Kisah Sukses Owner Salad Umma, Pivot Bisnis Saat Pandemi Berkat KUR BRI

AKURAT.CO Hikma Nurul Aulia (38), ibu rumah tangga asal Cianjur ini tak pernah membayangkan suatu hari akan sukses berbisnis salad. Pasalnya, awalnya ia justru menekuni bisnis Make Up Artis (MUA), sejak ikut suami pindah ke Jakarta pada 2016 karena alasan pekerjaan.
Namun saat Covid-19 melanda di tahun 2020, bisnis MUA terdampak dan banyak orderan tercancel hingga pada satu titik Hikma sempat jobless. Saat itu Hikma mengembalikan semua DP orderan MUA pernikahan yang sudah masuk, termasuk yang sudah terbayarkan ke vendor tenda, bunga dan catering. Ia pun sempat menjual mobil pribadinya.
Tak putus asa, Hikma mengikuti pelatihan prakerja, program pemerintah yang memberikan dana dan pelatihan sebesar Rp600.000 per bulan. Hikma mengikuti pelatihan prakerja selama 4 bulan hingga akhir 2020. “Seingetku di awal itu kita peserta prakerja terima Rp1 juta. Nah karena memang awalnya passionnya masih make up, Rp500 ribu aku pakai untuk pelatihan make up, Rp500 ribu sisanya untuk pelatihan produksi salad,” kenang Hikma.
Baca Juga: Dorong UMKM, Kemenperin Hadirkan Layanan Halal di Ambon
Dipilihnya salad bukan tanpa alasan. Saat itu Hikma menilai bisnis yang cocok dan masih bisa sustain di Era Covid-19 adalah bisnis makanan dan sayuran. Lalu juga modalnya praktis, tak perlu kompor dan pengolahannya relatif lebih simple.
Dimulailah perjalanan bisnis Umma’s Kitchen sejak 2020, yang seiring waktu berganti nama menjadi Salad Umma. Penamaan Salad Umma sendiri, berangkat dari panggilan anaknya kepada Hikma: Umma (Ibu). Sehingga jadilah nama Salad Umma, salad yang dibuat oleh Umma.
“Awalnya jual berbagia makanan (saat masih bernama Umma’s Kitchen). Tapi di perjalanannya ada satu varian makanan yang sustain penjualannya dan malah omzetnya lebih banyak dari situ yaitu salad. Makanya kami lepas beberapa menu makanan. Sejak 2020 sampai pertengahan 2022 itu masih salad dan sayur saja belum ada menu dessert/ buah-buahan,” cerita Hikma.
Tak berhenti di menu salad sayuran, Hikma pelan-pelan terus mengembangkan menunya, ke salad buah-buahan. Ia pun terus upskilling mengikuti pelatihan berbayar untuk produksi salad buah. Di akhir 2022 akhirnya Salad Umma mulai mengenalkan berbagai menu salad buah dan respons pasar membludak.
Dari mulanya menu mango milkcheese yang hits/viral dan jadi andalan untuk orderan birthday party maupun pesanan lain mulai berdatangan, berkembang menjadi berbagai varian rasa termasuk strawberry milkcheese, avocado dan sebagainya sebanyak 40 varian salad buah.
“Ternyata salad buah malah responsnya lebih bagus lagi daripada saat salad sayur. Dari situ nama Salad Umma sudah mulai naik. Beberapa bulan kemudian salad buah makin lebih banyak peminat. Ada waktu itu mango milkcheese dan mango sagu sempat hits. Qodarullah memang dari situ rezekinya. Fruits dessert, salad buah dan salad sayur,” tutur Hikma.
Dari Bazar ke Bazar
Hikma Nurul Aulia menjajakan Salad Umma dari bazar ke bazar
Di tengah perkembangan Salad Umma, tahun 2023 Hikma berjumpa dengan teman suami yang kebetulan adalah pengurus di Jakarta Entrepreneur, sebuah Program Pembinaan UMKM oleh Pemprov DKI. Hikma kemudian memahami pentingnya konsep sertifikasi halal.
Awalnya Hikma berfikir label halal hanya penting bagi produk kemasan di ritel modern seperti Alfamart, tapi ternyata produk perumahan juga perlu. Hikma pun ikut program sertifikasi halal dan pelatihan di Jakarta Preneur hingga mendapatkan sertifikat halal.
Saat itu, ia juga rajin ikut bazar di tingkat kota administratif, provinsi hingga nasional dan basis pelanggannya meluas dari perorangan menjadi pembelian massal oleh kementerian dan kedinasan.
“Dari yang semula 1-10 orang pembeli, sejak di Jakarta Preneur ada pembelian massal untuk rapat, meluas jadi 50-150 toples/ jar. Kedinasan K/L juga bisa booking lewat aplikasi e-order. Awal-awal ngelapak (ikut bazar) itu saya naik motor dibonceng suami, kadang anak sepulang sekolah SD ikut nyusul juga. Bawa-bawa semua sendiri, salad, banner, belum punya booth. Masih pakai meja, belum ada baki juga untuk menata salad. Kadang malu juga sama yang sudah pada pakai sbooth,” tutur Hikma.
