Akurat
Pemprov Sumsel

Apa Benar Tentara Israel Menembak Warganya Sendiri? Hamas Palestina Jadi Tersangka Yang Lakukan Serangan

Iim Halimatus Sadiyah | 3 November 2023, 14:15 WIB
Apa Benar Tentara Israel Menembak Warganya Sendiri? Hamas Palestina Jadi Tersangka Yang Lakukan Serangan

AKURAT.CO Beberapa waktu lalu pejuang Hamas Palestina memang meluncurkan serangan mendadak hingga menewaskan 1.400 orang Israel, namun ternyata seorang saksi mata mengatakan korban disebabkan tentara Israel menembak warganya sendiri.

Serangan Hamas dinamai Operasi Badai al-Aqsha, tidak sepenuhnya menyebabkan korban jiwa, karena rekaman wawancara dari program Haboker Hazeh memberi tahu media Israel bahwa sebagian orang meninggal karena senjata tentara Israel menembak warganya sendiri. 

Dikutip The Electronic Intifada, Jumat (3/11/2023), mengungkap wawancara yang sifatnya yang eksplosif, besar kemungkinan kesaksian tersebut mungkin telah disensor.

Berasal dari Kabri, sebuah pemukiman dekat perbatasan Lebanon, Porat jelas menceritakan pengalaman masa lalu yang buruk dan menyaksikan banyak warga yang tidak terlibat dalam pertempuran terbunuh. 

Baca Juga: Konflik Israel-Hamas Makin Memanas, Ini 7 Negara Yang Dukung Palestina, Mana Saja?

Korban jiwa tersebut juga sudah menewaskan rekannya sendiri, Tal Katz. Namun, pernyataannya bertentangan dengan cerita resmi Israel tentang pembunuhan pejuang Hamas Palestina yang disengaja dan tidak disengaja.

Berdasarkan informasi rekaman wawancara tersebut, menurut The Electronic Intifada, keaslian rekaman tersebut tidak diragukan lagi dan benar adanya.

Porat juga memberikan keterangannya kepada surat kabar Israel, Maariv. Namun, artikel di Maariv yang diterbitkan pada 9 Oktober lalu, tidak menyebutkan secara spesifik warga sipil yang dibunuh oleh pasukan Israel. 

Selain itu, Porat berbicara dalam wawancara selama setengah jam di Channel 12 Israel pada Kamis (12/10/2023) lalu, tentang baku tembak yang sengit setelah kedatangan pasukan tentara Israel. Sementara Porat sendiri mengalami luka-luka akibat peluru di pahanya.

Porat juga mengungkap pengalamannya sebagai sandera tentara Palestina, bahwa dia dan tawanan lainnya diperlakukan dengan baik.

Porat memberi tahu media Kan, bahwa pasukan keamanan Israel melakukan serangan balik yang membunuh banyak warga Israel. 

Selain itu, dia juga memberi tahu Kan bahwa para pejuang Palestina memperlakukan dia dan warga sipil lainnya yang ditawan dengan baik.

Baca Juga: McD Telah Sumbang 4.000 Makanan Gratis Ke Warga Dan Pasukan Tentara Israel, Cek Faktanya!

Ketika serangan Hamas dengan rudal dan paralayang bermotor dimulai, Porat saat itu sedang menghadiri pesta musik "Nova". 

Dia dan rekannya, Tal Katz, melarikan diri dengan mobil ke Kibbutz Be'eri yang dekat, tempat banyak peristiwa terjadi.

Porat juga mengungkap kepada harian Maariv, bahwa dia dan Katz pertama kali mencari perlindungan di rumah pasangan bernama Adi dan Hadas Dagan. 

Setelah mereka ditemukan oleh pejuang Palestina, mereka semua dibawa ke rumah lain, di mana delapan orang ditawan dan satu tewas.

Istri orang yang tewas tersebut, menceritakan kronologi suaminya bisa meninggal kepada Porat dan rekannya.

“Memberi tahu kami bahwa ketika mereka (pejuang Hamas) mencoba masuk, pria tersebut mencoba mencegah mereka masuk dan meraih pintu. Mereka menembak pintu dan dia terbunuh. Mereka tidak mengeksekusinya,” kata Porat.

Porat mengungkap kesaksiannya di berbagai media, bagaimana dia bertahan hidup sebagai tawanan pejuang Palestina ternyata diperlakukan dengan baik.

Baca Juga: Ramai Boikot Produk Terafiliasi Zionis Israel, Al-Quran Dan Hadits Ternyata Juga Mendukungnya

“Mereka tidak melecehkan kami. Mereka memperlakukan kami dengan sangat manusiawi,” Porat menjelaskan kepada Golan, sang penyiar, di wawancara radio Kan

“Mereka memberi kami minuman di sana-sini. Ketika mereka melihat kami gugup, mereka menenangkan kami. Itu sangat menakutkan, tapi tidak ada yang memperlakukan kami dengan kasar. Untungnya tidak terjadi apa-apa pada saya seperti yang saya dengar di media,” lanjut Porat.

“Mereka sangat manusiawi terhadap kami,” jelas Porat dalam wawancaranya di Channel 12 Israel.

Kesaksian cerita Porat tersebut yang viral di media sosial, meskipun saat ini rekaman wawancaranya sudah dihapus.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.