KUR 2025 Tembus Rp270 Triliun, Sektor Produksi Cetak Rekor

AKURAT.CO Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sepanjang 2025 mencapai Rp270 triliun, atau setara 94,4% dari plafon Rp286,6 triliun, menurut data Kementerian UMKM.
Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM, Riza Damanik, mengatakan capaian tersebut menjadi salah satu penyaluran terbaik, terutama dari sisi kualitas pembiayaan.
“Alhamdulillah, dan ini kabar yang cukup menggembirakan, sektor produksi mencapai 60,7 persen atau Rp163,9 triliun. Ini adalah pencapaian tertinggi sepanjang sejarah penyaluran KUR ke sektor produksi,” ujar Riza dalam acara Webinar Penguatan Ekosistem Penjaminan Kredit UMKM untuk Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Nasional yang diselenggarakan Akurat.co bersama OJK, BTN dan Jamkrindo, Kamis (16/4/2026).
Baca Juga: Jamkrindo Perluas Akses Kredit, 5,65 Juta UMKM Terbantu
Data tersebut menunjukkan kenaikan dibanding tahun-tahun sebelumnya, di mana porsi sektor produksi pada 2020 berada di 57,04%, 2021 sebesar 55,18%, 2022 sebesar 56,42%, 2023 sebesar 56,15%, dan 2024 sebesar 57,82%.
Selain dari sisi nominal, Kementerian UMKM juga mencatat jumlah debitur baru mencapai 2,7 juta, atau 117% dari target 2,3 juta debitur. Sementara debitur graduasi atau UMKM yang berhasil naik kelas mencapai 1,5 juta, atau 131,6% dari target.
Riza menyebut capaian tersebut juga berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja.
“Dengan penyaluran Rp270 triliun pada 2025, setidaknya kita bisa mencapai 8 hingga 12 juta lapangan pekerjaan yang terserap atau tercipta,” katanya.
Baca Juga: Jamkrindo: Akses Pembiayaan Masih Jadi Masalah Klasik UMKM
Memasuki 2026, pemerintah menaikkan plafon KUR menjadi Rp295 triliun, dengan target sektor produksi ditingkatkan lagi menjadi 65%. Diketahui per 16 April 2026 ini, realisasi penyaluran KUR telah mencapai Rp80,1 triliun kepada 1,2 juta debitur.
"Nah menariknya, porsi sektor produksi hingga April 2026 mencapai 62,2%, lebih tinggi dibanding posisi akhir 2025," tegasnya.
Oleh karena itu, Riza berharap tren ini terus berlanjut sehingga target 65% dapat tercapai, terutama untuk menopang sektor pertanian, perikanan, perkebunan, peternakan, dan ekonomi kreatif berbasis hak kekayaan intelektual (HAKI).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026









