Fix! Pajak UMKM 0,5 Persen Berlaku Permanen

AKURAT.CO Pemerintah memastikan tidak ada kenaikan pajak bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam perubahan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 20 Tahun 2026.
Perubahan aturan justru memberikan kepastian yang lebih besar melalui pemberlakuan permanen tarif Pajak Penghasilan (PPh) final sebesar 0,5% bagi UMKM yang memenuhi syarat.
Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman menegaskan bahwa struktur tarif pajak UMKM tidak mengalami perubahan dibandingkan kebijakan sebelumnya.
Baca Juga: OJK: Lebih dari 50 Persen Kredit BPR/BPRS Mengalir ke UMKM
Lebih rinci Maman menengaskan bahwa para pelaku UMKM dengan omzet hingga Rp500 juta per tahun tetap dikenakan tarif pajak 0%.
Sementara pelaku usaha dengan omzet di atas Rp500 juta hingga Rp4,8 miliar per tahun tetap dikenakan PPh final sebesar 0,5% dari omzet.
“Tidak ada perubahan bahkan kenaikan pajak terhadap UMKM. Jadi insentif pajak kepada UMKM masih sama seperti dulu,” kata Maman dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Menurut Maman, perubahan utama dalam regulasi terbaru terletak pada masa berlaku fasilitas pajak final tersebut. Jika sebelumnya kebijakan tarif 0,5% harus diperpanjang secara berkala, kini fasilitas tersebut berlaku tanpa batas waktu.
Pemerintah menilai kepastian regulasi menjadi faktor penting bagi pelaku UMKM dalam menyusun perencanaan usaha dan investasi jangka panjang.
Baca Juga: KemenUMKM Siapkan Superapps Dorong UMKM Naik Kelas
Kebijakan permanen tersebut juga diharapkan mampu mengurangi ketidakpastian yang selama ini muncul setiap kali masa berlaku insentif pajak mendekati akhir periode.
Maman mengatakan pemerintah ingin memberikan ruang yang lebih luas bagi UMKM untuk berkembang tanpa dibayangi perubahan kebijakan yang bersifat sementara.
Dengan skema baru ini, pelaku UMKM dapat memiliki kepastian mengenai beban perpajakan yang harus ditanggung selama masih berada dalam batas omzet yang ditentukan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









