Asal Usul Etnis Rohingya dari Bangladesh, Ini Alasan Mereka Bisa Mengungsi di Aceh hingga Ribuan Jiwa

AKURAT.CO Beberapa minggu lalu, Aceh sedang kedatangan pengungsi Etnis Rohingya yang datang menaiki kapal milik warga Bangladesh sekita 1.084 orang.
Kondisi tersebut menjadi ramai di media sosial karena terlalu banyak pengungsi yang datang, sehingga membuat penduduk Aceh merasa terganggu dengan kehadiran Etnis Rohingya.
Banyak masyarakat yang bertanya-tanya, sebenarnya dari mana asal usul Etnis Rohingya hingga harus mengungsi ke berbagai negara, termasuk Aceh di Indonesia.
Mengutip berbagai sumber, Rabu (6/12/2023), berikut ini penjelasan tentang asal usul Etnis Rohingya yang melarikan diri dari Bangladesh dan menjadi pengungsi di Aceh.
Baca Juga: Lebih Dari 1.000 Warga Rohingya Tetap Ngungsi Ke Aceh Meski Sudah Diusir, Ternyata Ini Alasannya
Asal Usul Etnis Rohingya dari Bangladesh
Per 31 Oktober 2023, lebih dari sejuta pengungsi Rohingya pergi ke berbagai negara untuk mencari perlindungan, menurut informasi Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR).
Pengungsi Rohingya telah mengungsi ke banyak negara dalam sejarah untuk mencari perlindungan, dan bukan hanya ke Indonesia saja.
Rohingya adalah kelompok etnis Muslim yang telah lama tinggal di Myanmar dan mereka berbicara menggunakan bahasa yang berbeda dari bahasa yang biasa digunakan di Myanmar, yaitu disebut Rohingya atau Ruaingga.
Mereka adalah kaum minoritas karena mayoritas orang Myanmar adalah Buddha. Hal ini menyebabkan pemerintah Myanmar menolak orang Rohingya dan tidak mengambil bagian dalam sensus tahun 2014.
Baca Juga: Kapal Pengungsi Rohingya Ditolak Berlabuh, Sejak 2018 Rakyat Aceh Sudah Bantu Tapi Balasannya Begini
Pemerintah menganggap Rohingya sebagai pendatang yang melanggar hukum dari Bangladesh.
Akhirnya, mereka tidak memiliki kewarganegaraan Myanmar. Rohingya diperlakukan dengan buruk oleh penduduk lokal.
Banyak masyarakat Rohingya yang mengalami pembunuhan, pemerkosaan, penyiksaan, dan ancaman lainnya.
Pada 25 Agustus 2017, terjadi kekerasan yang komunal oleh pasukan keamanan terhadap penduduk Rohingya di Rakhine.
Dalam beberapa tahun terakhir, orang Rohingya akhirnya meninggalkan Myanmar untuk menghindari kekerasan komunal yang dilakukan oleh pasukan keamanan dan mengungsi di negara lain.
Alasan Rohingya Mengungsi di Aceh
Banyak kasus penculikan, pemerasan, pembunuhan, penembakan, dan serangan terjadi di kamp Cox's Bazar karena kondisi keamanannya yang buruk.
Laporan Human Rights Watch tahun 2023 menyatakan bahwa geng kriminal dan anggota kelompok bersenjata Islami menyerang kamp pengungsi pada malam hari.
Baca Juga: Mengenal Etnis Rohingya Korban Konflik Di Myanmar, Kini Ngungsi Di Indonesia
Selain itu, warga Rohingya hanya mendapatkan jatah sebesar 8 dolar atau sekitar Rp124.000 per bulan, yang menjadikannya sulit untuk bertahan hidup karena mereka bergantung pada makanan.
Pengungsi Rohingya di Bangladesh menghadapi hambatan dalam hal pekerjaan dan pendidikan.
Pemerintah tidak ingin mereka bergabung dengan masyarakat umum, jadi mereka tidak diizinkan untuk bersekolah atau bekerja.
Bahkan etnis Rohingya tidak diizinkan untuk mempelajari bahasa Bengali, bahasa yang digunakan oleh masyarakat Bangladesh.
Oleh sebab itu, warga Rohingya melarikan diri untuk mencari tempat pengungsian di berbagai negara, salah satunya adalah Indonesia yaitu di Aceh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






