Akurat
Pemprov Sumsel

Viral Kasus Bullying Siswa SD Sukabumi Sampai Patah Tulang, Pihak Sekolah Buat Skenario Palsu di Bawah Kendali Orang Tua Pelaku

Shalli Syartiqa | 8 Desember 2023, 22:40 WIB
Viral Kasus Bullying Siswa SD Sukabumi Sampai Patah Tulang, Pihak Sekolah Buat Skenario Palsu di Bawah Kendali Orang Tua Pelaku

AKURAT.CO- Baru baru ini, masyarakat dihebohkan dengan dugaan kasus perundungan anak yang terjadi di Sukabumi dan menimpa siswa kelas 3 SD, Leon (12) pada Februari 2023. 

Cerita ini diungkap oleh pengacara David Ozora Latumahina, Mellisa Anggraini, melalui akun X-nya. Yang membuat masyarakat heran, korban diduga diarahkan untuk membuat skenario palsu setelah mengalami kekerasan.

"Pasca lengannya patah, guru-guru tidak segera membawa Leon ke rumah sakit, melainkan justru merencanakan strategi dan kronologis yang akan disampaikan kepada orangtua Leon. Bahkan, orangtua pelaku datang lebih awal dibandingkan orangtua Leon sendiri" cuit Mellisa dalam unggahannya.

Menurutnya, di ruang UKS, Leon yang mengalami rasa sakit akibat patah tulangnya tetap dipaksa untuk menyusun skenario baru untuk membohongi orang tuanya.

Adanya skenario palsu

Awalnya, keluarga merasa mengikhlaskan dengan kronologi kejadian yang dijelaskan oleh anak mereka.

Menurut versi tersebut, Leon keluar dari toilet dan masuk ke kelas lalu ia melihat teman-temannya saling tarik-tarikan.

Leon berusaha membantu temannya, tetapi tangan Leon justru dilepaskan dan temannya jatuh, sehingga Leon ikut terjatuh dan mengalami patah tulang.

Namun, terungkap bahwa urutan kejadian tersebut hanyalah rekayasa yang disusun oleh guru kelas Leon.

Akhirnya, Leon memiliki keberanian untuk menceritakan peristiwa sesungguhnya setelah ayahnya merasa curiga dengan versi cerita yang terus menerus diceritakan oleh putranya. 

Pihak orang tua Leon mencoba berbicara dengan sekolah swasta Leon bersekolah, namun mediasi yang dilakukan tidak menghasilkan kesepakatan.

Naasnya, penderitaan Leon tak berakhir di situ. Mellisa mengungkap bahwa setelah kembali bersekolah, Leon terus mendapat intimidasi.

Yang lebih miris, perundungan ini tidak hanya datang dari pelaku, tetapi juga melibatkan orang tua pelaku dan bahkan guru.

Hal ini tidak hanya dilakukan oleh pelaku yang diduga berasal dari keluarga berpengaruh di Sukabumi Kota, tetapi juga kemungkinan karena sekolah berupaya menutup-nutupi perundungan yang dialami Leon.

Beban yang ditanggung Leon begitu berat hingga membuatnya berniat untuk meminum obat tidur.

Setelah bertemu dengan seorang psikolog, terungkap bahwa Leon sudah mengalami kekerasan psikis dan fisik selama 12 bulan.

Orang tua Leon telah melaporkan kasus ini ke Polres Kota Sukabumi sejak 16 Oktober 2023, tetapi hingga saat ini belum naik ke tahap penyidikan.

Meskipun pihak sekolah telah melakukan mediasi antara terduga pelaku dan orang tua korban, namun tidak ada berita acara yang menjelaskan hasil dari proses tersebut.

Baca Juga: Doa Menghindari Bullying, Dapat Melindungi Diri Dari Kezaliman Orang Lain

Dinas Pendidikan setempat menyatakan bahwa orang tua korban sudah memaafkan, namun saat ini terungkap bahwa orang tua korban diminta untuk membuat video klarifikasi dengan poin-poin yang diduga telah disiapkan oleh sekolah.

Tuntutan ini mencurigakan sebagai upaya dari pihak sekolah untuk mengurangi dampak kasus perundungan yang dialami oleh Leon.

Namun, orang tua korban tidak segera membuat video klarifikasi, sehingga sekolah mengultimatum agar video tersebut dibuat dalam waktu maksimal 3x24 jam.

Ayah David Ozora, Jonathan Latumahina turut menanggapi dugaan perundungan yang terjadi. Jonathan menyatakan bahwa orang tua dari terduga pelaku memiliki pengaruh yang signifikan di Kota Sukabumi dan memiliki berbagai bisnis.

"Pihak sekolah juga turut menutup-nutupi kasus ini, mungkin karena orang tua dari pelaku memiliki pengaruh yang besar di Sukabumi. Dengan kekuatan dan pengaruhnya, orang tua dari pelaku terlibat dalam menyiksa anak kecil bahkan turut serta dalam menyiksa Leon setelah anaknya melakukan perundungan di sekolah. Hal ini perlu dihentikan, karena orang tua Leon merasa terintimidasi dan hidup dalam ketakutan" tulis melalui akun X-nya @seeksixsuck

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.