Akurat
Pemprov Sumsel

5 Daftar Rumah Sakit Di Gaza Yang Sulit Beroperasi Akibat Dibom Israel, Ada Milik Indonesia!

Iim Halimatus Sadiyah | 23 November 2023, 23:46 WIB
5 Daftar Rumah Sakit Di Gaza Yang Sulit Beroperasi Akibat Dibom Israel, Ada Milik Indonesia!

AKURAT.CO Perang yang masih berlangsung di Palestina semakin memanas, ditambah dengan pengeboman yang dilakukan Israel terhadap rumah sakit di Gaza hingga hancur.

Tanpa berpikir rasa kemanusiaan, Israel telah menghancurkan hampir seluruh titik rumah sakit di Gaza, termasuk rumah sakit Indonesia.

Hal tersebut yang menjadi salah satu alasan masyarakat Indonesia marah terhadap Israel, karena mereka sudah melanggar aturan perang yang seharusnya tidak boleh menyerang rumah sakit di Gaza.

Mengutip berbagai sumber, Kamis (23/11/2023), berikut ini daftar rumah sakit di Gaza yang sudah tidak berfungsi lagi karena menjadi kawasan rawan pengeboman oleh Israel.

Baca Juga: Heboh Muncul Cahaya Di Langit Gaza Diduga Malaikat, Netizen: Dia Membentangkan Sayap Dan Terbang Ke Langit

Daftar Rumah Sakit di Gaza

1. Rumah Sakit Indonesia

Di jalur Gaza, Palestina, serangan udara Israel menyasar ke rumah sakit Indonesia. Salah satu staf lokal Mer-C Abu Romzi yang tengah berada di dekat lokasi meninggal akibat serangan tersebut.

Kepala Presidium MER-C Dr. Sarbini Abdul Murad mengatakan bahwa rumah sakit Indonesia di Jalur Gaza telah lumpuh karena kekurangan bahan bakar dan obat.

Meskipun telah berkali-kali nyaris terkena serangan roket oleh militer Israel, para tenaga medis tidak akan meninggalkan rumah sakit.

Tujuan awalnya memang bukan menyerang rumah sakit Indonesia, namun rumah sakit tersebut tetap terkena dampaknya karena jarak bom sangat dekat, sehingga harus berhenti beroperasi karena kekurangan obat-obatan.

2. Rumah Sakit Al-Shifa

Rumah sakit Al-Shifa merupakan salah satu rumah sakit di pusat Kota Gaza yang sudah berhenti berfungsi karena situasi di dalamnya sangat mengerikan dan berbahaya.

Padahal, rumah sakit ini termasuk yang terbesar karena bisa menampung kapasitas 700 tempat tidur.

Baca Juga: UNICEF: Gaza Jadi Tempat Paling Berbahaya Di Dunia Bagi Anak-anak

PBB mengklaim bahwa pertempuran antara Hamas dan pasukan Israel telah menyebabkan kerusakan infrastruktur yang penting di sekitar Al-Shifa.

Israel menyerang rumah sakit tersebut karena menduga Hamas memiliki terowongan di bawah tanah, yang akhirnya dibantah oleh Hamas karena tidak benar.

3. Rumah Sakit Al-Ahli Al-Arabi

Kementerian Kesehatan Gaza, yang dipimpin oleh Hamas, mengatakan setidaknya 500 orang tewas dalam serangan udara Israel terhadap rumah sakit Baptis Al-Ahli Al-Arabi.

Sebuah kebakaran besar melanda gedung bertingkat itu, dilihat dari rekaman yang disiarkan dari lapangan oleh Al Jazeera. 

Rumah sakit yang dimiliki oleh gereja Anglikan itu diserang tanpa peringatan, sehingga rumah sakit tersebut terkena serangan roket yang menyebabkan empat pekerja medis terluka.

Militer Israel mengatakan penyelidikan awal menunjukkan bahwa ledakan itu disebabkan oleh kegagalan peluncuran roket Hamas.

Padahal, sebelumnya mereka sempat menyebut bahwa ledakan itu disebabkan oleh serangan roket Jihad Islam Palestina. 

Jihad Islam membantah tuduhan Israel, dan tampaknya skala ledakan melampaui kemampuan kelompok militan.

Baca Juga: Puluhan Bayi Prematur Di Rumah Sakit Al-Shifa Dievakuasi Ke Gaza Selatan

4. Rumah Sakit Al-Quds

Terjadi ledakan yang serupa di dekat rumah sakit Al Quds. Orang-orang di rumah sakit itu berteriak untuk berusaha menyelamatkan diri sendiri dan orang lain.

Padahal Israel mengetahui bahwa rumah sakit itu sudah menampung ribuan pengungsi perempuan dan anak-anak, namun justru mengancam warga karena mereka akan mengebomnya.

5. Rumah Sakit Al-Rantisi dan Al-Nasr

Satu-satunya rumah sakit di Gaza yang memiliki ruang perawatan kanker anak adalah rumah sakit Al-Rantisi.

Militer Israel memang sudah mengabarkan seorang pejabat di Rantisi untuk membahas pengiriman ambulans agar bisa melakukan evakuasi pasien, karena bom selanjutnya ditujukan ke rumah sakit tersebut.

Kemudian, perwira Israel juga meminta kepada warga sipil untuk pergi melalui pintu masuk utama rumah sakit dan harus meninggalkan Gaza.

Tak lupa, petugas rumah sakit juga diminta oleh perwira IDF agar dapat memastikan bahwa warga sipil membawa barang berwarna putih sebagai tanda bahwa mereka bukan pejuang dan boleh lewat dengan aman.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.