Sejarah Perayaan Diwali, Salah Satu Acara Tradisional Sebagai Festival Cahaya Bagi Umat Hindu

AKURAT.CO Perayaan Diwali atau Deepavali merupakan sebuah festival cahaya yang biasa dirayakan di India dan identik dengan cahaya lampu yang banyak.
Setiap tahun, perayaan Diwali biasanya diadakan dari bulan Oktober hingga November oleh seluruh umat Hindu dan menjadi festival tradisional turun menurun.
Umumnya, perayaan Diwali yang diadakan setiap tahun digelar dalam sebuah festival yang cukup besar sebagai bentuk penyembahan kepada dua dewi, yakni Dewi Laksmi dan Dewi Kemakmuran.
Mengutip berbagai sumber, Selasa (14/11/2023), berikut ini sejarah lengkap dari awal mulanya ada festival Diwali hingga dirayakan tiap tahun.
Baca Juga: Rayakan Diwali 2023, Ini Makanan Tradisional Yang Bisa Dinikmati Selama Festival Cahaya Di India
Sejarah Festival Diwali
Festival Diwali, yang biasa dikenal sebagai Festival Cahaya, memang biasanya dirayakan setiap tahun sekitar bulan Oktober dan November oleh penganut agama Hindu, Sikh, dan Jain.
Sejak lebih dari 2.500 tahun yang lalu, umat Hindu merayakan festival cahaya atau Diwali di seluruh dunia.
Salah satunya adalah India, festival ini berlangsung selama lima hari dan secara tradisional menandai hari libur terbesar tahunan.
Banyak kisah yang menceritakan tentang kemenangan dari kebaikan atas keburukan. Berawal dari kisah Raja Rama, salah satu representasi dari Dewa Wisnu, sosok utama dalam cerita yang dikaitkan dengan Diwali di India bagian utara.
Menurut Pankaj Jain, seorang profesor antropologi, filosofi, dan agama di University of North Texas, perayaan Diwali sering dikaitkan dengan banyak cerita dalam literatur agama, namun sulit untuk mengetahui asal-usulnya.
Dalam kisah ini terdapat seorang raja jahat di Lanka, sosok yang sering disebut oleh masyarakat dengan Sri Lanka, telah berhasil menangkap istri Rama, yakni Sita.
Oleh sebab itu, Raja Rama harus segera membangun sebuah pasukan monyet yang cukup besar untuk menyelamatkannya,
Baca Juga: Ibu Kota India Diselimuti Udara Beracun 2 Hari, Imbas Perayaan Diwali dan Pembakaran Jerami
Pasukan monyet itu membangun jembatan yang menghubungkan India ke Sri Lanka. Setelah menyerbu Sri Lanka, mereka membunuh raja yang kejam dan membebaskan Sita.
Jutaan lampu dinyalakan di kota Ayodhya untuk menyambut Rama dan Sita yang berjalan ke utara, dan menjadi awal mula tradisi perayaan Diwali.
Di bagian selatan India, Diwali dikaitkan dengan kisah dewa Krishna, inkarnasi Wisnu, yang menyelamatkan ribuan wanita dari raja jahat.
Di Barat, seperti di Gujarat, Diwali bersamaan dengan Tahun Baru dan biasanya digunakan untuk meminta dewi Lakshmi kemakmuran untuk tahun baru. Pertukaran hadiah dan koin menjadi tradisi selama perayaan ini berlangsung.
Meskipun tidak semua orang di India merayakan Diwali, sekitar 80 persen orang Hindu, Buddha, Jain, dan Sikh biasa merayakannya sebagai hari libur nasional.
Sudah beberapa dekade, kembang api telah menjadi bagian penting dari perayaan Diwali. Setiap keluarga menyalakan kembang api selama festival cahaya berlangsung,
Itulah sejarah singkat yang perlu kamu ketahui tentang perayaaan Diwali atau Deepavali sebagai festival tradisional umat Hindu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





