Akurat
Pemprov Sumsel

NICE PIK2 Jadi Panggung Ekonomi Rakyat, UMKM Unjuk Kekuatan di Livin’ Fest 2025

Arief Rachman | 18 Oktober 2025, 18:39 WIB
NICE PIK2 Jadi Panggung Ekonomi Rakyat, UMKM Unjuk Kekuatan di Livin’ Fest 2025

AKURAT.CO Kawasan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2) kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, bukan karena proyek properti atau acara musik, melainkan karena perannya sebagai pusat ekonomi rakyat.

Di bawah atap Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK2, Bank Mandiri merayakan ulang tahun ke-27 dengan cara yang berbeda: menjadikan ruang konvensi terbesar di Jakarta itu sebagai etalase UMKM nasional.

Acara bertajuk Livin’ Fest 2025 berlangsung 16–19 Oktober dan menghadirkan lebih dari 500 tenant UMKM dari berbagai daerah dan sektor, mulai dari kuliner, fesyen, kriya, kecantikan, hingga otomotif.

Festival ini bukan sekadar perayaan ulang tahun, tetapi representasi konkret dari tema Sinergi Majukan Negeri.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Henry Panjaitan menjelaskan bahwa Livin’ Fest menjadi simbol dari strategi membangun ekosistem keuangan produktif.

“Di sini kita hadirkan semua mitra strategis Bank Mandiri, dari developer, otomotif, UMKM, sampai kementerian. Bank Mandiri memberikan layanan Livin’ by Mandiri,” ujar Henry, Sabtu (18/10/2025).

Menurutnya, aplikasi Livin’ by Mandiri yang telah digunakan oleh lebih dari 31 juta pengguna dan Kopra by Mandiri untuk korporasi kini menjadi tulang punggung ekosistem keuangan yang menyatukan sektor besar dan kecil.

Baca Juga: Ketua KWP Raih Gelar Doktor, Ajak Wartawan Terus Belajar di Tengah Kesibukan

“Bayangkan, Bank Mandiri punya ekosistem yang sangat kuat, dari perusahaan besar hingga pelaku UMKM dan individu,” katanya.

Henry melihat pendekatan berbasis ekosistem ini bukan sekadar strategi bisnis, melainkan cara baru untuk memperkuat struktur ekonomi nasional.

“Dengan membangun ekosistem, ekonomi Indonesia akan tumbuh, tidak hanya di sektor wholesale tapi juga retail,” ujarnya.

Pemilihan NICE PIK2 sebagai lokasi utama bukan kebetulan. Bagi Direktur Operation Bank Mandiri Timothy Utama, gedung ini menawarkan ruang yang luas dan modern untuk menampung hingga 150 ribu pengunjung.

“Ekspektasi kita membuka akses seluas-luasnya kepada masyarakat untuk bisa melihat apa yang Bank Mandiri bisa berikan,” ucap Timothy. “Kita sungguh mau menunjang bisnis untuk rakyat, masyarakat, dan UMKM.”

Dalam konteks itu, NICE PIK2 bukan sekadar tempat pameran, tetapi panggung kelas baru bagi UMKM Indonesia—ruang di mana inovasi lokal bertemu dengan sistem finansial digital berskala nasional.

Setiap stan bukan hanya menjual produk, melainkan juga menampilkan kisah kolaborasi antara pelaku usaha dan teknologi perbankan.

Livin’ Fest juga menjadi momentum untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan pasar baru, dari pembeli retail hingga korporasi besar yang mencari mitra suplai.

Di sinilah transformasi terjadi: UMKM tidak lagi hanya diposisikan sebagai “pemain kecil”, tetapi bagian integral dari rantai ekonomi nasional.

Baca Juga: Setahun Pemerintahan Prabowo, Program Listrik Desa Jadi Bukti Nyata Pemerataan Energi di Papua Barat

SEVP Corporate Relations Bank Mandiri M. Wisnu Trihanggodo menargetkan 200 ribu pengunjung dari seluruh kota penyelenggara Livin’ Fest.

Ia menilai tingginya antusiasme publik menunjukkan potensi ekonomi rakyat yang kuat.

“Target kita 200 ribu pengunjung di semua kota, mudah-mudahan tercapai. Di sini kita disupport banyak partner dan mengundang para nasabahnya,” kata Wisnu.

Festival ini memang diwarnai hiburan musik dan olahraga, tetapi denyut utamanya tetap pada ekonomi rakyat.

“Ujungnya adalah menggerakkan perekonomian Indonesia sehingga Bank Mandiri akan bersama membantu negara,” ujarnya.

Livin’ Fest menjadi bukti bahwa digitalisasi bukan hanya urusan teknologi, tapi tentang menyusun ulang struktur ekonomi Indonesia—di mana pelaku kecil dan besar berbagi panggung yang sama.

NICE PIK2, dengan segala kemegahannya, menjelma laboratorium ekonomi inklusif yang menempatkan UMKM di garda depan pembangunan nasional.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.