Menteri Maman Minta Marketplace Beri Panggung untuk Produk F&B Lokal

AKURAT.CO Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menggencarkan upaya intervensi terhadap sistem algoritma dan model bisnis sejumlah marketplace guna memperbesar ruang promosi dan penjualan produk makanan dan minuman lokal.
Langkah tersebut dilakukan sebagai respons atas dominasi gerai F&B asing, khususnya asal China, di platform digital Indonesia.
Menteri UMKM, Maman Abdurrahman mengatakan pihaknya telah mengundang sejumlah pengelola marketplace untuk membahas pembuatan kebijakan afirmatif yang memberi keistimewaan kepada pelaku UMKM lokal.
Baca Juga: Motor Listrik UMKM Dipesan Kemenhan, Maman Dorong Replikasi ke Daerah
Salah satu fokus utama adalah pemberlakuan skema insentif digital yang berbeda antara produk lokal dan impor.
“Marketplace tidak bisa netral dalam konteks ini. Harus ada keberpihakan sistematis terhadap pelaku lokal, termasuk dari sisi biaya komisi, algoritma penempatan produk, dan promosi digital,” ujar Maman di Jakarta, Rabu (23/7/2025).
Menurutnya, pelaku UMKM di sektor F&B memiliki potensi besar, tetapi masih tertinggal secara teknologi dan visibilitas digital.
Sebab tanpa dukungan struktural dari platform digital, lanjut Maman, produk-produk UMKM akan terus kalah bersaing karena kalah dalam hal modal promosi, logistik, dan diskon harga.
“Yang perlu kita dorong adalah bagaimana UMKM lokal punya visibilitas dan eksposur yang memadai. Ini bukan soal kualitas saja, tapi soal sistem,” tegasnya.
Kementerian UMKM, lanjut Maman, juga sedang mengkaji bentuk intervensi kebijakan fiskal, termasuk insentif dari sisi pengenaan pajak atau subsidi biaya distribusi di marketplace. Selain itu, Maman membuka peluang adanya aturan wajib kuota promosi harian untuk produk lokal di setiap platform digital besar.
Baca Juga: Menteri Maman Jadikan Musik Koplo Sebagai Pendorong Baru Ekonomi Kreatif
Sebagai informasi, rencana penguatan posisi UMKM di marketplace ini ditargetkan mulai berjalan secara bertahap pada awal 2026.
Pemerintah berharap kebijakan ini mampu meningkatkan daya saing produk F&B lokal dan menciptakan ekosistem digital yang lebih inklusif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