Hikmah kala itu masih menggunakan motor sebagai alat transportasi dari satu titik bazar ke titik bazar lainnya, dengan bawaan segampreng di kanan kiri mulai dari dus, tas, standing banner dan sebagainya. Ia sering juga ikut bazar di Kanwil Pegadaian di Senen. Sampai akhirnya bisa punya booth sendiri di tahun 2024.
Usai mendapatkan sertifikasi halal, di tahun 2024 Hikma mulai berfikir untuk mengurus label dari BPOM mengingat ini juga penting untuk penegasan terkait kualitas produk dan peluang usaha yang lebih besar ke depan. Namun BPOM mensyaratkan dapur produksi yang terpisah dengan dapur rumah tangga sehingga niat itu Hikma urungkan.
Di satu titik, pengurus Jakarta Preneur juga mulai sounding soal pendanaan untuk ekspansi bisnis. Hikma juga sering mendapatkan brosur yang informasinya seputar pendanaan UMKM dan KUR setiap ia mengikuti bazar dari Pemprov DKI.
“Tiba-tiba aku kayak ada di fase pendanaan. Di 2025 itu kan mulai ada berita Menkeu Purbaya gelontorkan Rp200 triliun likuiditas untuk bantuan keberpihaan ke UMKM. Teman-teman seperjuangan saya mulai pada buka kios di Blok M dengan fasilitas pembiayaan, ada yang open dapur di depan rumahnya, sewa ruko dan sebagainya. Aku waktu itu belum berani,” kenang Hikma.
KUR BRI: Semudah Itu, Secepat Itu
Sekitar 2 Mei 2025, atau tepat 5 tahun sejak ia merintis usaha Salad Umma, untuk pertama kalinya Hikma terdorong rasa penasaran untuk mencari informasi terkait KUR BRI. Kebetulan Hikma adalah nasabah BRI dan aktif tarik setor tunai di KC BRI terdekat, Tebet Barat. Di tanggal 2 Mei 2025 itu lah akhirnya Hikma meminta brosur KUR ke security. Si satpam kemudian meminta nomor Hikma untuk disimpan dan untuk selanjutnya dihubungi pihak KC.
“Itu saya baru tahap mau banding-bandingin sama table KUR yang dari pemprov DKI padahal. Eh tanggal 3 Mei 2025 sudah ada perwakilan dari KC Tebet Barat menelfon saya, dan menginfokan bahwa kalau mau penjelasan lebih lanjut nanti sore hari bisa dikunjungi. Saya katanya tinggal menyiapkan KTP, KK, Surat Nikah dan Rekening Koran 3 bulan. Batinku ini masih wacana lho, masih tahap nanya-nanya,” kenang Hikma.
Benar saja, 3 Mei 2025 sore harinya Mantri dan Kepala Unit KC BRI Tebet Barat mengunjungi Hikma. Hikma yang sudah menyediakan KTP dan data-data pendukung lainnya pun menyetujui mereka untuk sekadar menarik data kelayakan di SLIK OJK. Besoknya, 4 Mei 2025 siang hari Manajer KC BRI Tebet Timur kembali mengunjungi Hikma, mensurvei progres usaha, dapur dan sebagainya.
“Akhirnya di 4 Mei 2025 sore hari aku dikabari bahwa besok tanggal 5 Mei 2025 disuruh datang ke KC. Aku dalam hati masih ini beneran? Jadi memang kalau sama BRI itu ingatnya semudah itu dan secepat itu. Sampai di lokasi KC, aku ditanya ibu mau (pengajuan) berapa? Aku bilang aku izin suami dulu ya buat ubah carport jadi outlet, dan kemampuan menabungku waktu itu Rp150 ribu per hari. Akhirnya cair tuh Rp100 juta, tenor 3 tahun, cicilan Rp3,8 juta per bulan,” cerita Hikma.
Selain mudah dan cepat, hal berkesan lain yang dirasakan Hikma dari KUR BRI adalah pendampingan untuk scale up secara skill kewirausahaan. Termasuk juga pelatihan soal rebranding, pemasaran digital lewat pelatihan cluster womenpreneur go global. Promosi yang semula sebatas di WA, kini dilakukan di IG, TikTok dan kian beragam pula informasi promosinya. Tak sebatas informasi katalog, menu best seller dan menu yang tersedia hari itu saja.
“Selain mudah dan cepat, terus ternyata ya kami itu enggak dilepas. Ada pendampingan sehingga kita merasa enggak merintis sendiri. Jadi layanan mereka enggak berhenti di pencairan KUR saja tapi kami tetap divisit, ikut pendampingan dan pelatihan cluster UMKM binaan BRI ada namanya Gopreneur BRI. Aku ngerasain scale up bisnis dari BRI itu ya pada saat yang tadinya belum ada outlet dan sama lewat pelatihan soal rebranding go global itu,” tutur Hikma.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







