23/7/2025).
Baca Juga: Universitas Mercu Buana Dukung UMKM Kembangan Selatan Hadapi Era Digital
Expo ini menghadirkan ratusan pelaku UMKM serta 107 pembeli dari kalangan pemerintah dan swasta. Dengan semangat business-to-business dan business-to-government, transaksi tahun ini ditargetkan menembus angka Rp3 triliun.
Angka ini meningkat signifikan dari capaian tahun 2024 yang mencapai Rp 1,58 triliun, naik 57% dibanding tahun sebelumnya.
Maman berharap Inabuyer bukan sekadar ajang pameran produk, melainkan menjadi katalisator ekosistem pengadaan berbasis produk lokal.
"Melalui forum business matching, pelaku UMKM didorong untuk menjalin kontrak langsung dengan kementerian, lembaga, BUMN, maupun sektor swasta," ucapnya.
Selain pameran, expo juga menghadirkan rangkaian edukatif seperti workshop pemasaran digital, peningkatan kualitas produk, serta seminar branding. Upaya ini ditujukan agar UMKM mampu bersaing di tingkat nasional dan global.
Tak hanya itu, penghargaan Inabuyer Award juga diberikan kepada institusi dan individu yang dinilai konsisten mendorong penggunaan produk dalam negeri. Ini menjadi pemicu bagi lembaga lain untuk meningkatkan komitmennya dalam belanja produk lokal.
“Ekosistem pengadaan pemerintah harus jadi lokomotif pertumbuhan UMKM. Kalau negara serius belanja produk lokal, pelaku usaha kita bisa tumbuh dan berkembang jauh lebih cepat,” ujar Maman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









