Sejarah Letusan Gunung Salak, Terakhir Kali Erupsi Ternyata Sudah Lama Tahun 1938

AKURAT.CO Baru-baru ini, Gunung Salak dikabarkan mengalami peningkatan aktivitas vulkanik berdasarkan informasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Gunung Salak berlokasi di Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Setelah kabar gempa bumi di sekitar Gunung Salak, Bupati Bogor Iwan Setiawan mengimbau warga untuk tetap waspada.
Walaupun statusnya sebagai gunung berapi, namun sudah lama tidak ada kabar erupsi di Gunung Salak sehingga masyarakat masih dapat menikmati keindahan alamnya.
Gunung di Jawa Barat ini terkenal dengan medannya yang menantang dan banyak cerita misteri yang menyelimutinya, tetapi itu tidak membuat para pendaki takut untuk menuju puncak Salak.
Baca Juga: Profil dan Sejarah Pulau Galang, Diusulkan Ma'ruf Amin Menjadi Tempat Penampungan Pengungsi Rohingya
Mengutip berbagai sumber, Kamis (14/12/2023), berikut ini sejarah letusan Gunung Salak yang baru-baru ini mengalami gempa berkekuatan 4,7 magnitudo.
Sejarah Leturan Gunung Salak
1. 5 Januari 1699
Gunung Salak II erupsi dari kawah pusat dan samping pada 5 Januari 1699 untuk pertama kalinya. Akibat dari erupsi tersebut, kawasan hutan di sekitarnya menjadi rusak.
2. Tahun 1761
Gunung tersebut kembali erupsi pada tahun 1761, yang diketahui sumbernya berasal dari Kawah Ratu.
3. Tahun 1780
Gunung dengan air terjun yang indah ini meletus dua kali pada tahun 1780, pertama erupsi normal di Kawah Ratu dan erupsi samping.
4. Tahun 1902 - 1903
Erupsi pada tahun 1902 hingga 1903 menghasilkan erupsi samping bertipe freatik.
Baca Juga: Sejarah Letusan Gunung Marapi di Sumbar, Baru Saja Terjadi Erupsi Kolom Abu Setinggi 3000 Meter
5. Tahun 1919
Gunung Salak erupsi kembali di tahun 1919, yaitu sebagai erupsi freatik dari Kawah Ratu.
6. Tahun 1923
Empat tahun kemudian, di sekitar Kawah Cibodas terjadi kembali erupsi lumpur Gunung Salak.
7. Tahun 1929
Kawah Cibeureum Gunung Salak erupsi freatik pada tahun 1929.
8. Tahun 1935
Di Kawah Cikuluwung Putri, Gunung Salak mengalami erupsi samping dan freatik pada bulan Februari 1935.
9. Tahun 1936
Setahun kemudian, Gunung Salak meletus lagi karena erupsi freatik di Kawah Perbakti.
10. Tahun 1938
Setelah tiga tahun berlalu, pada tanggal 31 Januari 1938, Kawah Cikuluwung Putri erupsi lagi. Adanya kontak antara magma dan air menyebabkan erupsi, yang mengeluarkan asap dari puncak gunung berapi.
Itulah penjelasan mengenai sejarah letusan Gunung Salak yang ternyata sudah lama sekali sejak terakhir kali erupsi, namun masyarakat harus tetap waspada karena ada tanda-tanda peningkatan aktivitas vulkanik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









