Mengenang Kisah Arie Hanggara 8 November, Korban Kekerasan Anak Paling Brutal Oleh Kedua Orang Tua

AKURAT.CO Tepat pada 8 November 1984 silam, seorang anak laki-laki bernama Arie Hanggara, dikabarkan telah meninggal dunia secara tragis di tangan kedua orang tuanya sendiri.
Arie Hanggara saat itu diketahui baru duduk dibangku kelas 1 SD, namun sudah menjadi korban kekerasan anak paling brutal hingga menyebabkan kematian.
Peristiwa pilu yang dialami oleh Arie Hanggara mulai tersebar luas dan mengundang rasa simpati seluruh masyarakat Indonesia, sehingga kisahnya masih terkenang hingga saat ini.
Mengutip berbgaai sumber, Senin (6/11/2023), berikut ini kisah pilu dari Arie Hanggara yang dikenal sebagai korban kekerasan anak di Indonesia oleh orang tuanya.
Baca Juga: Eksploitasi Dan Kekerasan Anak Belum Tertangani Baik Di Ibu Kota
Kisah Pilu Kekerasan Anak Arie Hanggara
Arie Hanggara lahir pada 21 Desember 1977 di Bogor, Jawa Barat, dan telah meninggal dunia pada 8 November 1984.
Penyebab utama Arie Hanggara meninggal dunia, yaitu karena dianiaya sampai meninggal oleh ayahnya bernama Machtino, dan ibu tirinya yaitu Santi.
Karena beritanya tersebar luas di Indonesia, maka kisah Arie Hanggara diangkat menjadi sebuah film yang diproduksi oleh PT Tobali Indah Film, tahun 1985.
Sampai saat ini, masyarakat Indonesia masih mengingat peristiwa tragis yang dialami Arie Hanggara dan sering menjadi referensi untuk kasus kekerasan anak yang serupa.
Arie Hanggara sejak kecil sudah tinggal bersama ayahnya Machtino, sebab ibu kandungnya Dahlia Nasution pisah dengan Machtino.
Sementara Machtino sudah membawa Arie Hanggara ke rumah selingkuhannya, yakni Santi, yang akhirnya menikah dan menjadi ibu tiri Arie.
Kali pertama Santi dipertemukan oleh Arie Hanggara yang masih kecil, belum resmi menikah dengan Machtino, namun mereka sudah hidup bersama.
Arie Hanggara bersekolah di daerah Perguruan Cikini, yang terletak di Jakarta Pusat. Guru-gurunya di sekolah mengenal Arie sebagai siswa yang periang dan pandai bergaul dengan teman-temannya.
Berbanding terbalik dengan pengakuan Santi, yang menganggap Arie Hanggara merupakan bocah laki-laki yang nakal dan sulit untuk diatur.
Akibat perilaku Arie yang dianggap nakal oleh Santi dan Machtino, hampir setiap hari Arie menerima perlakuan kasar, baik ayah maupun ibu tirinya.
Mereka berdua mengaku kesal dengan perbuatan Arie, sehingga Arie Hanggara mengalami kekerasan fisik yang tak wajar seperti dipukul dan ditampar.
Arie tidak pernah menunjukkan bahwa dia mengalami tekanan mental, dan sering mendapatkan kekerasan dari orang tuanya saat berada di lingkungan sekolah.
Padahal, banyak luka lebam di tubuh Arie, dan gurunya juga sering bertanya kepadanya tentang hal tersebut.
Baca Juga: Aman dari Kekerasan, Inilah 5 Daftar Negara Paling Damai di Dunia
Arie Hanggara yang masih kecil saat itu, sering mengatakan kepada gurunya bahwa luka di tubuhnya adalah akibat jatuh.
Penyiksaan brutal yang didapat oleh Arie hanggara hingga menjadi penyebab kematiannya, berawal dari tanggal 14 Agustus 1984, yaitu Machtino menemukan sejumlah uang Rp8.500 di dalam tas sekolah milik Arie.
Sementara Machtino mengatakan bahwa sebelumnya, dia tidak pernah memberi Arie uang sebanyak itu.
Saat bertanya kepada anaknya, Arie mengatakan bahwa dia mengambil uang itu dari dalam tas temannya.
Namun, ketika salah satu guru Arie menanyakan kepada siswa di kelasnya, tidak ada yang merasa kehilangan uang.
Machtino yang saat itu mengetahui pengakuan Arie, langsung memukul dan menghukumnya dengan kekerasan.
Pada tanggal 3 November 1984, peristiwa serupa kembali terjadi, Machtino dan Santi menemukan uang Rp8.000 di tas Arie.
Baca Juga: Alami Kekerasan, Anak Nindy Ayunda Ceritakan Perlakuan Mantan ART di Pengadilan
Machtino dan Santi sudah sangat marah atas kejadian kali ini. Sehingga Machtino berhasil melayangkan gagang sapu dan langsung menghajar Arie.
Puncaknya, Santi membenturkan kepala Arie ke tembok, bahkan tidak diperbolehkan makan dan minum, sehingga Arie kecil saat itu sudah tidak kuat lagi dan akhirnya meninggal dunia.
Sekitar pukul 03.00 WIB dini hari, ayahnya terbangun dan hendak ke kamar mandi, namun melihat kondisi Arie sudah terjatuh di lantai.
Machtino langsung membawanya ke rumah sakit, tetapi nyawa Arie sudah tidak terselamatkan dan anak malang itu meninggal dunia di perjalanan.
Jenazah Arie ditemukan memiliki 40 luka yang menyebar ke seluruh tubuhnya. Setelah itu, Arie dimakamkan di Pusat Pemakaman Umum (TPU) Jeruk Purut, Jakarta Selatan.
Kematian Arie Hanggara akhirnya menarik perhatian masyarakat, dan hampir semua media mencari tahu kronologi kekerasan anak tersebut.
Baca Juga: Kekerasan Anak dan Perempuan Meningkat, Begini 5 Arahan Presiden Jokowi
Vonis akhirnya dijatuhkan setelah rekontruksi dan proses persidangan. Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjatuhkan Machtino Eddiwan, ayah Arie, hukuman lima tahun penjara.
Sementara, ibu tiri Arie, yakni Santi divonis dua tahun penjara karena hanya membantu kekerasan Eddiwan.
Karena perhatian masyarakat yang besar terhadap peristiwa pilu yang dialami Arie, sebuah insan perfilman nasional menerbitkan film bertajuk Arie Hanggara pada awal 1985.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









